Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan  




Rabu 24 Mei 2017

07:20 WIB

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
@prfmnews

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
PRFMNewsChannel

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
Rabu 11 Januari 2017, 17:02 WIB

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan




Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) – Terkait penanganan orang-orang yang dituduh melakukan makar, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai aparat kepolisian telah melakukan abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan). Indikatornya, kata Fadli, ada banyak perbedaan penanganan kepolisian dalam proses pemeriksaan kasus makar dengan penistaan agama.

"Kami menerima pengaduan serupa dari putri kandung Proklamator RI, Rachmawati Soekarnoputeri, dan kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, terkait penanganan pemeriksaan tertuduh makar dengan cara interogasi sebagai abuse of power," ujar Fadli  saat menerima audiensi  Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung  DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Menurut Fadli,  carut-marut situasi kehidupan berbangsa bernegara dewasa ini tercoreng dengan adanya agenda terselubung asing untuk menghancurkan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Senada dengan Fadli,  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang mendampingi Fadli bersama Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii, mengungkapkan kebingungannya dengan aparat kepolisian yang menerapkan pasal-pasal makar yang sudah tidak ada.

"Saya khawatir tindakan kepolisian menakut-nakuti rakyat justru memunculkan perlawanan yang sesungguhnya, dan saya yakin Presiden Joko Widodo tidak menginginkan hal itu saat saya bertemu beliau," ujarnya, sebagaimana ditulis dalam rilis DPR RI.
 



Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

 

BERITA TERKAIT


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
 

BERITA PILIHAN


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

 

BERITA LAINNYA

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Bus Tidak Layak Jalan, Menhub: "Kita Kandangin Aja"
Selasa 23 Mei 2017


Bus Tidak Layak Jalan, Menhub: "Kita Kandangin Aja"
Selasa 23 Mei 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Emil Sebut Peniadaan PBB Sebagai Bentuk Implementasi Semangat Pancasila
Selasa 23 Mei 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Cuma Rp 80 Ribu Per Kg, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Beli Daging Sapi Beku
Selasa 23 Mei 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Cuma Rp 80 Ribu Per Kg, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Beli Daging Sapi Beku
Selasa 23 Mei 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Ratusan Pedagang Mulai Pindah ke Pasar Sarijadi
Selasa 23 Mei 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Ratusan Pedagang Mulai Pindah ke Pasar Sarijadi
Selasa 23 Mei 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

 

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
Rabu 11 Januari 2017, 17:02 WIB

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) – Terkait penanganan orang-orang yang dituduh melakukan makar, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai aparat kepolisian telah melakukan abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan). Indikatornya, kata Fadli, ada banyak perbedaan penanganan kepolisian dalam proses pemeriksaan kasus makar dengan penistaan agama.

"Kami menerima pengaduan serupa dari putri kandung Proklamator RI, Rachmawati Soekarnoputeri, dan kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, terkait penanganan pemeriksaan tertuduh makar dengan cara interogasi sebagai abuse of power," ujar Fadli  saat menerima audiensi  Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung  DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Menurut Fadli,  carut-marut situasi kehidupan berbangsa bernegara dewasa ini tercoreng dengan adanya agenda terselubung asing untuk menghancurkan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Senada dengan Fadli,  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang mendampingi Fadli bersama Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii, mengungkapkan kebingungannya dengan aparat kepolisian yang menerapkan pasal-pasal makar yang sudah tidak ada.

"Saya khawatir tindakan kepolisian menakut-nakuti rakyat justru memunculkan perlawanan yang sesungguhnya, dan saya yakin Presiden Joko Widodo tidak menginginkan hal itu saat saya bertemu beliau," ujarnya, sebagaimana ditulis dalam rilis DPR RI.
 



 

BERITA LAINNYA



Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Ratusan Pedagang Mulai Pindah ke Pasar Sarijadi
Selasa 23 Mei 2017
Kota Bandung


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

 

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan