Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang  




Selasa 25 Februari 2020

04:17 WIB

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang
@prfmnews

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang
PRFMNewsChannel

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang
Kamis 11 Oktober 2018, 13:13 WIB

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang
Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang




Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Tommy Riyadi-PRFM

Kasubid 1 Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung, Andri Heru Santo saat diwawancarai awak media terkait dengan potensi bencana likuifaksi di Kota Bandung, Kamis (11/10/2018).


BANDUNG, (PRFM) - Gempa dengan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah mengakibatkan terjadinya likuifaksi di sejumlah wilayah. Kondisi ini mengakibatkan bangunan yang ada di atasnya berpindah tempat atau ambles ke dalam tanah seperti di kawasan Petobo dan Balaroa.

Seperti diketahui, Likuifaksi atau pencairan tanah adalah fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan, misalnya getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah wujud menjadi cairan atau air berat.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh peneliti dari ITB pada medio 1999-2000 wilayah kota Bandung pun diketahui rawan terjadinya likuifaksi ini.

"Hasil kajian 1990-2000 ada beberapa kecamatan di Bandung yang rawan terjadi likuifaksi khususnya di Bandung selatan. Itu jadi semacam early warning system  untuk jenis pembangunan di Bandung selatan, artinya harus memperhatikan struktur bangunan dan jalur evakuasi," kata Kasubid 1 Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung, Andri Heru Santoso, saat on air di PRFM, Kamis (11/10/2018).

Tak hanya di Bandung selatan saja, menurut Heru wilayah Kota Bandung pun memiliki tingkat kerawanan yang sama. Dia menyebut setidaknya ada sekitar 10 kecamatan yang rawan terjadi likuifaksi.

"Diantaranya, Bandung Kulon sampai ke Astana Anyar dan beberapa Kecamatan di tengah Kota Bandung serta Bandung Timur," ungkapnya. 

Kondisi geografis Bandung yang dulunya merupakan sebuah danau purba, lanjut Heru menjadi faktor likuifaksi ini bisa terjadi. Pasalnya kontur tanah di Bandung lebih banyak mengandung air serta ada Sejumlah daerah yang dahulu merupakan rawa.

"Dulu Bandung itu danau purba dan berada di kawasan cekungan sehingga airnya surut dan jenis tanah tertentu masuk daerah rawa seperti di Gedebage," tuturnya. 

Kondisi tanah yang banyak dipenuhi air, sambung Heru membuat pemanfaatan air tanah semakin masih di Bandung. Menurutnya pemanfaatan air tanah yang semakin tak terkendali ditambah dengan pembangunan infrastruktur di daerah tertentu bisa menjadi penyebab likuifaksi terjadi.

"Dengan jumlah penduduk banyak artinya pengambilan air tanah di kawasan pemukiman belum ada pengendalian. Akhirnya karena sumber air baku terbatas yang paling murah adalah air tanah. Pengambilan dengan tidak terkendali itu juga mempercepat potensi likuifaksi," jelasnya. 

Meski demikian, Heru mengungkapkan masyarakat tak perlu khawatir dengan adanya potensi kebencanaan likuifaksi ini. Sebab hasil kajian yang menyebutkan 10 kecamatan rawan likuifaksi perlu diperbaharui lagi.  

"Secara lebih teknis harus dibuktikan dan diupdate ulang karena penelitian ini sudah lama. Intinya ini pekerjaan rumah bersama bawah pemerintah harus mengintevensi dan mensosialisasikan bagaimana mengedukasi kepada warga bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Karena di Bandung sendiri tingkat edukasi warga masih rendah," pungkasnya.











