SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah  




Sabtu 23 Juni 2018

07:34 WIB

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah
@prfmnews

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah
PRFMNewsChannel

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah
Senin 08 Januari 2018, 15:28 WIB

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah
SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah




SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Rilis KPAI

BANDUNG, (PRFM) - KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) melakukan pengawasan ke SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (7/1/2018) kemarin.  Dari hasil tinjauan didapati ruangan keterampilan SMPN 3 Jonggat yang digunakan untuk ruang  pembelajaran computer rubuh pada 31 Desember 2017.


“Sebenarnya saya sedang liburan bersama keluarga di Lombok, kebetulan membaca koran lokal yang memberitakan bahwa SMPN 3 Jonggat, Lombok tengah rubuh.  Akhirnya peninjauan langsung ke lokasi didampingi para guru dari Serikat Guru Indonesia (SGI) Mataram. Ini dadakan tanpa saya rencanakan, hanya tergerak hati memikirkan keselamatan anak-anak SMPN 3 Jonggat,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti dalam rilis yang diterima PRFM, Senin (8/1/2018). 


Saat turun pengawasan, KPAI menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah dan memperoleh nomor seluler Kepala SMPN 3 Jonggat. Kepala Sekolah ketika dihubungi mengirim wakil kepala sekolah karena yang bersangkutan sedang berada di luar kota. Subianto, Wakil Kepala SMPN 3 Jonggat, yang kemudian mendampingi KPAI keliling sekolah memasuki seluruh ruangan yang berpotensi rubuh, karena dari 15 ruang kelas, 7 kelas berpotensi rubuh dan membahayakan keselamatan anak-anak, menginat seluruh ruangan itu sampai sekarang masih di pergunakan untuk proses pembelajaran. 


Secara umum, KPAI menyimpulkan bahwa gedung SMPN 3 Jonggat sudah masuk kategori membahayakan siswa, guru maupun karyawan, karena terkategori rusak berat. Sarana dan prasarana yang ada tidak memenuhi standar minimal dari Standar Nasional Pendidikan (SNP), padahal sekolah ini memiliki 328 siswa dan 40 guru/karyawan. 


Meski pihak sekolah mengaku sudah 5 kali mengirim proposal pengajuan pembangunan atau rehab total SMPN 3 Jonggat, namun tak kunjung di setujui pemerintah kabupaten.  Dari hasil penelusuran KPAI melalui berita Koran lokal, penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah mengatakan bahwa rehab total  menunggu jawaban pengajuan dari Kemndikbud RI, padahal SD dan SMP berada di bawah tanggungjawab pemerintah daerah.  


“Seharusnya Pemda bisa berinisiatif dengan APBD bukan hanya menunggu bantuan dari Kemdikbud RI, seolah melempar tanggungjawab kepada pihak Kemdikbud RI, nanti kalau rubuh dan memakan korban jiwa anak-anak, maka tanggungjawabnya bisa di lempar ke pemerintah pusat juga,” ujar Retno. 




SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

 

BERITA TERKAIT


SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah
 

BERITA PILIHAN


SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

 

BERITA LAINNYA

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

Arus Balik di Terminal Cicaheum Naik 17% Dibanding Tahun 2017
Jumat 22 Juni 2018


Persib Tantang Persija di Stadion PTIK Jakarta
Jumat 22 Juni 2018 SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah Awal Juni Ini Realisasi APBD Jabar TA 2018 Capai 36,73%
Jumat 22 Juni 2018 SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah Disdukcapil Kota Bandung Gelar Operasi Simpatik di Cicaheum
Jumat 22 Juni 2018 SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah Pengamat Nilai Pemerintah Hanya Fokus Pada Arus Mudik Lebaran
Jumat 22 Juni 2018 SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah Tanggal 24 Juni 2018 Batas Akhir Penyerahan LPPDK Paslon Gubernur
Jumat 22 Juni 2018 SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah Proyek Tol Bandung-Tasik Sudah Tahap Lelang Investasi
Jumat 22 Juni 2018 SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

 

 

BERITA TERKAIT

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah
Senin 08 Januari 2018, 15:28 WIB

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah
SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah


SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Rilis KPAI


BANDUNG, (PRFM) - KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) melakukan pengawasan ke SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (7/1/2018) kemarin.  Dari hasil tinjauan didapati ruangan keterampilan SMPN 3 Jonggat yang digunakan untuk ruang  pembelajaran computer rubuh pada 31 Desember 2017.


“Sebenarnya saya sedang liburan bersama keluarga di Lombok, kebetulan membaca koran lokal yang memberitakan bahwa SMPN 3 Jonggat, Lombok tengah rubuh.  Akhirnya peninjauan langsung ke lokasi didampingi para guru dari Serikat Guru Indonesia (SGI) Mataram. Ini dadakan tanpa saya rencanakan, hanya tergerak hati memikirkan keselamatan anak-anak SMPN 3 Jonggat,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti dalam rilis yang diterima PRFM, Senin (8/1/2018). 


Saat turun pengawasan, KPAI menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah dan memperoleh nomor seluler Kepala SMPN 3 Jonggat. Kepala Sekolah ketika dihubungi mengirim wakil kepala sekolah karena yang bersangkutan sedang berada di luar kota. Subianto, Wakil Kepala SMPN 3 Jonggat, yang kemudian mendampingi KPAI keliling sekolah memasuki seluruh ruangan yang berpotensi rubuh, karena dari 15 ruang kelas, 7 kelas berpotensi rubuh dan membahayakan keselamatan anak-anak, menginat seluruh ruangan itu sampai sekarang masih di pergunakan untuk proses pembelajaran. 


Secara umum, KPAI menyimpulkan bahwa gedung SMPN 3 Jonggat sudah masuk kategori membahayakan siswa, guru maupun karyawan, karena terkategori rusak berat. Sarana dan prasarana yang ada tidak memenuhi standar minimal dari Standar Nasional Pendidikan (SNP), padahal sekolah ini memiliki 328 siswa dan 40 guru/karyawan. 


Meski pihak sekolah mengaku sudah 5 kali mengirim proposal pengajuan pembangunan atau rehab total SMPN 3 Jonggat, namun tak kunjung di setujui pemerintah kabupaten.  Dari hasil penelusuran KPAI melalui berita Koran lokal, penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah mengatakan bahwa rehab total  menunggu jawaban pengajuan dari Kemndikbud RI, padahal SD dan SMP berada di bawah tanggungjawab pemerintah daerah.  


“Seharusnya Pemda bisa berinisiatif dengan APBD bukan hanya menunggu bantuan dari Kemdikbud RI, seolah melempar tanggungjawab kepada pihak Kemdikbud RI, nanti kalau rubuh dan memakan korban jiwa anak-anak, maka tanggungjawabnya bisa di lempar ke pemerintah pusat juga,” ujar Retno. 




 

BERITA LAINNYA



SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah

 

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

SMPN 3 Jonggat Rubuh, KPAI Sesalkan Sikap Pemda Lombok Tengah