Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks  




Kamis 25 April 2019

18:59 WIB

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks
@prfmnews

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks
PRFMNewsChannel

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks
Kamis 04 April 2019, 19:03 WIB

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks
Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks




Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Mendengar kata kanker, kita biasanya langsung merasa khawatir. Apalagi, kalau kita dengar dialami oleh orang-orang yang kita sayangi, apalagi saat diri sendiri divonis mengidap kanker. Dan, bagi perempuan, kanker serviks atau kanker leher rahim.

KANKER memang telah menjadi momok yang menakutkan, apalagi kanker serviks bagi para perempuan. Data menyebutkan, setiap hari ada 41 kasus baru di Indonesia. Dan, setiap hari, ada 20 kematian akibat kanker serviks.

Bila dilihat data global, setiap dua menit, ada seorang perempuan yang meninggal karena kanker serviks. Setiap menit pun ada satu kasus baru. Kematian tertinggi ada di India, Filipina, dan Thailand.

Meski memiliki risiko kematian yang tinggi, kanker serviks sebenarnya bisa dicegah. Bukan hanya dicegah dengan cara menerapkan pola hidup yang sehat dan perilaku seksual yang aman, tapi juga dicegah secara medis.

"Kanker serviks adalah salah satu kanker yang disebabkan oleh virus. Virus itu tidak membunuh para perempuan, tapi virus itu menyebabkan infeksi di bagian serviks. Penyebaran virus itu bisa dicegah," kata See Hui Ti, dokter konsultan senior Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre Mount Elizabeth Hospital Singapura, seperti yang dikutip Wartawan PR, Vebertina Manihuruk.

Dua pencegahan utama

Ada dua pencegahan  yang harus dilakukan, yaitu vaksinasi dini dan deteksi dini. Keduanya memiliki manfaat masing-masing dan dilakukan pada waktu yang tepat supaya lebih bermanfaat.

See Hui mengatakan, pencegahan pertama yang penting adalah vaksinasi untuk menciptakan kekebalan tubuh atas human papilloma virus (HPV). Virus jenis itulah yang akan menjadi infeksi dan akhirnya menyebabkan kanker serviks.

Vaksin HPV harus diberikan sedini mungkin pada usia anak-anak di sekolah dasar, sekitar 9 tahun. Pada masa-masa dini, vaksin akan bekerja menciptakan kekebalan sebelum infeksi terjadi.

"Vaksinasi HPV harus diberikan dini sekali sebelum seorang perempuan aktif secara seksual. Kenapa diberikan ketika anak-anak masih di sekolah dasar, karena pada saat itu sistem imunitasnya berada dalam kondisi yang sangat baik," imbuhnya.

Semakin dewasa, kata dia, sistem imunitas kita melemah. Namun, ketika diberikan di usia dini, kekebalan itu akan berlangsung seumur hidupnya. Vaksin itu pun akan tidak berguna bila diberikan setelah terinfeksi.

Pencegahan ke dua adalah pap smear yang harus dilakukan setiap perempuan ketika dia sudah aktif secara seksual. Pap smear sebagai bentuk deteksi dini yang bisa melihat apakah infeksi virus sudah terjadi atau belum.

"Pap smear adalah keharusan. Itu upaya screening yang dilakukan ke perempuan yang sudah aktif secara seksual. Usia 18-19 belum menikah tapi sudah aktif secara seksual, harus diperiksa. Pap smear dilakukan satu kali setahun, kalau sudah tidak aktif bisa tiga tahun sekali," ujarnya.

Namun, selain itu, ada pula cara pencegahan dengan pola hidup sehat dan perilaku seksual yang aman. HPV ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga perempuan yang sudah aktif secara seksual pasti berisiko. Apalagi, hubungan seksual tanpa pelindung yang dilakukan sebelum umur 16 tahun.

 Kendala

Meski kedua hal itu sangat penting, See Hui mengakui bahwa ada kendala untuk menerapkannya. Utamanya adalah kesadaran bahwa itu merupakan hal yang penting untuk pencegahan sehingga peluang kesembuhan akan tinggi bila terkena kanker serviks.

Untuk vaksinasi, ia mengatakan memang saat ini harganya masih mahal. Namun, hal itu pun terjadi pada pengembangan berbagai vaksin. Seperti vaksin MMR, Hepatitis, Difteria dan lainnya yang mulanya mahal.

Sementara, untuk pap smear, ada kendala psikologis seperti takut atau malu untuk diperiksa ke dokter ginekologi. Padahal, untuk memeriksa sel di serviks apakah ada indikasi infeksi virus HPV atau tidak, jalan satu-satunya dengan mengambil sel itu langsung melalui pap smear.



Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

 

BERITA TERKAIT


Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks
 

BERITA PILIHAN


Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

 

BERITA LAINNYA

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

APDI Minta POLRI Netral dan Jaga Transparansi serta Kejujuran Pemilu
Kamis 25 April 2019


Gagal Jadi Sekda, Benny Duga Terjadi Maladministrasi
Kamis 25 April 2019 Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks Oded Persilahkan Benny Bachtiar Menggugat
Kamis 25 April 2019 Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Kamis 25 April 2019 Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks Permainan Mengerucut Pada Ezechiel, Pengamat: Permainan Monoton
Kamis 25 April 2019 Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks Persib Kembali Kalah, Pengamat Nilai Radovic Tambah Catatan Minus
Kamis 25 April 2019 Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks Optimistis Leg Kedua, Persib Punya Modal Gol Tandang
Kamis 25 April 2019 Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

 

 

BERITA TERKAIT

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks
Kamis 04 April 2019, 19:03 WIB

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks
Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks


Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Mendengar kata kanker, kita biasanya langsung merasa khawatir. Apalagi, kalau kita dengar dialami oleh orang-orang yang kita sayangi, apalagi saat diri sendiri divonis mengidap kanker. Dan, bagi perempuan, kanker serviks atau kanker leher rahim.

KANKER memang telah menjadi momok yang menakutkan, apalagi kanker serviks bagi para perempuan. Data menyebutkan, setiap hari ada 41 kasus baru di Indonesia. Dan, setiap hari, ada 20 kematian akibat kanker serviks.

Bila dilihat data global, setiap dua menit, ada seorang perempuan yang meninggal karena kanker serviks. Setiap menit pun ada satu kasus baru. Kematian tertinggi ada di India, Filipina, dan Thailand.

Meski memiliki risiko kematian yang tinggi, kanker serviks sebenarnya bisa dicegah. Bukan hanya dicegah dengan cara menerapkan pola hidup yang sehat dan perilaku seksual yang aman, tapi juga dicegah secara medis.

"Kanker serviks adalah salah satu kanker yang disebabkan oleh virus. Virus itu tidak membunuh para perempuan, tapi virus itu menyebabkan infeksi di bagian serviks. Penyebaran virus itu bisa dicegah," kata See Hui Ti, dokter konsultan senior Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre Mount Elizabeth Hospital Singapura, seperti yang dikutip Wartawan PR, Vebertina Manihuruk.

Dua pencegahan utama

Ada dua pencegahan  yang harus dilakukan, yaitu vaksinasi dini dan deteksi dini. Keduanya memiliki manfaat masing-masing dan dilakukan pada waktu yang tepat supaya lebih bermanfaat.

See Hui mengatakan, pencegahan pertama yang penting adalah vaksinasi untuk menciptakan kekebalan tubuh atas human papilloma virus (HPV). Virus jenis itulah yang akan menjadi infeksi dan akhirnya menyebabkan kanker serviks.

Vaksin HPV harus diberikan sedini mungkin pada usia anak-anak di sekolah dasar, sekitar 9 tahun. Pada masa-masa dini, vaksin akan bekerja menciptakan kekebalan sebelum infeksi terjadi.

"Vaksinasi HPV harus diberikan dini sekali sebelum seorang perempuan aktif secara seksual. Kenapa diberikan ketika anak-anak masih di sekolah dasar, karena pada saat itu sistem imunitasnya berada dalam kondisi yang sangat baik," imbuhnya.

Semakin dewasa, kata dia, sistem imunitas kita melemah. Namun, ketika diberikan di usia dini, kekebalan itu akan berlangsung seumur hidupnya. Vaksin itu pun akan tidak berguna bila diberikan setelah terinfeksi.

Pencegahan ke dua adalah pap smear yang harus dilakukan setiap perempuan ketika dia sudah aktif secara seksual. Pap smear sebagai bentuk deteksi dini yang bisa melihat apakah infeksi virus sudah terjadi atau belum.

"Pap smear adalah keharusan. Itu upaya screening yang dilakukan ke perempuan yang sudah aktif secara seksual. Usia 18-19 belum menikah tapi sudah aktif secara seksual, harus diperiksa. Pap smear dilakukan satu kali setahun, kalau sudah tidak aktif bisa tiga tahun sekali," ujarnya.

Namun, selain itu, ada pula cara pencegahan dengan pola hidup sehat dan perilaku seksual yang aman. HPV ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga perempuan yang sudah aktif secara seksual pasti berisiko. Apalagi, hubungan seksual tanpa pelindung yang dilakukan sebelum umur 16 tahun.

 Kendala

Meski kedua hal itu sangat penting, See Hui mengakui bahwa ada kendala untuk menerapkannya. Utamanya adalah kesadaran bahwa itu merupakan hal yang penting untuk pencegahan sehingga peluang kesembuhan akan tinggi bila terkena kanker serviks.

Untuk vaksinasi, ia mengatakan memang saat ini harganya masih mahal. Namun, hal itu pun terjadi pada pengembangan berbagai vaksin. Seperti vaksin MMR, Hepatitis, Difteria dan lainnya yang mulanya mahal.

Sementara, untuk pap smear, ada kendala psikologis seperti takut atau malu untuk diperiksa ke dokter ginekologi. Padahal, untuk memeriksa sel di serviks apakah ada indikasi infeksi virus HPV atau tidak, jalan satu-satunya dengan mengambil sel itu langsung melalui pap smear.



 

BERITA LAINNYA



Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

Oded Persilahkan Benny Bachtiar Menggugat
Kamis 25 April 2019
Kota Bandung


Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Kamis 25 April 2019
Kota Bandung


Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks

 

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Sebabkan 20 Kematian Dalam Sehari, Ini Cara Cegah Kanker Serviks