Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis  




Kamis 21 November 2019

02:29 WIB

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
@prfmnews

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
PRFMNewsChannel

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Kamis 25 April 2019, 14:29 WIB
Kota Bandung
Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis




Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

Redaksi Oleh : Tamara Hani Nurjannah
Foto Oleh : Rizky Perdana - PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2019, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Koesmayadi Tatang Padmadinata mengatakan, kesediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di Jawa Barat bermacam. Ia mengatakan, permintaan telur yang tinggi salah satunya, mengakibatkan kesediaan telur jelang Ramadhan mengalami defisit.  

"Memang kita di Jawa Barat juga permintaan telur itu tinggi. Karena kebutuhan di Jabar tidak hanya kebutuhan ibu rumah tangga, tapi juga untuk peternak," kata Koesmayadi saat ditemui PRFM di Gedung Sate Bandung, Kamis (25/4/2019). 

Ia mengakui tingginya pembeli telur di Jawa Barat dikarenakan banyaknya penjual kue keriung dan pabrik biskuit. 

"Kemudian pabrik biskuit, pabrik kue kering itu juga banyak di Jawa Barat," katanya. 

Berbeda dengan telur, cabe merah mengalami ledakan produksi. Bahkan, lanjut Koesmayadi, di Garut harga cabe merah mencapai Rp. 2.500/kilo. 

"Sampai di garut harganya Rp. 2.500/kilo. Masih ada beberapa stok. Untuk cabe merah kita surplurs," ungkapnya. 

Daging sapi, ia melanjutkan, pihaknya menyiapkan 80.500 ekor sapi. 1.500 ekor diantaranya induk yang tidak bisa dipotong. 75.000 ekor sisanya, kata Koesmayadi, siap dipotong. 

"Sifatnya sekaarang daging sapi kalau misalnya dibutuhkan bahan ada 80.500 ekor sapi yang ada. 1.500 diantaranya indukan, itu idak bisa dipotong. Kemudian ada 75 ribu lebih sapi yag siap dipotong," jelasnya.  

Kemudian, kesiapan ayam menurutnya berlebih. Meski demikian, ia menjelaskan satu tahun terdapat tujuh periode ayam, jika lima diantaranya rugi, maka dua periode dikhususkan untuk hari raya besar keagamaan, dimana harga akan meningkat. 

"Satu thun itu ada 7 periode, 5 diantaranya untungnya pas-pasan, kecil bahkan rugi. Dua periode mengembalikan kerugian tadi. Digunakan untuk hari raya besar keagamaan, memang harganya naik, nah sekarang juga mulai ancang-ancang, tapi dari segi stok cukup," jelasnya.  

Dengan demikian, pihaknya meminta agar masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas. 

"Memberikan masukan, menjadi kan konsumen yang cerdas. Bahan baku cukup kecuali cengek kurang, kurangi pedasnya," ucapnya. 










 

BERITA TERKAIT


Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
 

BERITA PILIHAN


Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

 

BERITA LAINNYA

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

Belasan Suporter Indonesia Sempat Ditahan Polisi Malaysia
Rabu 20 November 2019


Buruh Tolak UMK Kota Bandung 2020
Rabu 20 November 2019 Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis DPRD Akui Kecolongan Soal Anggaran Pembangunan Kolam Renang Gedung Pakuan
Rabu 20 November 2019 Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis Horison Ultima Bandung Jaga Silaturahmi Melalui General Staff Metting
Rabu 20 November 2019 Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis Jalur Lingkar Emen Mulai Dibangun
Rabu 20 November 2019 Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis Deden Natsir Beberkan Kondisi Terkini Cederanya
Rabu 20 November 2019 Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis Lewat Desa Cageur, Pemprov Harap Angka Stunting di Jabar Turun
Rabu 20 November 2019 Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

 

 

BERITA TERKAIT

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Kamis 25 April 2019, 14:29 WIB
Kota Bandung

Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis
Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis


Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

Redaksi Oleh : Tamara Hani Nurjannah
Sumber Foto : Rizky Perdana - PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2019, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar, Koesmayadi Tatang Padmadinata mengatakan, kesediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di Jawa Barat bermacam. Ia mengatakan, permintaan telur yang tinggi salah satunya, mengakibatkan kesediaan telur jelang Ramadhan mengalami defisit.  

"Memang kita di Jawa Barat juga permintaan telur itu tinggi. Karena kebutuhan di Jabar tidak hanya kebutuhan ibu rumah tangga, tapi juga untuk peternak," kata Koesmayadi saat ditemui PRFM di Gedung Sate Bandung, Kamis (25/4/2019). 

Ia mengakui tingginya pembeli telur di Jawa Barat dikarenakan banyaknya penjual kue keriung dan pabrik biskuit. 

"Kemudian pabrik biskuit, pabrik kue kering itu juga banyak di Jawa Barat," katanya. 

Berbeda dengan telur, cabe merah mengalami ledakan produksi. Bahkan, lanjut Koesmayadi, di Garut harga cabe merah mencapai Rp. 2.500/kilo. 

"Sampai di garut harganya Rp. 2.500/kilo. Masih ada beberapa stok. Untuk cabe merah kita surplurs," ungkapnya. 

Daging sapi, ia melanjutkan, pihaknya menyiapkan 80.500 ekor sapi. 1.500 ekor diantaranya induk yang tidak bisa dipotong. 75.000 ekor sisanya, kata Koesmayadi, siap dipotong. 

"Sifatnya sekaarang daging sapi kalau misalnya dibutuhkan bahan ada 80.500 ekor sapi yang ada. 1.500 diantaranya indukan, itu idak bisa dipotong. Kemudian ada 75 ribu lebih sapi yag siap dipotong," jelasnya.  

Kemudian, kesiapan ayam menurutnya berlebih. Meski demikian, ia menjelaskan satu tahun terdapat tujuh periode ayam, jika lima diantaranya rugi, maka dua periode dikhususkan untuk hari raya besar keagamaan, dimana harga akan meningkat. 

"Satu thun itu ada 7 periode, 5 diantaranya untungnya pas-pasan, kecil bahkan rugi. Dua periode mengembalikan kerugian tadi. Digunakan untuk hari raya besar keagamaan, memang harganya naik, nah sekarang juga mulai ancang-ancang, tapi dari segi stok cukup," jelasnya.  

Dengan demikian, pihaknya meminta agar masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas. 

"Memberikan masukan, menjadi kan konsumen yang cerdas. Bahan baku cukup kecuali cengek kurang, kurangi pedasnya," ucapnya. 






 

BERITA LAINNYA



Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

Belasan Suporter Indonesia Sempat Ditahan Polisi Malaysia
Rabu 20 November 2019
Kualifikasi Piala Dunia 2022


Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

Buruh Tolak UMK Kota Bandung 2020
Rabu 20 November 2019
Upah Minimum Kota/Kabupaten


Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

DPRD Akui Kecolongan Soal Anggaran Pembangunan Kolam Renang Gedung Pakuan
Rabu 20 November 2019
Kolam Renang di Gedung Pakuan


Sepekan Jelang Ramadhan, Stok Telur Menipis

Jalur Lingkar Emen Mulai Dibangun
Rabu 20 November 2019
Tanjakan Emen