Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua  




Jumat 23 Juni 2017

05:26 WIB

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
@prfmnews

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
PRFMNewsChannel

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
Rabu 17 Mei 2017, 09:02 WIB

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua




Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Senior Psikolog Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Parenting Nasional, Elly Risman meminta para orang tua untuk lebih menjaga lisannya saat berbicara kepada anak kecil. Menurutnya, orang tua harus bisa menahan diri untuk tidak marah, membentak, mencubit, menyentil bahkan memukul jika anaknya melakukan suatu kesalahan.

"Jangan pernah memarahi anak hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia melakukan hal yang menurut orang tua salah. Anak tidak tahu kalau apa yang ia lakukan adalah kesalahan. Otaknya belum mempunyai konsep itu," ungkapnya dalam rilis yang diterima PRFM, Rabu (17/5/2017).

Elly menyampaikan, saat orang tua marah-marah, anak-anak akan cenderung diam dan mencoba mencerna apa yang dikatakannya. Saat orang tua terus-menerus mengumbar kata-kata kasar, otak anak akan merekamnya, sehingga kata "maaf" dibenak sang anak akan hilang.

"Apa yang akan terjadi selanjutnya? Anak itu akan tumbuh menjadi anak yang "ganas" dan ia pun akan membenci orang tuanya sedikit demi sedikit hingga tidak tahan hidup bersama," terang Elly.

Ia menjelaskan, jiwa anak yang terluka akan mendendam. Maka jangan salahkan anak-anak ketika mereka dewasa akan malas merawat orang tuanya.

"Orang tua harus bersabar. Kata-kata yang dikeluarkan harus dijaga karena anak-anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya. Rasa kesal orang tua karena anaknya nakal pasti ada, tapi pernahkan para orang tua berpikir bahwa kenakalan anaknya mungkin adalah efek rusaknya jiwa si anak karena kesalahan mereka," tuturnya.

Saat jiwa anak sudah terganggu, lanjut Elly, dikhawatirkan membunuh rasa hormat mereka pada orang tuanya. Anak akan menjadi musuh orangtua, menjadi sumber kekesalan, bahkan tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtuanya.

"Perlu diingat, jiwa setiap anak lebih mahal dari apapun yang ada di dunia. Untuk itu jagalah lisan dan setiap sikap kepada anak," pungkasnya.



Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

 

BERITA TERKAIT


Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
 

BERITA PILIHAN


Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

 

BERITA LAINNYA

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Gerakan Mudik Kamil 2017 Berangkatkan 50 Pemudik Hari Ini
Rabu 21 Juni 2017


Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan Merak, Pemudik Diimbau Hindari Waktu Ini
Rabu 21 Juni 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua 41 Ribu Kendaraan Sudah Melintasi Wilayah Karawang
Rabu 21 Juni 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua Jalur Cileunyi Mulai Didominasi Kendaraan Pemudik
Rabu 21 Juni 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua Puluhan Motor dari Luar Kota Mulai Melintasi Jalur Cimahi
Rabu 21 Juni 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua Legenda Sarankan Persib Cari Sosok Seperti Konate
Senin 19 Juni 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua Kalah Dari Barito, Persib Terkendala Penyelesaian Akhir
Senin 19 Juni 2017 Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

 

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
Rabu 17 Mei 2017, 09:02 WIB

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua
Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua


Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Senior Psikolog Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Parenting Nasional, Elly Risman meminta para orang tua untuk lebih menjaga lisannya saat berbicara kepada anak kecil. Menurutnya, orang tua harus bisa menahan diri untuk tidak marah, membentak, mencubit, menyentil bahkan memukul jika anaknya melakukan suatu kesalahan.

"Jangan pernah memarahi anak hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia melakukan hal yang menurut orang tua salah. Anak tidak tahu kalau apa yang ia lakukan adalah kesalahan. Otaknya belum mempunyai konsep itu," ungkapnya dalam rilis yang diterima PRFM, Rabu (17/5/2017).

Elly menyampaikan, saat orang tua marah-marah, anak-anak akan cenderung diam dan mencoba mencerna apa yang dikatakannya. Saat orang tua terus-menerus mengumbar kata-kata kasar, otak anak akan merekamnya, sehingga kata "maaf" dibenak sang anak akan hilang.

"Apa yang akan terjadi selanjutnya? Anak itu akan tumbuh menjadi anak yang "ganas" dan ia pun akan membenci orang tuanya sedikit demi sedikit hingga tidak tahan hidup bersama," terang Elly.

Ia menjelaskan, jiwa anak yang terluka akan mendendam. Maka jangan salahkan anak-anak ketika mereka dewasa akan malas merawat orang tuanya.

"Orang tua harus bersabar. Kata-kata yang dikeluarkan harus dijaga karena anak-anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah contoh yang baik, yang bisa menahan amarahnya. Rasa kesal orang tua karena anaknya nakal pasti ada, tapi pernahkan para orang tua berpikir bahwa kenakalan anaknya mungkin adalah efek rusaknya jiwa si anak karena kesalahan mereka," tuturnya.

Saat jiwa anak sudah terganggu, lanjut Elly, dikhawatirkan membunuh rasa hormat mereka pada orang tuanya. Anak akan menjadi musuh orangtua, menjadi sumber kekesalan, bahkan tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtuanya.

"Perlu diingat, jiwa setiap anak lebih mahal dari apapun yang ada di dunia. Untuk itu jagalah lisan dan setiap sikap kepada anak," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua

 

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Psikolog: Jaga Lisanmu, Duhai Orang Tua