 

BERITA TERKAIT


Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang
 

BERITA PILIHAN


Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

 

BERITA LAINNYA

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020


Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020 Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020 Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang Dua Tahun Citarum Harum, Pabrik di Sekitar DAS Berlomba-Lomba Buat IPAL
Minggu 09 Februari 2020 Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang Virus Corona Hantam Pariwisata, PHRI Usul Tiket Pesawat dan Hotel Diturunkan
Minggu 09 Februari 2020 Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

 

 

BERITA TERKAIT

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang
Kamis 11 Oktober 2018, 13:13 WIB

Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang
Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang


Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Tommy Riyadi-PRFM


Kasubid 1 Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung, Andri Heru Santo saat diwawancarai awak media terkait dengan potensi bencana likuifaksi di Kota Bandung, Kamis (11/10/2018).


BANDUNG, (PRFM) - Gempa dengan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah mengakibatkan terjadinya likuifaksi di sejumlah wilayah. Kondisi ini mengakibatkan bangunan yang ada di atasnya berpindah tempat atau ambles ke dalam tanah seperti di kawasan Petobo dan Balaroa.

Seperti diketahui, Likuifaksi atau pencairan tanah adalah fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan, misalnya getaran gempa bumi atau perubahan ketegangan lain secara mendadak, sehingga tanah yang padat berubah wujud menjadi cairan atau air berat.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh peneliti dari ITB pada medio 1999-2000 wilayah kota Bandung pun diketahui rawan terjadinya likuifaksi ini.

"Hasil kajian 1990-2000 ada beberapa kecamatan di Bandung yang rawan terjadi likuifaksi khususnya di Bandung selatan. Itu jadi semacam early warning system  untuk jenis pembangunan di Bandung selatan, artinya harus memperhatikan struktur bangunan dan jalur evakuasi," kata Kasubid 1 Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung, Andri Heru Santoso, saat on air di PRFM, Kamis (11/10/2018).

Tak hanya di Bandung selatan saja, menurut Heru wilayah Kota Bandung pun memiliki tingkat kerawanan yang sama. Dia menyebut setidaknya ada sekitar 10 kecamatan yang rawan terjadi likuifaksi.

"Diantaranya, Bandung Kulon sampai ke Astana Anyar dan beberapa Kecamatan di tengah Kota Bandung serta Bandung Timur," ungkapnya. 

Kondisi geografis Bandung yang dulunya merupakan sebuah danau purba, lanjut Heru menjadi faktor likuifaksi ini bisa terjadi. Pasalnya kontur tanah di Bandung lebih banyak mengandung air serta ada Sejumlah daerah yang dahulu merupakan rawa.

"Dulu Bandung itu danau purba dan berada di kawasan cekungan sehingga airnya surut dan jenis tanah tertentu masuk daerah rawa seperti di Gedebage," tuturnya. 

Kondisi tanah yang banyak dipenuhi air, sambung Heru membuat pemanfaatan air tanah semakin masih di Bandung. Menurutnya pemanfaatan air tanah yang semakin tak terkendali ditambah dengan pembangunan infrastruktur di daerah tertentu bisa menjadi penyebab likuifaksi terjadi.

"Dengan jumlah penduduk banyak artinya pengambilan air tanah di kawasan pemukiman belum ada pengendalian. Akhirnya karena sumber air baku terbatas yang paling murah adalah air tanah. Pengambilan dengan tidak terkendali itu juga mempercepat potensi likuifaksi," jelasnya. 

Meski demikian, Heru mengungkapkan masyarakat tak perlu khawatir dengan adanya potensi kebencanaan likuifaksi ini. Sebab hasil kajian yang menyebutkan 10 kecamatan rawan likuifaksi perlu diperbaharui lagi.  

"Secara lebih teknis harus dibuktikan dan diupdate ulang karena penelitian ini sudah lama. Intinya ini pekerjaan rumah bersama bawah pemerintah harus mengintevensi dan mensosialisasikan bagaimana mengedukasi kepada warga bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Karena di Bandung sendiri tingkat edukasi warga masih rendah," pungkasnya.







 

BERITA LAINNYA



Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


Sepuluh Kecamatan di Bandung Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Bappelitbang

Dua Tahun Citarum Harum, Pabrik di Sekitar DAS Berlomba-Lomba Buat IPAL
Minggu 09 Februari 2020
Berita 9 Februari 2020