Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung  




Jumat 23 Juni 2017

05:11 WIB

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
@prfmnews

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
PRFMNewsChannel

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
Jumat 17 Februari 2017, 17:32 WIB

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung




Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Kota Bandung akhirnya memberikan bantuan untuk keluarga Yayah (53) yang tinggal di bekas pos satpam berukuran 2,5 x 1 meter di Jalan Cipedes, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Yayah tinggal bersama suaminya, Didi (52) dan dua anaknya, Ade Yadi (28) serta Sandi Febriyana (17). Didi menumpang di kios di jalan yang sama, yang lokasinya berada persis di seberang kantor Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung. Anak kedua, Aldi Ramdan (23) dan anak ketiga, Diana (19) menumpang di rumah temannya. Sedangkan anak bungsunya, Faisal Mail (13) tidur di mana saja tergantung orang yang bawa.

Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung, Rono Rusdiantono mengatakan, bantuan biaya hidup diberikan selama setahun kepada Yayah.

"Bantuan dari Dinsos sudah diberikan selama sebulan, seperti makanan, periksa kesehatan, dicarikan pekerjaan, untuk biaya perbulan dari Sanbe sebesar Rp 1 juta selama setahun, uang kontrakan Rp 7 juta, anaknya keluarganya juga dipekerjakan, akan terus kita pantau," ujar Rono kepada Radio PRFM, Jumat (17/2/2017).

Menurutnya, pemerintah tidak akan membiayai warga miskin seperti Yayah selamanya, karena jika terus diberi bantuan, mereka nantinya akan malas untuk hidup mandiri.

"Kita tidak kasih bantuan selamanya, karena nanti mereka jadi manja, intinya kemiskinan itu bisa berhenti karena pendidikan. Nanti uangnya tidak diberikan langsung, ada tim khusus supaya pemakaiannya lebih efektif. Beliau juga dikasih kerjaan sama RW setempat menjadi pembuat bungkus gorengan, meskipun penghasilannya sedikit tapi minimal bisa membantu dia," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yayah terpaksa tinggal di bekas pos satpam karena impitan ekonomi. Suaminya tidak bisa bekerja sebagai sopir angkot lagi karena mengidap penyakit hernia, Yayah pun menderita stroke dan susah berjalan. Begitu pula dengan Ade, yang sudah dua kali mengalami patah kaki. Anak keempat, Sandi dipilih buat tinggal di pos, agar bisa sekalian menjaga Yayah dan Ade.



Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

 

BERITA TERKAIT


Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
 

BERITA PILIHAN


Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

 

BERITA LAINNYA

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Gerakan Mudik Kamil 2017 Berangkatkan 50 Pemudik Hari Ini
Rabu 21 Juni 2017


Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan Merak, Pemudik Diimbau Hindari Waktu Ini
Rabu 21 Juni 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung 41 Ribu Kendaraan Sudah Melintasi Wilayah Karawang
Rabu 21 Juni 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung Jalur Cileunyi Mulai Didominasi Kendaraan Pemudik
Rabu 21 Juni 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung Puluhan Motor dari Luar Kota Mulai Melintasi Jalur Cimahi
Rabu 21 Juni 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung Legenda Sarankan Persib Cari Sosok Seperti Konate
Senin 19 Juni 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung Kalah Dari Barito, Persib Terkendala Penyelesaian Akhir
Senin 19 Juni 2017 Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

 

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
Jumat 17 Februari 2017, 17:32 WIB

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung
Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung


Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Kota Bandung akhirnya memberikan bantuan untuk keluarga Yayah (53) yang tinggal di bekas pos satpam berukuran 2,5 x 1 meter di Jalan Cipedes, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Yayah tinggal bersama suaminya, Didi (52) dan dua anaknya, Ade Yadi (28) serta Sandi Febriyana (17). Didi menumpang di kios di jalan yang sama, yang lokasinya berada persis di seberang kantor Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung. Anak kedua, Aldi Ramdan (23) dan anak ketiga, Diana (19) menumpang di rumah temannya. Sedangkan anak bungsunya, Faisal Mail (13) tidur di mana saja tergantung orang yang bawa.

Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung, Rono Rusdiantono mengatakan, bantuan biaya hidup diberikan selama setahun kepada Yayah.

"Bantuan dari Dinsos sudah diberikan selama sebulan, seperti makanan, periksa kesehatan, dicarikan pekerjaan, untuk biaya perbulan dari Sanbe sebesar Rp 1 juta selama setahun, uang kontrakan Rp 7 juta, anaknya keluarganya juga dipekerjakan, akan terus kita pantau," ujar Rono kepada Radio PRFM, Jumat (17/2/2017).

Menurutnya, pemerintah tidak akan membiayai warga miskin seperti Yayah selamanya, karena jika terus diberi bantuan, mereka nantinya akan malas untuk hidup mandiri.

"Kita tidak kasih bantuan selamanya, karena nanti mereka jadi manja, intinya kemiskinan itu bisa berhenti karena pendidikan. Nanti uangnya tidak diberikan langsung, ada tim khusus supaya pemakaiannya lebih efektif. Beliau juga dikasih kerjaan sama RW setempat menjadi pembuat bungkus gorengan, meskipun penghasilannya sedikit tapi minimal bisa membantu dia," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yayah terpaksa tinggal di bekas pos satpam karena impitan ekonomi. Suaminya tidak bisa bekerja sebagai sopir angkot lagi karena mengidap penyakit hernia, Yayah pun menderita stroke dan susah berjalan. Begitu pula dengan Ade, yang sudah dua kali mengalami patah kaki. Anak keempat, Sandi dipilih buat tinggal di pos, agar bisa sekalian menjaga Yayah dan Ade.



 

BERITA LAINNYA



Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung

 

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Sempat Tinggal di Bekas Pos Satpam, Yayah Akhirnya Dibantu Pemkot Bandung