PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung  




Kamis 21 Maret 2019

17:13 WIB

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
@prfmnews

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
PRFMNewsChannel

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
Jumat 14 September 2018, 13:12 WIB
Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung




PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan moda angkutan baru kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengatasi kemacetan. Angkutan massal yang di tawarkan mirip Light Rapid Transit (LRT) namun tidak berbasis rel.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, usai melakukan pertemuan dengan Plt Wali Kota Bandung Oded M Danial menjelaskan, moda angkutan yang ditawarkannya yaitu Autonomeus Rail Rapid Transit (ART).

“ART ini menggunakan batre, jadi tidak ada jalur. Jadi setiap kali berhenti dia menurunkan penumpang sambil mengecas. Chargingnya 10 menit bisa dipakai untuk 25 kilometer. Ini teknologi baru nanti kita pelajari bersama mana yang paling menguntungkan buat kemacetan di Bandung,” jelas Edi saat ditemui di Balaikota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Edi menambahkan, jalur yang digunakan ART tersebut nantinya memakai jalur virtual dengan menerapkan teknologi yang mampu membaca garis jalur tidak nyata tersebut. Dengan teknologi transportasi baru ini, Edi meyakini biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan moda angkutan berbasis rel lainnya.

“Dia pakai virtual track, ada garis jadi dia membaca dengan sensor untuk diarahkan. Jadi tidak menggunakan konvensional besi, sehingga jauh lebih murah bisa dikerjakan lebih cepat,” jelas Edi.

Untuk keretanya sendiri, Edi menggambarkan tidak seperti kereta biasa yang ada gerbong penariknya. Ia menggambarkan, setiap unit gerbongbya merupakan kereta penarik yang berdiri sendiri dengan sumber tenaga penggerak dari rangkaian baterai yang terpasang di gerbong tersebut. 

“Setiap satu wagon (gerbong) itu mampu mengangkut 100 orang. Saat ini kita mengacu ke cina teknologinya. Dari segi harga jauh, karena kita tidak menggunakan track konvensional. Perbandingan sepertiga dari LRT. Tapi ini masih kita pelajari bersama, karena alternatif LRT sudah disampaikan pak wali,” pungkasnya

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, moda angkutab ART sendiri saat ini sudah dikembangkan di Cina, dan digunakan pada kereta tanpa kabel listrik dan rel. Sistem transportasi futuristik ini menggunakan jalur rel virtual dan sudah melakukan uji cobanya di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan.

Kereta yang berjalan di rel virtual ini memiliki kecepatan maksimum 70 km per jam dan mampu menampung 300 penumpang di tiga gerbongnya. Adanya ART nantinya akan mempercepat transportasi umum di Zhuzhou sebelum dikembangkan di kota lainnya di Cina.

Untuk pembuatan ART ini biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan kereta bawah tanah biasanya dan hanya menghabiskan biaya sekitar 400 juta Yuan sampai 700 juta Yuan per kilometernya di Cina atau sekitar US$82 juta. Ini memang sedikit lebih mahal dari trem listrik yang menghabiskan 150 juta sampai 200 juta Yuan per kilometernya. 



PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

 

BERITA TERKAIT


PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
 

BERITA PILIHAN


PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

 

BERITA LAINNYA

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

Terkait Peuyeumisasi, DLHK: Saat Ini Kita Sedang Berpacu Dengan Waktu
Kamis 21 Maret 2019


Walhi Jabar Sebut Peuyeumisasi Berpotensi Langgar Perda
Kamis 21 Maret 2019 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung KAI Gelar Pasar Murah di Kabupaten Cianjur
Kamis 21 Maret 2019 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung Tol Cisumdawu Belum Bisa Digunakan Saat Mudik Lebaran
Kamis 21 Maret 2019 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung Hadapi Arus Mudik 2019 Bina Marga Jabar Berencana Gandeng Google
Kamis 21 Maret 2019 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung UU ITE Lebih Layak Jerat Penyebar Hoaks Dibanding UU Terorisme
Kamis 21 Maret 2019 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung PD Pasar Fokus Pembenahan di Pasar Baru
Kamis 21 Maret 2019 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

 

 

BERITA TERKAIT

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
Jumat 14 September 2018, 13:12 WIB
Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung


PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan moda angkutan baru kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengatasi kemacetan. Angkutan massal yang di tawarkan mirip Light Rapid Transit (LRT) namun tidak berbasis rel.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, usai melakukan pertemuan dengan Plt Wali Kota Bandung Oded M Danial menjelaskan, moda angkutan yang ditawarkannya yaitu Autonomeus Rail Rapid Transit (ART).

“ART ini menggunakan batre, jadi tidak ada jalur. Jadi setiap kali berhenti dia menurunkan penumpang sambil mengecas. Chargingnya 10 menit bisa dipakai untuk 25 kilometer. Ini teknologi baru nanti kita pelajari bersama mana yang paling menguntungkan buat kemacetan di Bandung,” jelas Edi saat ditemui di Balaikota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Edi menambahkan, jalur yang digunakan ART tersebut nantinya memakai jalur virtual dengan menerapkan teknologi yang mampu membaca garis jalur tidak nyata tersebut. Dengan teknologi transportasi baru ini, Edi meyakini biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan moda angkutan berbasis rel lainnya.

“Dia pakai virtual track, ada garis jadi dia membaca dengan sensor untuk diarahkan. Jadi tidak menggunakan konvensional besi, sehingga jauh lebih murah bisa dikerjakan lebih cepat,” jelas Edi.

Untuk keretanya sendiri, Edi menggambarkan tidak seperti kereta biasa yang ada gerbong penariknya. Ia menggambarkan, setiap unit gerbongbya merupakan kereta penarik yang berdiri sendiri dengan sumber tenaga penggerak dari rangkaian baterai yang terpasang di gerbong tersebut. 

“Setiap satu wagon (gerbong) itu mampu mengangkut 100 orang. Saat ini kita mengacu ke cina teknologinya. Dari segi harga jauh, karena kita tidak menggunakan track konvensional. Perbandingan sepertiga dari LRT. Tapi ini masih kita pelajari bersama, karena alternatif LRT sudah disampaikan pak wali,” pungkasnya

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, moda angkutab ART sendiri saat ini sudah dikembangkan di Cina, dan digunakan pada kereta tanpa kabel listrik dan rel. Sistem transportasi futuristik ini menggunakan jalur rel virtual dan sudah melakukan uji cobanya di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan.

Kereta yang berjalan di rel virtual ini memiliki kecepatan maksimum 70 km per jam dan mampu menampung 300 penumpang di tiga gerbongnya. Adanya ART nantinya akan mempercepat transportasi umum di Zhuzhou sebelum dikembangkan di kota lainnya di Cina.

Untuk pembuatan ART ini biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan kereta bawah tanah biasanya dan hanya menghabiskan biaya sekitar 400 juta Yuan sampai 700 juta Yuan per kilometernya di Cina atau sekitar US$82 juta. Ini memang sedikit lebih mahal dari trem listrik yang menghabiskan 150 juta sampai 200 juta Yuan per kilometernya. 



 

BERITA LAINNYA



PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

 

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung