SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal  




Jumat 19 Januari 2018

16:52 WIB

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal
@prfmnews

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal
PRFMNewsChannel

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal
Sabtu 13 Januari 2018, 08:26 WIB

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal
SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal




SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Ketua Dewan Pengurus Wilayah  (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Barat, Tantan Sutandi menduga,  kenaikan harga beras saat ini merupakan ulah para pebisnis yang ingin mengambil keuntungan berlebih. Pasalnya, stok beras di Indonesia, khususnya Jawa Barat masih dalam kondisi aman bahkan surplus.


"Stok beras di Jawa Barat masih surplus. Kenaikan harga ini bukan dinikmati petani tapi oleh para pebisnis nakal," ujarnya saat on air di PRFM, Jumat (13/1/2018) malam.


Menurut Tantan, ada sesuatu yang aneh jika pemerintah tetap "keukeuh" ingin mengimpor beras. Justru pemerintah harus mengawasi harga beras dipasaran dengan memeriksa kemungkinan keberadaan pebisnis nakal.


"Karena stok kita surplus, maka pemerintah tidak perlu impor. Kalau tetap ingin impor, berarti ada yang aneh. Harus diinvestigasi karena stok pangan kita aman," tegasnya.


Tantan mengakui, pada akhir tahun 2017 lalu para petani padi mengalami sejumlah kendala. Selain anomali cuaca, serangan hama wereng yang  merata di Jawa Barat juga mengurangi hasil tanam. Meski begitu, ia kembali menekankan bahwa stok beras di Jawa Barat masih surplus.


"Bahkan di bulan Februari dan Maret mendatang sejumlah wilayah akan kembali panen raya," pungkasnya.




SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

 

BERITA TERKAIT


SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal
 

BERITA PILIHAN


SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

 

BERITA LAINNYA

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

Aher Targetkan Partisipasi Masyarakat di Pilkada Capai 70%
Jumat 19 Januari 2018


Pemkot Gelontorkan 12 Miliar Untuk Bandros
Jumat 19 Januari 2018 SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal Pemkot Gelontorkan 12 Miliar Untuk Bandros
Jumat 19 Januari 2018 SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal Para Difabel Jangan Membeli Kucing Dalam Karung
Jumat 19 Januari 2018 SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal Disperindag Jabar: Jika Masih ada Pedagang Daging Mogok, Itu Inisiatif Pribadi
Jumat 19 Januari 2018 SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal Cuti Kampanye, Keluarga Emil Pindah Ke Rumah Kontrakan
Jumat 19 Januari 2018 SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal Cuti Kampanye, Keluarga Emil Pindah Ke Rumah Kontrakan
Jumat 19 Januari 2018 SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

 

 

BERITA TERKAIT

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal
Sabtu 13 Januari 2018, 08:26 WIB

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal
SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal


SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Ketua Dewan Pengurus Wilayah  (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Barat, Tantan Sutandi menduga,  kenaikan harga beras saat ini merupakan ulah para pebisnis yang ingin mengambil keuntungan berlebih. Pasalnya, stok beras di Indonesia, khususnya Jawa Barat masih dalam kondisi aman bahkan surplus.


"Stok beras di Jawa Barat masih surplus. Kenaikan harga ini bukan dinikmati petani tapi oleh para pebisnis nakal," ujarnya saat on air di PRFM, Jumat (13/1/2018) malam.


Menurut Tantan, ada sesuatu yang aneh jika pemerintah tetap "keukeuh" ingin mengimpor beras. Justru pemerintah harus mengawasi harga beras dipasaran dengan memeriksa kemungkinan keberadaan pebisnis nakal.


"Karena stok kita surplus, maka pemerintah tidak perlu impor. Kalau tetap ingin impor, berarti ada yang aneh. Harus diinvestigasi karena stok pangan kita aman," tegasnya.


Tantan mengakui, pada akhir tahun 2017 lalu para petani padi mengalami sejumlah kendala. Selain anomali cuaca, serangan hama wereng yang  merata di Jawa Barat juga mengurangi hasil tanam. Meski begitu, ia kembali menekankan bahwa stok beras di Jawa Barat masih surplus.


"Bahkan di bulan Februari dan Maret mendatang sejumlah wilayah akan kembali panen raya," pungkasnya.




 

BERITA LAINNYA



SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

Pemkot Gelontorkan 12 Miliar Untuk Bandros
Jumat 19 Januari 2018
Kota Bandung


SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

Pemkot Gelontorkan 12 Miliar Untuk Bandros
Jumat 19 Januari 2018
Kota Bandung


SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

Para Difabel Jangan Membeli Kucing Dalam Karung
Jumat 19 Januari 2018
Pilgub Jabar 2018


SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

Cuti Kampanye, Keluarga Emil Pindah Ke Rumah Kontrakan
Jumat 19 Januari 2018
Pilwalkot Bandung 2018


SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal

 

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

SPI Duga Kenaikan Harga Beras Dilakukan Pebisnis Nakal