Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan  




Senin 23 Oktober 2017

02:30 WIB

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
@prfmnews

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
PRFMNewsChannel

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
Rabu 11 Januari 2017, 17:02 WIB

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan




Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) – Terkait penanganan orang-orang yang dituduh melakukan makar, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai aparat kepolisian telah melakukan abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan). Indikatornya, kata Fadli, ada banyak perbedaan penanganan kepolisian dalam proses pemeriksaan kasus makar dengan penistaan agama.

"Kami menerima pengaduan serupa dari putri kandung Proklamator RI, Rachmawati Soekarnoputeri, dan kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, terkait penanganan pemeriksaan tertuduh makar dengan cara interogasi sebagai abuse of power," ujar Fadli  saat menerima audiensi  Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung  DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Menurut Fadli,  carut-marut situasi kehidupan berbangsa bernegara dewasa ini tercoreng dengan adanya agenda terselubung asing untuk menghancurkan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Senada dengan Fadli,  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang mendampingi Fadli bersama Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii, mengungkapkan kebingungannya dengan aparat kepolisian yang menerapkan pasal-pasal makar yang sudah tidak ada.

"Saya khawatir tindakan kepolisian menakut-nakuti rakyat justru memunculkan perlawanan yang sesungguhnya, dan saya yakin Presiden Joko Widodo tidak menginginkan hal itu saat saya bertemu beliau," ujarnya, sebagaimana ditulis dalam rilis DPR RI.
 



Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

 

BERITA TERKAIT


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
 

BERITA PILIHAN


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

 

BERITA LAINNYA

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Persib Takluk di Lamongan
Minggu 22 Oktober 2017


Pemain Persib Kehilangan Motivasi Bermain
Jumat 20 Oktober 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Pemain Persib Kehilangan Motivasi Bermain
Jumat 20 Oktober 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Eddy Brokoli : Persib Main "Eweuh Getihan"
Jumat 20 Oktober 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Dituding Jadi Penyebab Menurunnya Performa Persib, Umuh Siap Tuntut Balik
Selasa 17 Oktober 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Dituding Jadi Penyebab Menurunnya Performa Persib, Umuh Siap Tuntut Balik
Selasa 17 Oktober 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan Ini Tanggapan Henhen Soal Aksi Tak Terpuji Zulham Zamrun
Senin 16 Oktober 2017 Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

 

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
Rabu 11 Januari 2017, 17:02 WIB

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan
Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) – Terkait penanganan orang-orang yang dituduh melakukan makar, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai aparat kepolisian telah melakukan abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan). Indikatornya, kata Fadli, ada banyak perbedaan penanganan kepolisian dalam proses pemeriksaan kasus makar dengan penistaan agama.

"Kami menerima pengaduan serupa dari putri kandung Proklamator RI, Rachmawati Soekarnoputeri, dan kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas, terkait penanganan pemeriksaan tertuduh makar dengan cara interogasi sebagai abuse of power," ujar Fadli  saat menerima audiensi  Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung  DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Menurut Fadli,  carut-marut situasi kehidupan berbangsa bernegara dewasa ini tercoreng dengan adanya agenda terselubung asing untuk menghancurkan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Senada dengan Fadli,  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang mendampingi Fadli bersama Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii, mengungkapkan kebingungannya dengan aparat kepolisian yang menerapkan pasal-pasal makar yang sudah tidak ada.

"Saya khawatir tindakan kepolisian menakut-nakuti rakyat justru memunculkan perlawanan yang sesungguhnya, dan saya yakin Presiden Joko Widodo tidak menginginkan hal itu saat saya bertemu beliau," ujarnya, sebagaimana ditulis dalam rilis DPR RI.
 



 

BERITA LAINNYA



Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Persib Takluk di Lamongan
Minggu 22 Oktober 2017
PERSIB


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Pemain Persib Kehilangan Motivasi Bermain
Jumat 20 Oktober 2017
PERSIB


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Pemain Persib Kehilangan Motivasi Bermain
Jumat 20 Oktober 2017
PERSIB


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Eddy Brokoli : Persib Main \"Eweuh Getihan\"
Jumat 20 Oktober 2017
PERSIB


Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan

 

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Soal Dugaan Makar, DPR Nilai Kepolisian Salah Gunakan Kekuasaan