Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu  




Kamis 21 Maret 2019

17:07 WIB

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
@prfmnews

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
PRFMNewsChannel

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
Minggu 04 Maret 2018, 17:24 WIB

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu




Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Pernahkah Anda berpikir untuk melakukan perjalanan waktu ke masa depan? Jika kita pernah menonton animasi Doraemon, melakukan perjalanan waktu bukan waktu yang mustahil karena ada alat super canggih yang bisa mengantarkan kita pergi ke masa depan.


Ternyata, secara teoritis manusia dapat berpergian ke masa depan dengan kecepatan cahaya. Profesor Stephen Hawking dan Profesor Brian Cox percaya perjalanan waktu bukan lagi dianggap sebagai ajaran sesat.


"Perjalanan waktu pernah dianggap sebagai ajaran sesat. Dulu sayang menghindari membicarakannya karena takut dilabeli sinting. Tapi akhir-akhir ini, saya tidak terlalu berhati-hati. Sebenarnya saya terobsesi oleh waktu," ungkap Hawking dikutip dari The Sun, Minggu (4/3/2018). 


Hal senada juga diungkapkan oleh Profesor Cox. Menurutnya perjalanan waktu ke masa depan adalah mungkin. 


"Sebenarnya, ini adalah bagian intrinsik dari cara alam semesta dibangun. Kita semua adalah penjelajah waktu dengan cara kita sendiri," kata Profesor Cox. 


Tak hanya itu, lanjutnya, berdasarkan teori relativitas khusus milik Albert Einstein yang diterbitkan pada 1905 menjelaskan, benda yang bergerak dengan kecepatan cahaya akan mengalami waktu yang melambat. Dengan kata lain, orang yang bergerak sangat cepat (dengan kecepatan cahaya) akan melihat waktu mereka melambat. Tapi hal ini tidak berlaku untuk orang yang bergerak normal. Menurut teori relativitas khusus, semakin cepat Anda bergerak melalui ruang angkasa, semakin lambat pengaruh waktu pada Anda dibanding obyek-obyek yang masih berdiri. 


"Contohnya, jika pergi dengan pesawat ruang angkasa mendekati kecepatan cahaya (299.337 kilometer per detik), maka sepertinya mungkin beberapa tahun lagi Anda akan sampai di bumi dan menemukan saudara kembar Anda yang jauh lebih tua. Hal ini telah diuji coba oleh NASA dan disebut paradoks kembar. Semua pendapat tersebut mendukung bahwa perjalanan waktu sangat mungkin dilakukan. Hanya saja, hal ini akan memerlukan energi yang luar biasa," terangnya.


Seorang ahli fisika, Profesor Ronald Mallett mengungkapkan, dirinya optimis dengan penjelajahan waktu. Namun bergantung pada terobosan (teknologi) dan pendanaannya.


"Saya percaya manusia yang bisa menjelajah waktu akan terjadi pada abad ini," ujar Profesor Fisika di University of Connecticut, AS tersebut. 


Pertanyaan selanjutnya, jika memang perjalanan waktu mungkin, bagaimana agar manusia bergerak dalam kecepatan cahaya tanpa membunuh mereka? Peneliti dari Organisasi Penelitian Nuklir Eropa (CERN) menyebut bahwa mereka telah mendorong partikel kecil dengan kecepatan cahaya menggunakan Large Hadron Collider. Sayangnya, masih membutuhkan perjalanan panjang untuk melakukan hal tersebut pada manusia. 


Teori lain adalah menggunakan lubang cacing di luar angkasa untuk memindahkan manusia dari satu titik ke titik lain di antariksa secara instan. Teori ini dikembangkan oleh fisikawan di California Institute of Technology (Caltech), Kip Thorne pada 1980-an. Thorne percaya manusia di masa depan harus membangun lubang cacing sendiri untuk menjelajah waktu. Di samping bergerak dengan kecepatan cahaya yang berisiko "membunuh" manusia, tantangan perjalanan waktu juga terjadi dari penuaan. 




Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

 

BERITA TERKAIT


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
 

BERITA PILIHAN


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

 

BERITA LAINNYA

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Tak Hanya Harus Netral, ASN Pemkot Bandung Tak Boleh Golput
Rabu 20 Maret 2019


Persib Bandung Kembali Berlatih Besok
Selasa 19 Maret 2019 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Sejak awal 2019, KKP Tangkap 20 kapal Ilegal Fishing
Selasa 19 Maret 2019 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Uji Coba Berakhir, Kopamas Berniat Aktifkan Kembali Carpooling Angkot to School
Selasa 19 Maret 2019 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu PKL Monju Akan Kembali Ditata
Selasa 19 Maret 2019 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu PR TV Jalin Kerja Sama dengan Unikom
Senin 18 Maret 2019 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Berenang di Kolam Penampungan Air, Pria di Solokan Jeruk Tenggelam
Minggu 17 Maret 2019 Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

 

 

BERITA TERKAIT

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
Minggu 04 Maret 2018, 17:24 WIB

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu
Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Pernahkah Anda berpikir untuk melakukan perjalanan waktu ke masa depan? Jika kita pernah menonton animasi Doraemon, melakukan perjalanan waktu bukan waktu yang mustahil karena ada alat super canggih yang bisa mengantarkan kita pergi ke masa depan.


Ternyata, secara teoritis manusia dapat berpergian ke masa depan dengan kecepatan cahaya. Profesor Stephen Hawking dan Profesor Brian Cox percaya perjalanan waktu bukan lagi dianggap sebagai ajaran sesat.


"Perjalanan waktu pernah dianggap sebagai ajaran sesat. Dulu sayang menghindari membicarakannya karena takut dilabeli sinting. Tapi akhir-akhir ini, saya tidak terlalu berhati-hati. Sebenarnya saya terobsesi oleh waktu," ungkap Hawking dikutip dari The Sun, Minggu (4/3/2018). 


Hal senada juga diungkapkan oleh Profesor Cox. Menurutnya perjalanan waktu ke masa depan adalah mungkin. 


"Sebenarnya, ini adalah bagian intrinsik dari cara alam semesta dibangun. Kita semua adalah penjelajah waktu dengan cara kita sendiri," kata Profesor Cox. 


Tak hanya itu, lanjutnya, berdasarkan teori relativitas khusus milik Albert Einstein yang diterbitkan pada 1905 menjelaskan, benda yang bergerak dengan kecepatan cahaya akan mengalami waktu yang melambat. Dengan kata lain, orang yang bergerak sangat cepat (dengan kecepatan cahaya) akan melihat waktu mereka melambat. Tapi hal ini tidak berlaku untuk orang yang bergerak normal. Menurut teori relativitas khusus, semakin cepat Anda bergerak melalui ruang angkasa, semakin lambat pengaruh waktu pada Anda dibanding obyek-obyek yang masih berdiri. 


"Contohnya, jika pergi dengan pesawat ruang angkasa mendekati kecepatan cahaya (299.337 kilometer per detik), maka sepertinya mungkin beberapa tahun lagi Anda akan sampai di bumi dan menemukan saudara kembar Anda yang jauh lebih tua. Hal ini telah diuji coba oleh NASA dan disebut paradoks kembar. Semua pendapat tersebut mendukung bahwa perjalanan waktu sangat mungkin dilakukan. Hanya saja, hal ini akan memerlukan energi yang luar biasa," terangnya.


Seorang ahli fisika, Profesor Ronald Mallett mengungkapkan, dirinya optimis dengan penjelajahan waktu. Namun bergantung pada terobosan (teknologi) dan pendanaannya.


"Saya percaya manusia yang bisa menjelajah waktu akan terjadi pada abad ini," ujar Profesor Fisika di University of Connecticut, AS tersebut. 


Pertanyaan selanjutnya, jika memang perjalanan waktu mungkin, bagaimana agar manusia bergerak dalam kecepatan cahaya tanpa membunuh mereka? Peneliti dari Organisasi Penelitian Nuklir Eropa (CERN) menyebut bahwa mereka telah mendorong partikel kecil dengan kecepatan cahaya menggunakan Large Hadron Collider. Sayangnya, masih membutuhkan perjalanan panjang untuk melakukan hal tersebut pada manusia. 


Teori lain adalah menggunakan lubang cacing di luar angkasa untuk memindahkan manusia dari satu titik ke titik lain di antariksa secara instan. Teori ini dikembangkan oleh fisikawan di California Institute of Technology (Caltech), Kip Thorne pada 1980-an. Thorne percaya manusia di masa depan harus membangun lubang cacing sendiri untuk menjelajah waktu. Di samping bergerak dengan kecepatan cahaya yang berisiko "membunuh" manusia, tantangan perjalanan waktu juga terjadi dari penuaan. 




 

BERITA LAINNYA



Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Persib Bandung Kembali Berlatih Besok
Selasa 19 Maret 2019
PERSIB


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

PKL Monju Akan Kembali Ditata
Selasa 19 Maret 2019
Kota Bandung


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

PR TV Jalin Kerja Sama dengan Unikom
Senin 18 Maret 2019
PRTV


Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu

 

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Sains Ungkap Kemungkinan Manusia Lakukan Perjalanan Waktu