PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung  




Sabtu 22 September 2018

22:40 WIB

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
@prfmnews

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
PRFMNewsChannel

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
Jumat 14 September 2018, 13:12 WIB
Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung




PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan moda angkutan baru kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengatasi kemacetan. Angkutan massal yang di tawarkan mirip Light Rapid Transit (LRT) namun tidak berbasis rel.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, usai melakukan pertemuan dengan Plt Wali Kota Bandung Oded M Danial menjelaskan, moda angkutan yang ditawarkannya yaitu Autonomeus Rail Rapid Transit (ART).

“ART ini menggunakan batre, jadi tidak ada jalur. Jadi setiap kali berhenti dia menurunkan penumpang sambil mengecas. Chargingnya 10 menit bisa dipakai untuk 25 kilometer. Ini teknologi baru nanti kita pelajari bersama mana yang paling menguntungkan buat kemacetan di Bandung,” jelas Edi saat ditemui di Balaikota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Edi menambahkan, jalur yang digunakan ART tersebut nantinya memakai jalur virtual dengan menerapkan teknologi yang mampu membaca garis jalur tidak nyata tersebut. Dengan teknologi transportasi baru ini, Edi meyakini biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan moda angkutan berbasis rel lainnya.

“Dia pakai virtual track, ada garis jadi dia membaca dengan sensor untuk diarahkan. Jadi tidak menggunakan konvensional besi, sehingga jauh lebih murah bisa dikerjakan lebih cepat,” jelas Edi.

Untuk keretanya sendiri, Edi menggambarkan tidak seperti kereta biasa yang ada gerbong penariknya. Ia menggambarkan, setiap unit gerbongbya merupakan kereta penarik yang berdiri sendiri dengan sumber tenaga penggerak dari rangkaian baterai yang terpasang di gerbong tersebut. 

“Setiap satu wagon (gerbong) itu mampu mengangkut 100 orang. Saat ini kita mengacu ke cina teknologinya. Dari segi harga jauh, karena kita tidak menggunakan track konvensional. Perbandingan sepertiga dari LRT. Tapi ini masih kita pelajari bersama, karena alternatif LRT sudah disampaikan pak wali,” pungkasnya

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, moda angkutab ART sendiri saat ini sudah dikembangkan di Cina, dan digunakan pada kereta tanpa kabel listrik dan rel. Sistem transportasi futuristik ini menggunakan jalur rel virtual dan sudah melakukan uji cobanya di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan.

Kereta yang berjalan di rel virtual ini memiliki kecepatan maksimum 70 km per jam dan mampu menampung 300 penumpang di tiga gerbongnya. Adanya ART nantinya akan mempercepat transportasi umum di Zhuzhou sebelum dikembangkan di kota lainnya di Cina.

Untuk pembuatan ART ini biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan kereta bawah tanah biasanya dan hanya menghabiskan biaya sekitar 400 juta Yuan sampai 700 juta Yuan per kilometernya di Cina atau sekitar US$82 juta. Ini memang sedikit lebih mahal dari trem listrik yang menghabiskan 150 juta sampai 200 juta Yuan per kilometernya. 



PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

 

BERITA TERKAIT


PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
 

BERITA PILIHAN


PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

 

BERITA LAINNYA

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

Tiga Mobil Rusak Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang di Soreang
Sabtu 22 September 2018


Puting Beliung Robohkan 4 Tiang Listrik, Listrik di Kabupaten Bandung Padam
Sabtu 22 September 2018 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung Mahasiswa ITB Dukung Pengembangan Desa Pengekspor Daun Pisang
Sabtu 22 September 2018 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung Polda Jabar Gelar Apel Besar Plus Deklarasi Pemilu Damai
Sabtu 22 September 2018 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung Mendikbud Minta Tenaga Honorer K-II Kembali Mengajar
Sabtu 22 September 2018 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung Fahri Hamzah Desak Pemerintah Segera Gelontorkan Dana untuk BPJS Kesehatan
Sabtu 22 September 2018 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung Pemerintah Buka Peluang Tenaga Honorer K-II Jadi P3K
Sabtu 22 September 2018 PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

 

 

BERITA TERKAIT

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
Jumat 14 September 2018, 13:12 WIB
Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung
PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung


PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan moda angkutan baru kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengatasi kemacetan. Angkutan massal yang di tawarkan mirip Light Rapid Transit (LRT) namun tidak berbasis rel.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, usai melakukan pertemuan dengan Plt Wali Kota Bandung Oded M Danial menjelaskan, moda angkutan yang ditawarkannya yaitu Autonomeus Rail Rapid Transit (ART).

“ART ini menggunakan batre, jadi tidak ada jalur. Jadi setiap kali berhenti dia menurunkan penumpang sambil mengecas. Chargingnya 10 menit bisa dipakai untuk 25 kilometer. Ini teknologi baru nanti kita pelajari bersama mana yang paling menguntungkan buat kemacetan di Bandung,” jelas Edi saat ditemui di Balaikota Bandung, Jumat (14/9/2018).

Edi menambahkan, jalur yang digunakan ART tersebut nantinya memakai jalur virtual dengan menerapkan teknologi yang mampu membaca garis jalur tidak nyata tersebut. Dengan teknologi transportasi baru ini, Edi meyakini biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan moda angkutan berbasis rel lainnya.

“Dia pakai virtual track, ada garis jadi dia membaca dengan sensor untuk diarahkan. Jadi tidak menggunakan konvensional besi, sehingga jauh lebih murah bisa dikerjakan lebih cepat,” jelas Edi.

Untuk keretanya sendiri, Edi menggambarkan tidak seperti kereta biasa yang ada gerbong penariknya. Ia menggambarkan, setiap unit gerbongbya merupakan kereta penarik yang berdiri sendiri dengan sumber tenaga penggerak dari rangkaian baterai yang terpasang di gerbong tersebut. 

“Setiap satu wagon (gerbong) itu mampu mengangkut 100 orang. Saat ini kita mengacu ke cina teknologinya. Dari segi harga jauh, karena kita tidak menggunakan track konvensional. Perbandingan sepertiga dari LRT. Tapi ini masih kita pelajari bersama, karena alternatif LRT sudah disampaikan pak wali,” pungkasnya

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, moda angkutab ART sendiri saat ini sudah dikembangkan di Cina, dan digunakan pada kereta tanpa kabel listrik dan rel. Sistem transportasi futuristik ini menggunakan jalur rel virtual dan sudah melakukan uji cobanya di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan.

Kereta yang berjalan di rel virtual ini memiliki kecepatan maksimum 70 km per jam dan mampu menampung 300 penumpang di tiga gerbongnya. Adanya ART nantinya akan mempercepat transportasi umum di Zhuzhou sebelum dikembangkan di kota lainnya di Cina.

Untuk pembuatan ART ini biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan kereta bawah tanah biasanya dan hanya menghabiskan biaya sekitar 400 juta Yuan sampai 700 juta Yuan per kilometernya di Cina atau sekitar US$82 juta. Ini memang sedikit lebih mahal dari trem listrik yang menghabiskan 150 juta sampai 200 juta Yuan per kilometernya. 



 

BERITA LAINNYA



PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung

 

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

PT KAI Tawarkan Moda Angkutan Baru Atasi Macet Di Kota Bandung