Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan  




Rabu 19 September 2018

06:14 WIB

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan
@prfmnews

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan
PRFMNewsChannel

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan
Jumat 11 Mei 2018, 16:55 WIB

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan
Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan




Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : @sekretariat.kabinet

BANDUNG,(PRFM) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Pertemuan Trilateral antara Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan, di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (11/5/2018).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengemukakan, dalam kurun sembilan bulan, dirinya dua kali bertemu dengan Presiden Ashraf Ghani yang mengundang Indonesia agar turut mendorong perdamaian di Afghanistan.

Demikian juga dengan Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan  Perdana Menteri Abbasi yang menyambut baik komitmen dan upaya Indonesia membantu peace building di Afghanistan.

Secara khusus, Presiden menilai peran penting ulama dalam mendorong perdamaian yang inklusif di Afghanistan. Ia menegaskan, Indonesia berkomitmen memfasilitasi peran konstruktif ulama.

“Pertemuan trilateral ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya Indonesia untuk mengedepankan peran para ulama,” kata Presiden seraya menambahkan,  Indonesia sungguh merasa terhormat mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah.

Diakui Kepala Negara, bahwa jalan menuju perdamaian tidak pernah mudah. Namun sebagai orang beriman, Kepala Negara mengingatkan kita juga yakin pertolongan Allah SWT itu sangat dekat. “Kita tidak boleh putus harapan, apalagi putus asa,” ujarnya.

Di sinilah, lanjut Presiden Jokowi, peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme ummah akan perdamaian.

“Ulama adalah agen perdamaian, ulama didengar, ulama diturut, ulama diteladani oleh ummah, ulama memiliki kharisma, ulama memiliki otoritas, ulama memiliki kekuatan untuk membentuk wajah ummah yang damai,” tutur Presiden.

Melalui suara ulama, khususnya para ulama dari Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia, Presiden Jokowi berharap, kiranya semangat ukhuwah untuk perdamaian di Afghanistan dapat diperkuat.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyerukan, agar pertemuan trilateral ulama itu diniatkan semata hanya untuk meraih rida Allah SWT,  melalui menabur benih-benih perdamaian dan menghindari kekerasan di antara hamba-hambanya.

“Dengan niat yang ikhlas pertemuan trilateral para ulama insyaallah akan menjadi kontribusi konkret bagi perdamaian di Afghanistan,” ucap Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, dan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.



Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

 

BERITA TERKAIT


Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan
 

BERITA PILIHAN


Mau Baliknama PBB? Simak Caranya

Kamis 30 Agustus 2018

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

 

BERITA LAINNYA

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

PMI Siap Ikut Rawat Citarum
Selasa 18 September 2018


Demi Zero Complaint Government, Pemprov Luncurkan Jabar Quick Response
Selasa 18 September 2018 Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan Antisipasi Banjir di Musim Hujan, Ini yang Sudah Dilakukan DPU Kota Bandung
Selasa 18 September 2018 Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan Ini Konsep Pelantikan Wali Kota Bandung yang Bakal Digelar Meriah
Selasa 18 September 2018 Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan Ridwan Kamil Harap Perubahan APBD Segera Dilaksanakan
Selasa 18 September 2018 Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan Umuh Minta Big Match Persib vs Persija Jangan Diundur
Selasa 18 September 2018 Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan Persib Kokoh di Puncak Klasemen, Umuh: Boleh Dirayakan Tapi Jangan Jemawa
Selasa 18 September 2018 Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

 

 

BERITA TERKAIT

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan
Jumat 11 Mei 2018, 16:55 WIB

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan
Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan


Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : @sekretariat.kabinet


BANDUNG,(PRFM) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Pertemuan Trilateral antara Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan, di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (11/5/2018).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengemukakan, dalam kurun sembilan bulan, dirinya dua kali bertemu dengan Presiden Ashraf Ghani yang mengundang Indonesia agar turut mendorong perdamaian di Afghanistan.

Demikian juga dengan Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan  Perdana Menteri Abbasi yang menyambut baik komitmen dan upaya Indonesia membantu peace building di Afghanistan.

Secara khusus, Presiden menilai peran penting ulama dalam mendorong perdamaian yang inklusif di Afghanistan. Ia menegaskan, Indonesia berkomitmen memfasilitasi peran konstruktif ulama.

“Pertemuan trilateral ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya Indonesia untuk mengedepankan peran para ulama,” kata Presiden seraya menambahkan,  Indonesia sungguh merasa terhormat mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah.

Diakui Kepala Negara, bahwa jalan menuju perdamaian tidak pernah mudah. Namun sebagai orang beriman, Kepala Negara mengingatkan kita juga yakin pertolongan Allah SWT itu sangat dekat. “Kita tidak boleh putus harapan, apalagi putus asa,” ujarnya.

Di sinilah, lanjut Presiden Jokowi, peran kunci para ulama dalam menjaga momentum dan optimisme ummah akan perdamaian.

“Ulama adalah agen perdamaian, ulama didengar, ulama diturut, ulama diteladani oleh ummah, ulama memiliki kharisma, ulama memiliki otoritas, ulama memiliki kekuatan untuk membentuk wajah ummah yang damai,” tutur Presiden.

Melalui suara ulama, khususnya para ulama dari Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia, Presiden Jokowi berharap, kiranya semangat ukhuwah untuk perdamaian di Afghanistan dapat diperkuat.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyerukan, agar pertemuan trilateral ulama itu diniatkan semata hanya untuk meraih rida Allah SWT,  melalui menabur benih-benih perdamaian dan menghindari kekerasan di antara hamba-hambanya.

“Dengan niat yang ikhlas pertemuan trilateral para ulama insyaallah akan menjadi kontribusi konkret bagi perdamaian di Afghanistan,” ucap Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, dan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.



 

BERITA LAINNYA



Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

PMI Siap Ikut Rawat Citarum
Selasa 18 September 2018
Jawa Barat


Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

Ridwan Kamil Harap Perubahan APBD Segera Dilaksanakan
Selasa 18 September 2018
Jawa Barat


Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan

 

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Presiden Buka Pertemuan Ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan