Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung  




Jumat 28 Juli 2017

09:52 WIB

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
@prfmnews

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
PRFMNewsChannel

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
Jumat 17 Februari 2017, 17:32 WIB

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung




Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Kota Bandung akhirnya memberikan bantuan untuk keluarga Yayah (53) yang tinggal di bekas pos satpam berukuran 2,5 x 1 meter di Jalan Cipedes, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Yayah tinggal bersama suaminya, Didi (52) dan dua anaknya, Ade Yadi (28) serta Sandi Febriyana (17). Didi menumpang di kios di jalan yang sama, yang lokasinya berada persis di seberang kantor Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung. Anak kedua, Aldi Ramdan (23) dan anak ketiga, Diana (19) menumpang di rumah temannya. Sedangkan anak bungsunya, Faisal Mail (13) tidur di mana saja tergantung orang yang bawa.

Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung, Rono Rusdiantono mengatakan, bantuan biaya hidup diberikan selama setahun kepada Yayah.

"Bantuan dari Dinsos sudah diberikan selama sebulan, seperti makanan, periksa kesehatan, dicarikan pekerjaan, untuk biaya perbulan dari Sanbe sebesar Rp 1 juta selama setahun, uang kontrakan Rp 7 juta, anaknya keluarganya juga dipekerjakan, akan terus kita pantau," ujar Rono kepada Radio PRFM, Jumat (17/2/2017).

Menurutnya, pemerintah tidak akan membiayai warga miskin seperti Yayah selamanya, karena jika terus diberi bantuan, mereka nantinya akan malas untuk hidup mandiri.

"Kita tidak kasih bantuan selamanya, karena nanti mereka jadi manja, intinya kemiskinan itu bisa berhenti karena pendidikan. Nanti uangnya tidak diberikan langsung, ada tim khusus supaya pemakaiannya lebih efektif. Beliau juga dikasih kerjaan sama RW setempat menjadi pembuat bungkus gorengan, meskipun penghasilannya sedikit tapi minimal bisa membantu dia," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yayah terpaksa tinggal di bekas pos satpam karena impitan ekonomi. Suaminya tidak bisa bekerja sebagai sopir angkot lagi karena mengidap penyakit hernia, Yayah pun menderita stroke dan susah berjalan. Begitu pula dengan Ade, yang sudah dua kali mengalami patah kaki. Anak keempat, Sandi dipilih buat tinggal di pos, agar bisa sekalian menjaga Yayah dan Ade.



Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

 

BERITA TERKAIT


Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
 

BERITA PILIHAN


Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

 

BERITA LAINNYA

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Viral di Medsos, Dedi Mulyadi Undang Kakek Bernama Kanjut
Kamis 27 Juli 2017


Dedi : Segala Bentuk Kekerasan Mengatasnamakan Fans Harus Dihilangkan
Kamis 27 Juli 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung Jose Tegaskan Maung Bandung Siap Terkam Perseru Serui
Selasa 25 Juli 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung Pelajar Purwakarta Kembali Lakukan Panen Raya
Selasa 25 Juli 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung Pelajar Purwakarta Kembali Lakukan Panen Raya
Selasa 25 Juli 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung Diisukan Melatih Sriwijaya FC, Ini Kata Djanur
Senin 24 Juli 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung Tatap Paruh Kedua, Persib Fokus Berburu Striker
Minggu 23 Juli 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

 

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
Jumat 17 Februari 2017, 17:32 WIB

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung


Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Kota Bandung akhirnya memberikan bantuan untuk keluarga Yayah (53) yang tinggal di bekas pos satpam berukuran 2,5 x 1 meter di Jalan Cipedes, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Yayah tinggal bersama suaminya, Didi (52) dan dua anaknya, Ade Yadi (28) serta Sandi Febriyana (17). Didi menumpang di kios di jalan yang sama, yang lokasinya berada persis di seberang kantor Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung. Anak kedua, Aldi Ramdan (23) dan anak ketiga, Diana (19) menumpang di rumah temannya. Sedangkan anak bungsunya, Faisal Mail (13) tidur di mana saja tergantung orang yang bawa.

Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung, Rono Rusdiantono mengatakan, bantuan biaya hidup diberikan selama setahun kepada Yayah.

"Bantuan dari Dinsos sudah diberikan selama sebulan, seperti makanan, periksa kesehatan, dicarikan pekerjaan, untuk biaya perbulan dari Sanbe sebesar Rp 1 juta selama setahun, uang kontrakan Rp 7 juta, anaknya keluarganya juga dipekerjakan, akan terus kita pantau," ujar Rono kepada Radio PRFM, Jumat (17/2/2017).

Menurutnya, pemerintah tidak akan membiayai warga miskin seperti Yayah selamanya, karena jika terus diberi bantuan, mereka nantinya akan malas untuk hidup mandiri.

"Kita tidak kasih bantuan selamanya, karena nanti mereka jadi manja, intinya kemiskinan itu bisa berhenti karena pendidikan. Nanti uangnya tidak diberikan langsung, ada tim khusus supaya pemakaiannya lebih efektif. Beliau juga dikasih kerjaan sama RW setempat menjadi pembuat bungkus gorengan, meskipun penghasilannya sedikit tapi minimal bisa membantu dia," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yayah terpaksa tinggal di bekas pos satpam karena impitan ekonomi. Suaminya tidak bisa bekerja sebagai sopir angkot lagi karena mengidap penyakit hernia, Yayah pun menderita stroke dan susah berjalan. Begitu pula dengan Ade, yang sudah dua kali mengalami patah kaki. Anak keempat, Sandi dipilih buat tinggal di pos, agar bisa sekalian menjaga Yayah dan Ade.



 

BERITA LAINNYA



Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Viral di Medsos, Dedi Mulyadi Undang Kakek Bernama Kanjut
Kamis 27 Juli 2017
Purwakarta Istimewa


Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Pelajar Purwakarta Kembali Lakukan Panen Raya
Selasa 25 Juli 2017
Purwakarta Istimewa


Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Pelajar Purwakarta Kembali Lakukan Panen Raya
Selasa 25 Juli 2017
Purwakarta Istimewa


Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

 

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung