Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola  




Rabu 16 Oktober 2019

17:45 WIB

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola
@prfmnews

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola
PRFMNewsChannel

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola
Senin 01 Juli 2019, 17:24 WIB

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola
Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola




Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Istimewa

Foto: Kondisi mobil Ridwan yang penyok akibat dirusak suporter Persija. 


BANDUNG, (PRFM) - Kejadian kurang mengenakan menimpa warga Bandung, Ridwan Firdaus. Kejadian tersebut terjadi di KM 10 Tol Cikunir pada Sabtu, 29 Juni 2019 sekira pukul 13.20 WIB. Saat itu dia bersama keluarganya hendak pulang ke Bandung usai menghadiri resepsi pernikahan keponakannya di Tangerang. Sialnya ia kena sweeping suporter Persija lantaran kendaraan dia dan kendaraan adiknya berplat D. 

Ridwan mengatakan, ketika memasuki KM 10 Tol Cikunir, saat bersamaan melintas dua metromini yang mengangkut rombongan suporter Macan Kemayoran. 

"Mobil adik saya di depan, saya di belakang beda mobil. Di depan kendaraan adik saya ada dua metromini yang mengangkut suporter Persija. Saya lihat mereka menunjuk-nunjuk ke kendaraan adik saya," katanya saat On Air di PRFM, Senin (1/7/2019). 

Ia mengatakan, sejumlah oknum suporter tersebut marah-marah kepada adiknya. Karena jendela mobil adiknya tidak ditutup, salah seorang oknum suporter menggalantung ke jendela mobil adiknya. Lalu, memukul adiknya. "Ga puas juga, tangannya pukul dua kali," katanya. 

Untungnya, pada saat itu ada tiga orang petugas PJR yang kebetulan melintas. Alhasil, adik Ridwan berhasil lolos dari kerumunan suporter Persija. Namun, Ridwan yang kendaraannya berada dibelakang puluhan suporter Persija merasa was-was. Petugas PJR pun mengimbau Ridwan untuk tidak membuka jendela mobilnya. 

Petugas PJR yang hanya berjumlah tiga orang itu tak mampu melerai aksi suporter Persija. Mobil Ridwan yang terjebak diantara puluhan suporter Macan Kemayoran itu, menjadi bulan-bulanan. 

"Setelah itu saya yang kena, banyakan gitu, pukul kaca mobil dan kap depan. Samping mobil juga dipukul-pukul, lalu ada yang naik ke atas kabin dan joget-joget," katanya. 

Di dalam mobil, keluarga Ridwan histeris. Isteri, ibu, dan anak-anak Ridwan merasa ketakutan. Oknum suporter Persija itu kemudian ada yang menyuruh Ridwan untuk membuka jendela mobilnya. Mereka meminta Ridwan untuk mengeluarkan atribut Persib. Namun, tak didapat, karena memang Ridwan tidak membawa atribut Persib lantaran baru pulang dari resepsi pernikahan. 

"Saya disuruh buka jendela, saya takut. Jendela ditutup, tetap aja dipukul. Saya beranikan diri buka jendela setengah, mereka langsung nonjok muka saya," katanya. 

Ridwan pun menjelaskan bahwa dirinya sehabis pulang dari pernikahan di Tangerang. Namun, oknum suporter tetap melancarkan pukulan. Setelah itu ada salah satu suporter yang naik ke kap mobil Ridwan. Dikira mau merusak, ternyata dia menyuruh Ridwan untuk cepat melajukan kendaraan untuk menghindari amukan suporter. Akhirnya Ridwan pun berhasil lolos dari kerumunan suporter. 

"Ada seorang suporter dia baik, naik ke kap mesin. Dikira mau merusak, ternyata dia kasih kode untuk maju cepat. Dia kasih jari, tanda menyuruh saya lebih cepat lagi melajukan kendaraan. Setelah agak jauh, dia kasih kode saya untuk kepinggir jalan," katanya.

Setelah kepinggir jalan, ia memberhentikan mobilnya. Karena trauma, Ridwan tidak berani membuka jendela mobilnya. Ia hanya mengucapkan terimakasih kepada seorang suporter itu dari dalam mobil. 

"Alhamdulilah selamat, dari dalam saya ga berani buka. Saya sampaikan terimakasih dari dalam mobil, kata dia langsung aja jalan," jelasnya. 

Setelah itu ia pun langsung melajukan kendaraannya ke arah Bandung. Ia dan keluarganya merasa trauma dengan kejadian tersebut. Ia menyayangkan tidak ada petugas keamanan yang mengawal iring-iringan suporter. Apalagi kejadian tersebut terjadi di dalam tol. 

"Yang saya sayangkan, tidak ada pengamanan dari kepolisian yang mengawal, hanya ada tiga petugas PJR, itu pun juga yang lewat," katanya. 

Kejadian tersebut menjadi pengalaman buruk dalam hidupnya. ia berharap kedepannya suporter bola lebih dewasa. Serta jangan menyamaratakan orang Bandung dengan hubungan antar suporter. 










 

BERITA TERKAIT


Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola
 

BERITA PILIHAN


Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola

 

BERITA LAINNYA

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola

Crosshijaber Berpotensi Ganggu Kenyamanan Pelaksanaan Ibadah
Rabu 16 Oktober 2019


Jabar Sabet Tiga Penghargaan Internasional di Markas PBB Asia Pasifik
Rabu 16 Oktober 2019 Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola Dewan Sarankan Pemkot Bandung Danai Proyek LRT Melalui KPBU
Rabu 16 Oktober 2019 Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola Tingkat Kunjungan Menurun, Pajak Hotel dan Restoran di Bandung Tak Capai Target
Rabu 16 Oktober 2019 Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola Pemkot Punya Waktu 20 Tahun Benahi Drainase Kota Cimahi
Rabu 16 Oktober 2019 Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola Termasuk Simulasi Soal, BKN: Banyak Modus Penipuan Jelang Penerimaan CPNS
Rabu 16 Oktober 2019 Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola Jokowi Minta Pelantikan Presiden & Wakil Presiden 2019-2024 Dilakukan Sederhana
Rabu 16 Oktober 2019 Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola

 

 

BERITA TERKAIT

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola
Senin 01 Juli 2019, 17:24 WIB

Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola
Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola


Sial, Pulang Dari Resepsi Pernikahan Malah Kena Sweeping Suporter Bola

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Istimewa


Foto: Kondisi mobil Ridwan yang penyok akibat dirusak suporter Persija. 


BANDUNG, (PRFM) - Kejadian kurang mengenakan menimpa warga Bandung, Ridwan Firdaus. Kejadian tersebut terjadi di KM 10 Tol Cikunir pada Sabtu, 29 Juni 2019 sekira pukul 13.20 WIB. Saat itu dia bersama keluarganya hendak pulang ke Bandung usai menghadiri resepsi pernikahan keponakannya di Tangerang. Sialnya ia kena sweeping suporter Persija lantaran kendaraan dia dan kendaraan adiknya berplat D. 

Ridwan mengatakan, ketika memasuki KM 10 Tol Cikunir, saat bersamaan melintas dua metromini yang mengangkut rombongan suporter Macan Kemayoran. 

"Mobil adik saya di depan, saya di belakang beda mobil. Di depan kendaraan adik saya ada dua metromini yang mengangkut suporter Persija. Saya lihat mereka menunjuk-nunjuk ke kendaraan adik saya," katanya saat On Air di PRFM, Senin (1/7/2019). 

Ia mengatakan, sejumlah oknum suporter tersebut marah-marah kepada adiknya. Karena jendela mobil adiknya tidak ditutup, salah seorang oknum suporter menggalantung ke jendela mobil adiknya. Lalu, memukul adiknya. "Ga puas juga, tangannya pukul dua kali," katanya. 

Untungnya, pada saat itu ada tiga orang petugas PJR yang kebetulan melintas. Alhasil, adik Ridwan berhasil lolos dari kerumunan suporter Persija. Namun, Ridwan yang kendaraannya berada dibelakang puluhan suporter Persija merasa was-was. Petugas PJR pun mengimbau Ridwan untuk tidak membuka jendela mobilnya. 

Petugas PJR yang hanya berjumlah tiga orang itu tak mampu melerai aksi suporter Persija. Mobil Ridwan yang terjebak diantara puluhan suporter Macan Kemayoran itu, menjadi bulan-bulanan. 

"Setelah itu saya yang kena, banyakan gitu, pukul kaca mobil dan kap depan. Samping mobil juga dipukul-pukul, lalu ada yang naik ke atas kabin dan joget-joget," katanya. 

Di dalam mobil, keluarga Ridwan histeris. Isteri, ibu, dan anak-anak Ridwan merasa ketakutan. Oknum suporter Persija itu kemudian ada yang menyuruh Ridwan untuk membuka jendela mobilnya. Mereka meminta Ridwan untuk mengeluarkan atribut Persib. Namun, tak didapat, karena memang Ridwan tidak membawa atribut Persib lantaran baru pulang dari resepsi pernikahan. 

"Saya disuruh buka jendela, saya takut. Jendela ditutup, tetap aja dipukul. Saya beranikan diri buka jendela setengah, mereka langsung nonjok muka saya," katanya. 

Ridwan pun menjelaskan bahwa dirinya sehabis pulang dari pernikahan di Tangerang. Namun, oknum suporter tetap melancarkan pukulan. Setelah itu ada salah satu suporter yang naik ke kap mobil Ridwan. Dikira mau merusak, ternyata dia menyuruh Ridwan untuk cepat melajukan kendaraan untuk menghindari amukan suporter. Akhirnya Ridwan pun berhasil lolos dari kerumunan suporter. 

"Ada seorang suporter dia baik, naik ke kap mesin. Dikira mau merusak, ternyata dia kasih kode untuk maju cepat. Dia kasih jari, tanda menyuruh saya lebih cepat lagi melajukan kendaraan. Setelah agak jauh, dia kasih kode saya untuk kepinggir jalan," katanya.

Setelah kepinggir jalan, ia memberhentikan mobilnya. Karena trauma, Ridwan tidak berani membuka jendela mobilnya. Ia hanya mengucapkan terimakasih kepada seorang suporter itu dari dalam mobil. 

"Alhamdulilah selamat, dari dalam saya ga berani buka. Saya sampaikan terimakasih dari dalam mobil, kata dia langsung aja jalan," jelasnya. 

Setelah itu ia pun langsung melajukan kendaraannya ke arah Bandung. Ia dan keluarganya merasa trauma dengan kejadian tersebut. Ia menyayangkan tidak ada petugas keamanan yang mengawal iring-iringan suporter. Apalagi kejadian tersebut terjadi di dalam tol. 

"Yang saya sayangkan, tidak ada pengamanan dari kepolisian yang mengawal, hanya ada tiga petugas PJR, itu pun juga yang lewat," katanya. 

Kejadian tersebut menjadi pengalaman buruk dalam hidupnya. ia berharap kedepannya suporter bola lebih dewasa. Serta jangan menyamaratakan orang Bandung dengan hubungan antar suporter. 






 

BERITA LAINNYA