Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua  




Rabu 24 Mei 2017

07:27 WIB

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
@prfmnews

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
PRFMNewsChannel

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
Rabu 17 Mei 2017, 09:02 WIB

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua




Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Senior Psikolog Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Parenting Nasional, Elly Risman meminta para orang tua untuk lebih menjaga lisannya saat berbicara kepada anak kecil. Menurutnya, orang tua harus bisa menahan diri untuk tidak marah, membentak, mencubit, menyentil bahkan memukul jika anaknya melakukan suatu kesalahan.

"Jangan pernah memarahi anak hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia melakukan hal yang menurut orang tua salah. Anak tidak tahu kalau apa yang ia lakukan adalah kesalahan. Otaknya belum mempunyai konsep itu," ungkapnya dalam rilis yang diterima PRFM, Rabu (17/5/2017).

Elly menyampaikan, saat orang tua marah-marah, anak-anak akan cenderung diam dan mencoba mencerna apa yang dikatakannya. Saat orang tua terus-menerus mengumbar kata-kata kasar, otak anak akan merekamnya, sehingga kata "maaf" dibenak sang anak akan hilang.

"Apa yang akan terjadi selanjutnya? Anak itu akan tumbuh menjadi anak yang "ganas" dan ia pun akan membenci orang tuanya sedikit demi sedikit hingga tidak tahan hidup bersama," terang Elly.

Ia menjelaskan, jiwa anak yang terluka akan mendendam. Maka jangan salahkan anak-anak ketika mereka dewasa akan malas merawat orang tuanya.

"Orang tua harus bersabar. Kata-kata yang dikeluarkan harus dijaga karena anak-anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya. Rasa kesal orang tua karena anaknya nakal pasti ada, tapi pernahkan para orang tua berpikir bahwa kenakalan anaknya mungkin adalah efek rusaknya jiwa si anak karena kesalahan mereka," tuturnya.

Saat jiwa anak sudah terganggu, lanjut Elly, dikhawatirkan membunuh rasa hormat mereka pada orang tuanya. Anak akan menjadi musuh orangtua, menjadi sumber kekesalan, bahkan tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtuanya.

"Perlu diingat, jiwa setiap anak lebih mahal dari apapun yang ada di dunia. Untuk itu jagalah lisan dan setiap sikap kepada anak," pungkasnya.



Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

 

BERITA TERKAIT


Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
 

BERITA PILIHAN


Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

 

BERITA LAINNYA

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Bus Tidak Layak Jalan, Menhub: "Kita Kandangin Aja"
Selasa 23 Mei 2017


Bus Tidak Layak Jalan, Menhub: "Kita Kandangin Aja"
Selasa 23 Mei 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua Emil Sebut Peniadaan PBB Sebagai Bentuk Implementasi Semangat Pancasila
Selasa 23 Mei 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua Cuma Rp 80 Ribu Per Kg, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Beli Daging Sapi Beku
Selasa 23 Mei 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua Cuma Rp 80 Ribu Per Kg, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Beli Daging Sapi Beku
Selasa 23 Mei 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua Ratusan Pedagang Mulai Pindah ke Pasar Sarijadi
Selasa 23 Mei 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua Ratusan Pedagang Mulai Pindah ke Pasar Sarijadi
Selasa 23 Mei 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

 

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
Rabu 17 Mei 2017, 09:02 WIB

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua


Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Senior Psikolog Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Parenting Nasional, Elly Risman meminta para orang tua untuk lebih menjaga lisannya saat berbicara kepada anak kecil. Menurutnya, orang tua harus bisa menahan diri untuk tidak marah, membentak, mencubit, menyentil bahkan memukul jika anaknya melakukan suatu kesalahan.

"Jangan pernah memarahi anak hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia melakukan hal yang menurut orang tua salah. Anak tidak tahu kalau apa yang ia lakukan adalah kesalahan. Otaknya belum mempunyai konsep itu," ungkapnya dalam rilis yang diterima PRFM, Rabu (17/5/2017).

Elly menyampaikan, saat orang tua marah-marah, anak-anak akan cenderung diam dan mencoba mencerna apa yang dikatakannya. Saat orang tua terus-menerus mengumbar kata-kata kasar, otak anak akan merekamnya, sehingga kata "maaf" dibenak sang anak akan hilang.

"Apa yang akan terjadi selanjutnya? Anak itu akan tumbuh menjadi anak yang "ganas" dan ia pun akan membenci orang tuanya sedikit demi sedikit hingga tidak tahan hidup bersama," terang Elly.

Ia menjelaskan, jiwa anak yang terluka akan mendendam. Maka jangan salahkan anak-anak ketika mereka dewasa akan malas merawat orang tuanya.

"Orang tua harus bersabar. Kata-kata yang dikeluarkan harus dijaga karena anak-anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya. Rasa kesal orang tua karena anaknya nakal pasti ada, tapi pernahkan para orang tua berpikir bahwa kenakalan anaknya mungkin adalah efek rusaknya jiwa si anak karena kesalahan mereka," tuturnya.

Saat jiwa anak sudah terganggu, lanjut Elly, dikhawatirkan membunuh rasa hormat mereka pada orang tuanya. Anak akan menjadi musuh orangtua, menjadi sumber kekesalan, bahkan tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtuanya.

"Perlu diingat, jiwa setiap anak lebih mahal dari apapun yang ada di dunia. Untuk itu jagalah lisan dan setiap sikap kepada anak," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Ratusan Pedagang Mulai Pindah ke Pasar Sarijadi
Selasa 23 Mei 2017
Kota Bandung


Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

 

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua