Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya  




Kamis 18 Oktober 2018

03:10 WIB

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya
@prfmnews

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya
PRFMNewsChannel

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya
Rabu 19 September 2018, 16:42 WIB
Jawa Barat

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya
Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya




Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Humas Pemprov Jabar

BANDUNG,(PRFM)  – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mendampingi Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dalam pelaksanaan kunjungan kerja ke UPT Tekstil Majalaya, Jl. Kondang No. 41 Majalaya Kab. Bandung, Selasa (18/09/18). Dalam kunjungan kerja ini diadakan dialog bersama para pelaku usaha UMKM Komunitas Pangsa Pasar Tekstil dan Produksi Tekstil (TPT) Majalaya.

Iwa menuturkan bahwa industri tekstil masih memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang pada masa depan. Oleh karena itu, berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) pada 2015-2035, sektor ini diprioritaskan dalam pengembangannya agar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.

“Pada kesempatan kali ini merupakan  salah satu langkah pemerintah untuk mendorong dan memajukan industri tekstil dan produk tekstil dalam menerapkan produksi bersih di industrinya. Sehingga meningkatkan daya saing produknya di pasar lokal maupun luar negeri, tentu dengan meningkatkan efektifitas produksi walaupun harga bahan baku yang juga tinggi” kata Iwa.

Sedangkan Ketua Umum TPT Majalaya Aep Hendar mengeluhkan banyaknya pelaku industri di Majalaya dan sekitarnya dengan menurunnya Potensi UMKM, seperti mahalnya  bahan baku benang tenun, suku cadang, dan biaya produksi yang berimbas pada harga jual produk. Hal tersebut juga dipengaruhi dengan turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. “Kenaikan harga tersebut tentu tidak seiring dengan kenaikan harga jual hasil produk. Disisi lain sangat sulit untuk menyesuaikan dengan bahan baku. Mengingat bahan baku merupakan komponen terbesar hingga 40% dari HPP,” kata Aep. 

“Beberapa anggota kami telah mengurangi kapasitas produksinya, ada yang telah mengurangi kapasitas produksi, ada yang sudah berhenti sementara menunggu harga stabil, dan sementara sebagian karyawan juga kami rumahkan,” tambahnya.

Menjawab permasalahan itu, Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto menghimbau agar TPT Majalaya khususnya mampu meningkatkan produktivitas, “Dengan adanya pelemahan rupiah, maka semua bahan baku yang berbasis import sudah pasti naik. Tentunya salah satu cara untuk memitigasi kenaikan itu dibebankan ke konsumen atau dengan meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

“Kalau harga ini kan tergantung harga internasional, jadi pada saat kenaikan maka harga domestik juga sudah pasti naik. Salah satunya kapas kan kita import dan kalau poliester sebagian dari dalam negeri, rayon bisa menjadi alternatif yang akan diproduksi oleh nasional. Tentunya switching dari material kapas, poliester dan rayon dikombinasikan untuk memitigasi perubahan cost,” ujarnya.

Provinsi Jawa Barat mempunyai peranan penting dalam  perekonomian national. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat memberikan kontribusi tertinggi ketiga sebesar 14.88%, setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur pada Produk Domesti Bruto (PDB) Nasional.

Perkembangan pangsa pasar ekspor Jawa Barat pada akhir 2017 disumbangkan oleh subkelompok tekstil dan produk tekstil (19,8%), diikuti oleh kendaraan bermotor (17,5%), elektronik (17,4%), dan kimia (7,0%). Namun demikian, panga pasar ekspor TPT terus mengalami penurunan, dimana angka tertinggi ekspor TPT dicapai pada tahun 2000 sebesar 25,44%.




Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

 

BERITA TERKAIT


Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya
 

BERITA PILIHAN


Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

 

BERITA LAINNYA

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018


Mendagri Tegaskan Program Pemerintah Fokus Jabarkan Nawa Cita
Rabu 17 Oktober 2018 Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018 Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya Jumlah Pelamar CPNS 2018 Meleset dari Perkiraan Awal
Rabu 17 Oktober 2018 Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya Pulihkan Pasca Bencana, Pemerintah Bangun Kota Palu Baru dalam 2 Tahun
Rabu 17 Oktober 2018 Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya Pemerintah Optimis Ekonomi Sulteng Pasca Bencana Cepat Pulih
Rabu 17 Oktober 2018 Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya Mendagri Ingatkan Sekda Provinsi Waspadai Ancaman Radikalisme dan Terorisme
Rabu 17 Oktober 2018 Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

 

 

BERITA TERKAIT


Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya
Rabu 19 September 2018, 16:42 WIB
Jawa Barat

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya
Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya


Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Humas Pemprov Jabar


BANDUNG,(PRFM)  – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mendampingi Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dalam pelaksanaan kunjungan kerja ke UPT Tekstil Majalaya, Jl. Kondang No. 41 Majalaya Kab. Bandung, Selasa (18/09/18). Dalam kunjungan kerja ini diadakan dialog bersama para pelaku usaha UMKM Komunitas Pangsa Pasar Tekstil dan Produksi Tekstil (TPT) Majalaya.

Iwa menuturkan bahwa industri tekstil masih memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh dan berkembang pada masa depan. Oleh karena itu, berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) pada 2015-2035, sektor ini diprioritaskan dalam pengembangannya agar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.

“Pada kesempatan kali ini merupakan  salah satu langkah pemerintah untuk mendorong dan memajukan industri tekstil dan produk tekstil dalam menerapkan produksi bersih di industrinya. Sehingga meningkatkan daya saing produknya di pasar lokal maupun luar negeri, tentu dengan meningkatkan efektifitas produksi walaupun harga bahan baku yang juga tinggi” kata Iwa.

Sedangkan Ketua Umum TPT Majalaya Aep Hendar mengeluhkan banyaknya pelaku industri di Majalaya dan sekitarnya dengan menurunnya Potensi UMKM, seperti mahalnya  bahan baku benang tenun, suku cadang, dan biaya produksi yang berimbas pada harga jual produk. Hal tersebut juga dipengaruhi dengan turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. “Kenaikan harga tersebut tentu tidak seiring dengan kenaikan harga jual hasil produk. Disisi lain sangat sulit untuk menyesuaikan dengan bahan baku. Mengingat bahan baku merupakan komponen terbesar hingga 40% dari HPP,” kata Aep. 

“Beberapa anggota kami telah mengurangi kapasitas produksinya, ada yang telah mengurangi kapasitas produksi, ada yang sudah berhenti sementara menunggu harga stabil, dan sementara sebagian karyawan juga kami rumahkan,” tambahnya.

Menjawab permasalahan itu, Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto menghimbau agar TPT Majalaya khususnya mampu meningkatkan produktivitas, “Dengan adanya pelemahan rupiah, maka semua bahan baku yang berbasis import sudah pasti naik. Tentunya salah satu cara untuk memitigasi kenaikan itu dibebankan ke konsumen atau dengan meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

“Kalau harga ini kan tergantung harga internasional, jadi pada saat kenaikan maka harga domestik juga sudah pasti naik. Salah satunya kapas kan kita import dan kalau poliester sebagian dari dalam negeri, rayon bisa menjadi alternatif yang akan diproduksi oleh nasional. Tentunya switching dari material kapas, poliester dan rayon dikombinasikan untuk memitigasi perubahan cost,” ujarnya.

Provinsi Jawa Barat mempunyai peranan penting dalam  perekonomian national. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat memberikan kontribusi tertinggi ketiga sebesar 14.88%, setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur pada Produk Domesti Bruto (PDB) Nasional.

Perkembangan pangsa pasar ekspor Jawa Barat pada akhir 2017 disumbangkan oleh subkelompok tekstil dan produk tekstil (19,8%), diikuti oleh kendaraan bermotor (17,5%), elektronik (17,4%), dan kimia (7,0%). Namun demikian, panga pasar ekspor TPT terus mengalami penurunan, dimana angka tertinggi ekspor TPT dicapai pada tahun 2000 sebesar 25,44%.




 

BERITA LAINNYA



Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018
Kota Bandung


Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya

 

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya