Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”  




Senin 25 Juni 2018

01:50 WIB

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”
@prfmnews

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”
PRFMNewsChannel

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”
Selasa 26 Desember 2017, 14:34 WIB

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”
Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”




Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : travelandleisure.com

BANDUNG, (PRFM) - Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Georgia menemukan bahwa kebanyakan orang melakukan traveling hanya untuk mendapatkan “like” di media sosial.

 

Dilaporkan Travel and Leisure, para peneliti mensurvei 758 orang yang bepergian ke Kuba untuk mempelajari bagaimana seseorang memutuskan untuk memposting pengalaman wisatanya di media sosial. Para peneliti juga mendalami bagaimana para pelancong ini memilih destinasi yang dipostingnya.


Studi tersebut memilih Kuba karena menjadi “hal baru” untuk mengunjungi pulau ini. Meskipun pariwisata telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, namun masih terbatas bagi sebagian besar warga AS. Jadi, banyak orang yang juga mencari inspirasi wisata mereka melalui media sosial.


Hal ini memberikan faktor menarik untuk Kuba. Para peneliti juga mengamati peserta tentang apakah mereka tertarik untuk berkunjung dan kapan berencana untuk berkunjung.


Para peneliti menemukan, wisata yang tergolong baru seperti Kuba menjadi faktor yang menarik para pelancong untuk mengunjungi pulau itu. Hal tersebut juga kemungkinan berlaku sama pada tempat-tempat wisata baru dan unik yang ada di seluruh dunia. Sedangkan mereka yang tidak merasa tertarik kebanyakan adalah orang-orang yang tidak secara aktif memantau perkembangan di dunia maya atau juga tidak terlalu tertarik mengunggah foto kegiatan dirinya atau bahkan tidak tertarik terhadap media sosial.


“Pelancong sangat menyadari bahwa nilai sosial dari perjalanan mereka dan tidak semua perjalanan dievaluasi sama,” tulis para peneliti.


Studi ini juga menyoroti “efek bandwagon” dan efek “Snob” yang mereka sukai. Pengguna media sosial bisa tertarik mengunjungi satu tempat karena melihat “like” suatu postingan. Orang-orang kini cenderung mencari pengalaman wisata yang tidak biasa atau tempat-tempat dan perjalanan unik yang memberi mereka rasa bangga. Hal unik inilah yang memberi mereka peluang untuk mengunggah hal-hal menarik tersebut ke media sosial disertai ungkapan tentang apa yang mereka rasakan sehingga kemudian orang lain akan terkesan.


Menurut para peneliti dari Universitas Georgia, kedua efek tersebut merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi setiap destinasi wisata untuk meningkatkan obyek pariwisata mereka. Terlebih traveling menjadi tema populer di berbagai media sosial.


“Anda bisa membaca buku di pantai atau menikmati kesejukan musim dingin, mengambil potret di atas awan saat mendaki dan lain sebagainya. Kini kita dapat melihat bahwa ternyata memposting foto liburan yang sempurna, bukan hanya tentang liburan, tetapi menyangkut status. Mengekspos foto wisata unik dapat menunjukkan kepada semua orang betapa asiknya diri anda, anda tengah berbahagia dan lain sebagainya. Selanjutnya, foto tersebut bermuara pada seberapa banyak anda mendapatkan “like” dari perjalanan yang anda lakukan,” ungkap para peneliti.




Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

 

BERITA TERKAIT


Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”
 

BERITA PILIHAN


Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

 

BERITA LAINNYA

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

Program Carpooling, Jemput Anak Sekolah Via Aplikasi
Minggu 24 Juni 2018


Melenceng dari Tujuan Awal, Dishub Evaluasi CFD dan CFN
Minggu 24 Juni 2018 Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like” PPDB 2018 Jalur Prestasi, Uji Kompetensi dan Perhitungan Skor Akhir
Minggu 24 Juni 2018 Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like” Aksi Pura-Pura Neymar yang Memicu Perdebatan
Minggu 24 Juni 2018 Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like” Ada Sanksi Pidana Bagi Pelaku Kampanye di Masa Tenang
Minggu 24 Juni 2018 Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like” Panwaslu Kabupaten Bandung Bersihkan Alat Peraga Kampanye
Minggu 24 Juni 2018 Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like” Antrean Online Permohonan Paspor Dibuka Kembali 24 Juni 2018
Sabtu 23 Juni 2018 Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

 

 

BERITA TERKAIT

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like” Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”
Selasa 26 Desember 2017, 14:34 WIB

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”
Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”


Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : travelandleisure.com


BANDUNG, (PRFM) - Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Georgia menemukan bahwa kebanyakan orang melakukan traveling hanya untuk mendapatkan “like” di media sosial.

 

Dilaporkan Travel and Leisure, para peneliti mensurvei 758 orang yang bepergian ke Kuba untuk mempelajari bagaimana seseorang memutuskan untuk memposting pengalaman wisatanya di media sosial. Para peneliti juga mendalami bagaimana para pelancong ini memilih destinasi yang dipostingnya.


Studi tersebut memilih Kuba karena menjadi “hal baru” untuk mengunjungi pulau ini. Meskipun pariwisata telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, namun masih terbatas bagi sebagian besar warga AS. Jadi, banyak orang yang juga mencari inspirasi wisata mereka melalui media sosial.


Hal ini memberikan faktor menarik untuk Kuba. Para peneliti juga mengamati peserta tentang apakah mereka tertarik untuk berkunjung dan kapan berencana untuk berkunjung.


Para peneliti menemukan, wisata yang tergolong baru seperti Kuba menjadi faktor yang menarik para pelancong untuk mengunjungi pulau itu. Hal tersebut juga kemungkinan berlaku sama pada tempat-tempat wisata baru dan unik yang ada di seluruh dunia. Sedangkan mereka yang tidak merasa tertarik kebanyakan adalah orang-orang yang tidak secara aktif memantau perkembangan di dunia maya atau juga tidak terlalu tertarik mengunggah foto kegiatan dirinya atau bahkan tidak tertarik terhadap media sosial.


“Pelancong sangat menyadari bahwa nilai sosial dari perjalanan mereka dan tidak semua perjalanan dievaluasi sama,” tulis para peneliti.


Studi ini juga menyoroti “efek bandwagon” dan efek “Snob” yang mereka sukai. Pengguna media sosial bisa tertarik mengunjungi satu tempat karena melihat “like” suatu postingan. Orang-orang kini cenderung mencari pengalaman wisata yang tidak biasa atau tempat-tempat dan perjalanan unik yang memberi mereka rasa bangga. Hal unik inilah yang memberi mereka peluang untuk mengunggah hal-hal menarik tersebut ke media sosial disertai ungkapan tentang apa yang mereka rasakan sehingga kemudian orang lain akan terkesan.


Menurut para peneliti dari Universitas Georgia, kedua efek tersebut merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi setiap destinasi wisata untuk meningkatkan obyek pariwisata mereka. Terlebih traveling menjadi tema populer di berbagai media sosial.


“Anda bisa membaca buku di pantai atau menikmati kesejukan musim dingin, mengambil potret di atas awan saat mendaki dan lain sebagainya. Kini kita dapat melihat bahwa ternyata memposting foto liburan yang sempurna, bukan hanya tentang liburan, tetapi menyangkut status. Mengekspos foto wisata unik dapat menunjukkan kepada semua orang betapa asiknya diri anda, anda tengah berbahagia dan lain sebagainya. Selanjutnya, foto tersebut bermuara pada seberapa banyak anda mendapatkan “like” dari perjalanan yang anda lakukan,” ungkap para peneliti.




 

BERITA LAINNYA



Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

Aksi Pura-Pura Neymar yang Memicu Perdebatan
Minggu 24 Juni 2018
Piala Dunia 2018


Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”

 

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Studi: Kebanyakan Orang Traveling Hanya untuk Dapatkan “Like”