SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang  




Selasa 17 September 2019

18:16 WIB

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang
@prfmnews

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang
PRFMNewsChannel

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang
Sabtu 20 April 2019, 08:06 WIB

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang
SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang




SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Istimewa

Foto: Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali.

BANDUNG, (PRFM) - Federasi Sepakbola Indonesia atau PSSI genap berusia 89 tahun pada 19 April 2019. Diusia barunya ini, induk sepakbola Indonesia itu dihadapkan dengan sejumlah persoalan seperti kasus pengaturan skor dan seretnya prestasi timnas di level senior. 

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali menilai diusianya yang ke 89, PSSI harusnya sudah lebih matang karena sudah mempunyai banyak pengalaman. PSSI harusnya memiliki pondasi yang semakin kokoh. Namun, ungkap Akmal, nyatanya PSSI saat ini semakin rapuh dengan berbagai macam kasus yang membelit. 

"Harusnya pondasinya semakin kokoh, namun nyatanya pondasi yang dibangun Ir Soeratin saat ini rapuh dengan berbagai macam kasus, mulai dari match fixing (pengaturan skor), manipulasi usia pemain, pengaturan pemenang kompetisi, sampai banyaknya pengurus yang jadi tersangka pengaturan skor," katanya saat On Air di PRFM, Jumat (19/4/2019). 

Akmal mengatakan, yang harus dilakukan PSSI saat ini adalah membangun kembali puing-puing yang rapuh untuk menguatkan pondasinya. Karena Akmal yakin sepakbola Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa jika dikelola dengan baik.

"Bola kita punya potensi, kita punya SDM yang melimpah, punya atmosfer kompetisi yang bagus dengan suporter fanatik, punya kemampuan untuk berkembang dengan dukungan bagus dari pemerintah," katanya. 

Ia pun mendorong agar PSSI segera membenahi kinerjanya dan mempunyai pemimpin yang berkomitmen dalam membangun prestasi sepakbola Indonesia. PSSI juga diminta untuk tidak alergi terhadap pemerintah, karena sinergi antara PSSI dan pemerintah sangat penting.

"Sinergi mereka (PSSI dan pemerintah) sangat penting, dimanapun federasi sepakbola yang berprestasi di dunia, mereka punya sinergi yang kuat dengan pemerintahnya," katanya. 










 

BERITA TERKAIT


SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang
 

BERITA PILIHAN


SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

 

BERITA LAINNYA

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
Selasa 17 September 2019


Semen Padang Berharap Curi Poin di Bandung
Selasa 17 September 2019 SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang Kuipers Masuk Daftar Team Of The Week Pekan 18
Selasa 17 September 2019 SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang Fuad Baradja: Kenaikan Cukai Rokok Upaya Menekan Angka Perokok Remaja
Selasa 17 September 2019 SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif
Selasa 17 September 2019 SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang Radio Masih Ada, Bahkan Dibutuhkan
Selasa 17 September 2019 SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang Peringati Harganas, Oded: Kota Bandung Sangat Memperhatikan Pembangunan Keluarga
Selasa 17 September 2019 SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

 

 

BERITA TERKAIT

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang
Sabtu 20 April 2019, 08:06 WIB

SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang
SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang


SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Istimewa


Foto: Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali.

BANDUNG, (PRFM) - Federasi Sepakbola Indonesia atau PSSI genap berusia 89 tahun pada 19 April 2019. Diusia barunya ini, induk sepakbola Indonesia itu dihadapkan dengan sejumlah persoalan seperti kasus pengaturan skor dan seretnya prestasi timnas di level senior. 

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali menilai diusianya yang ke 89, PSSI harusnya sudah lebih matang karena sudah mempunyai banyak pengalaman. PSSI harusnya memiliki pondasi yang semakin kokoh. Namun, ungkap Akmal, nyatanya PSSI saat ini semakin rapuh dengan berbagai macam kasus yang membelit. 

"Harusnya pondasinya semakin kokoh, namun nyatanya pondasi yang dibangun Ir Soeratin saat ini rapuh dengan berbagai macam kasus, mulai dari match fixing (pengaturan skor), manipulasi usia pemain, pengaturan pemenang kompetisi, sampai banyaknya pengurus yang jadi tersangka pengaturan skor," katanya saat On Air di PRFM, Jumat (19/4/2019). 

Akmal mengatakan, yang harus dilakukan PSSI saat ini adalah membangun kembali puing-puing yang rapuh untuk menguatkan pondasinya. Karena Akmal yakin sepakbola Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa jika dikelola dengan baik.

"Bola kita punya potensi, kita punya SDM yang melimpah, punya atmosfer kompetisi yang bagus dengan suporter fanatik, punya kemampuan untuk berkembang dengan dukungan bagus dari pemerintah," katanya. 

Ia pun mendorong agar PSSI segera membenahi kinerjanya dan mempunyai pemimpin yang berkomitmen dalam membangun prestasi sepakbola Indonesia. PSSI juga diminta untuk tidak alergi terhadap pemerintah, karena sinergi antara PSSI dan pemerintah sangat penting.

"Sinergi mereka (PSSI dan pemerintah) sangat penting, dimanapun federasi sepakbola yang berprestasi di dunia, mereka punya sinergi yang kuat dengan pemerintahnya," katanya. 






 

BERITA LAINNYA



SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

Semen Padang Berharap Curi Poin di Bandung
Selasa 17 September 2019
Persib vs Semen Padang 2019


SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

Kuipers Masuk Daftar Team Of The Week Pekan 18
Selasa 17 September 2019
PERSIB


SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

Fuad Baradja: Kenaikan Cukai Rokok Upaya Menekan Angka Perokok Remaja
Selasa 17 September 2019
Kenaikan Cukai Rokok


SOS: Diusia ke 89, PSSI Harusnya Lebih Matang

Radio Masih Ada, Bahkan Dibutuhkan
Selasa 17 September 2019
PRSSNI Kota Bandung