Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba  




Kamis 19 Juli 2018

05:15 WIB

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
@prfmnews

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
PRFMNewsChannel

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rabu 16 Mei 2018, 16:26 WIB

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba




Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Rentetan penyerangan terduga teroris terjadi dalam kurun waktu satu minggu ini. Berawal dari peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/2018), ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) malam. Kemudian peristiwa teror bom juga terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). Terbaru, sekelompok orang terduga teroris juga melakukan penyerangan ke Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018) pagi. 

Pengamat terorisme Nasir Abbas mengatakan serangkaian penyerangan tersebut terjadi akibat seruan para napi teroris yang beberapa hari lalu terlibat kericuhan di Rutan Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok. 

"Akibat dari seruan para tahanan yang sempat menyandera Polisi di Mako Brimob, mereka menyerukan untuk melakukan operasi di mana saja untuk membuyarkan konsentrasi aparat," ujar Nasir kepada PRFM, Rabu (16/5/2018). 

Menurut Nasir operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak mesti menggunakan bom. Operasi yang mereka sebut dengan Jihad tersebut bisa menggunakan apa saja yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut. 

"Bagi yang bisa menggunakan bom, ya pake bom. Kalau tidak, hanya melempar batu ke polisi pun bisa dianggap sebagai Jihad," sambungnya. 

Nasir menambahkan operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak dilakukan secara lone wolf (bekerja sendiri), melainkan mereka merupakan "sel-sel" tidur yang berada di mana-mana. "Dengan adanya seruan itu, sel-sel tidur itu mulai bangkit karena menganggap bahwa inilah momennya. Keberhasilan mereka menyandera dan membunuh polisi dijadikan sebagai semangat," imbuhnya. 

Maka dari itu, Nasir menyarankan pemerintah segera menuntaskan Revisi Undang-Undang Antiterorisme supaya aparat bisa menumpas terorisme secara maksimal. 

"Seperti contoh, orang yang sudah terindikasi akan melakukan sesuatu, tapi belum bisa ditangkap. Dengan adanya Undang-Undang tersebut diperbolehkan mereka ditangkap dan diperiksa. Maka dengan dilakukan penangkapan, pencegahan akan dilakukan lebih cepat," tandasnya.



Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

BERITA TERKAIT


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
 

BERITA PILIHAN


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

BERITA LAINNYA

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

DPRD Kota Bandung Akan Tindaklanjuti Kenaikan Harga Daging dan Telur Ayam
Rabu 18 Juli 2018


Emil Tekankan Pengelola Pasar Baru Kedepannya Mesti Berlaku Adil
Rabu 18 Juli 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Kredit Mesra Di Perluas, Pelayanan Air Bersih Dikembangkan
Rabu 18 Juli 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Kredit Mesra Di Perluas, Pelayanan Air Bersih Dikembangkan
Rabu 18 Juli 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Evaluasi Ulang Proyek Perluasan Pangleseran - Cibatu Pangandaran Dinilai Janggal
Rabu 18 Juli 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Produk IKM Kabupaten Bandung Akan Hiasi Perhelatan Asian Games 2018
Rabu 18 Juli 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Sekda Jabar Ungkap Peran Motekar Bagi Keluarga di Jabar
Rabu 18 Juli 2018 Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

 

BERITA TERKAIT

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rabu 16 Mei 2018, 16:26 WIB

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba
Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba


Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Rentetan penyerangan terduga teroris terjadi dalam kurun waktu satu minggu ini. Berawal dari peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/2018), ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) malam. Kemudian peristiwa teror bom juga terjadi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). Terbaru, sekelompok orang terduga teroris juga melakukan penyerangan ke Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018) pagi. 

Pengamat terorisme Nasir Abbas mengatakan serangkaian penyerangan tersebut terjadi akibat seruan para napi teroris yang beberapa hari lalu terlibat kericuhan di Rutan Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok. 

"Akibat dari seruan para tahanan yang sempat menyandera Polisi di Mako Brimob, mereka menyerukan untuk melakukan operasi di mana saja untuk membuyarkan konsentrasi aparat," ujar Nasir kepada PRFM, Rabu (16/5/2018). 

Menurut Nasir operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak mesti menggunakan bom. Operasi yang mereka sebut dengan Jihad tersebut bisa menggunakan apa saja yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut. 

"Bagi yang bisa menggunakan bom, ya pake bom. Kalau tidak, hanya melempar batu ke polisi pun bisa dianggap sebagai Jihad," sambungnya. 

Nasir menambahkan operasi yang dilakukan terduga teroris tersebut tidak dilakukan secara lone wolf (bekerja sendiri), melainkan mereka merupakan "sel-sel" tidur yang berada di mana-mana. "Dengan adanya seruan itu, sel-sel tidur itu mulai bangkit karena menganggap bahwa inilah momennya. Keberhasilan mereka menyandera dan membunuh polisi dijadikan sebagai semangat," imbuhnya. 

Maka dari itu, Nasir menyarankan pemerintah segera menuntaskan Revisi Undang-Undang Antiterorisme supaya aparat bisa menumpas terorisme secara maksimal. 

"Seperti contoh, orang yang sudah terindikasi akan melakukan sesuatu, tapi belum bisa ditangkap. Dengan adanya Undang-Undang tersebut diperbolehkan mereka ditangkap dan diperiksa. Maka dengan dilakukan penangkapan, pencegahan akan dilakukan lebih cepat," tandasnya.



 

BERITA LAINNYA



Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba

 

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Rentetan Aksi Terorisme Terjadi Akibat Seruan Jihad Pasca Kericuhan di Salemba