Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui  




Minggu 18 November 2018

12:47 WIB

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui
@prfmnews

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui
PRFMNewsChannel

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui
Rabu 11 Juli 2018, 07:25 WIB
Kota Bandung

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui
Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui




Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Humas Pemkot Bandung

BANDUNG,(PRFM) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimis bisa melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018. Menurut Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Ema Sumarna, target PAD tahun 2018 ini sebesar Rp2,64 triliun.

"Kami optimis tahun ini kembali mampu melampaui target, karena target bulanan bisa terlampaui," ungkap Ema di acara Bandung Menjawab yang dilaksanakan Bagian Humas Setda Kota Bandung, di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jalan Aceh, Selasa (10/7/2018).

Pada bulan Januari 2018, perolehan pajak Kota Bandung mencapai 119%, bulan Februari dan Maret 107%, April 112%, Mei 116%, dan Juni 100,77%. Perolehan bulan Juni ada penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, karena pada bulan Juni ada libur panjang sehingga mengurangi perolehan pajak antara Rp30 miliar sampai Rp40 miliar akibat jumlah pembayaran berkurang. Namun Ema berharap bisa tertutupi oleh perolehan di Bulan Juli.

Ema menuturkan, BPPD Kota Bandung telah melakukan upaya untuk menggenjot perolehan PAD. Salah satunya dengan menggunakan tapping box untuk jenis self-assessment tax. Menggunakan tapping box, wajib pajak dapat menyerahkan datanya dengan lebih akurat karena berdasarkan transaksi. BPPD telah menempatkan 895 tapping box di berbagai hotel, restoran, dan tempat hiburan di Kota Bandung.

Upaya lainnya dengan menerapkan aplikasi e-Satria yang memudahkan wajib pajak dari sektor self-assessment tax melunasi kewajibannya. Aplikasi ini memperoleh apresiasi Kementerian PAN-RB sebagai salah satu dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

“Bayarnya langsung ke bank, jadi tidak ada antrian di kantor kami. Tidak ada interaksi antarpetugas pajak dan bisa dilakukan di mana saja. Semuanya serba transparan dan akuntabel,” kata Ema.

Ema mengungkapkan, pendapatan pajak daerah pada tahun 2013 berada di angka Rp1 triliun, tahun 2014 sebesar Rp1,4 triliun, tahun 2015 sebesar Rp1,490 triliun, tahun 2016 sebesar Rp1,715 trilun, dan tahun 2017 mencapai aRp2,175 triliun.

Pada tahun 2015, lanjut Ema, pendapatan pajak dari transaksi hotel hanya Rp195 miliar. Sedangkan dari sektor restoran Rp170 miliar, pajak hiburan Rp59 miliar, dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesar Rp390 miliar.

"Pendapatan pada tahun 2015 tersebut belum maksimal. Karenanya kami menggenjot kinerja dan mengoptimalkan berbagai potensi sehingga pada tahun 2017 terjadi peningkatan perolehan pajak. Pajak hotel meningkat Rp100 miliar menjadi Rp295 miliar, pajak restoran juga naik menjadi Rp278 miliar, pajak hiburan juga bertambah menjadi Rp83 miliar. Bahkan, PBB melonjak hingga Rp543 miliar," katanya.

Untuk lebih mengoptimalkan pendapatan PAD, tambah Ema, BPPD Kota Bandung melakukan sensus PBB, untuk memastikan data wajib pajak di Kota Bandung. "Dengan data yang akurat, tak ada lagi kekeliruan data PBB dengan fakta di lapangan. Karena kadang-kadang ada data yang belum diperbaharui oleh wajib pajak. Di data masih bangunan 1 lantai, ketika disensus bangunan sudah dua lantai. Data itu lalu kita perbarui,” kata Ema.



Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

 

BERITA TERKAIT


Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui
 

BERITA PILIHAN


Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

 

BERITA LAINNYA

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Trase LRT Pertama Sudah Masuk KPBU
Minggu 18 November 2018


Ini Penyebab LRT Bandung Raya Masih Belum Terealisasi
Minggu 18 November 2018 Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui Masa Depan Gomez Ditentukan Setelah Liga 1 2018 Usai
Minggu 18 November 2018 Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui Bandung Diprediksi Hujan Ringan Hingga Malam
Minggu 18 November 2018 Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui Manajemen Minta Bobotoh Pahami Putusan Banding Soal Nonton Tanpa Atribut
Minggu 18 November 2018 Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui Preview Persib vs PSIS: Maung Bandung Harus Tampil Percaya Diri
Minggu 18 November 2018 Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui Ini Penyebab Kekalahan Indonesia atas Thailand di AFF 2018
Minggu 18 November 2018 Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

 

 

BERITA TERKAIT

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui
Rabu 11 Juli 2018, 07:25 WIB
Kota Bandung

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui
Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui


Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Humas Pemkot Bandung


BANDUNG,(PRFM) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimis bisa melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018. Menurut Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Ema Sumarna, target PAD tahun 2018 ini sebesar Rp2,64 triliun.

"Kami optimis tahun ini kembali mampu melampaui target, karena target bulanan bisa terlampaui," ungkap Ema di acara Bandung Menjawab yang dilaksanakan Bagian Humas Setda Kota Bandung, di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jalan Aceh, Selasa (10/7/2018).

Pada bulan Januari 2018, perolehan pajak Kota Bandung mencapai 119%, bulan Februari dan Maret 107%, April 112%, Mei 116%, dan Juni 100,77%. Perolehan bulan Juni ada penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, karena pada bulan Juni ada libur panjang sehingga mengurangi perolehan pajak antara Rp30 miliar sampai Rp40 miliar akibat jumlah pembayaran berkurang. Namun Ema berharap bisa tertutupi oleh perolehan di Bulan Juli.

Ema menuturkan, BPPD Kota Bandung telah melakukan upaya untuk menggenjot perolehan PAD. Salah satunya dengan menggunakan tapping box untuk jenis self-assessment tax. Menggunakan tapping box, wajib pajak dapat menyerahkan datanya dengan lebih akurat karena berdasarkan transaksi. BPPD telah menempatkan 895 tapping box di berbagai hotel, restoran, dan tempat hiburan di Kota Bandung.

Upaya lainnya dengan menerapkan aplikasi e-Satria yang memudahkan wajib pajak dari sektor self-assessment tax melunasi kewajibannya. Aplikasi ini memperoleh apresiasi Kementerian PAN-RB sebagai salah satu dari Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

“Bayarnya langsung ke bank, jadi tidak ada antrian di kantor kami. Tidak ada interaksi antarpetugas pajak dan bisa dilakukan di mana saja. Semuanya serba transparan dan akuntabel,” kata Ema.

Ema mengungkapkan, pendapatan pajak daerah pada tahun 2013 berada di angka Rp1 triliun, tahun 2014 sebesar Rp1,4 triliun, tahun 2015 sebesar Rp1,490 triliun, tahun 2016 sebesar Rp1,715 trilun, dan tahun 2017 mencapai aRp2,175 triliun.

Pada tahun 2015, lanjut Ema, pendapatan pajak dari transaksi hotel hanya Rp195 miliar. Sedangkan dari sektor restoran Rp170 miliar, pajak hiburan Rp59 miliar, dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesar Rp390 miliar.

"Pendapatan pada tahun 2015 tersebut belum maksimal. Karenanya kami menggenjot kinerja dan mengoptimalkan berbagai potensi sehingga pada tahun 2017 terjadi peningkatan perolehan pajak. Pajak hotel meningkat Rp100 miliar menjadi Rp295 miliar, pajak restoran juga naik menjadi Rp278 miliar, pajak hiburan juga bertambah menjadi Rp83 miliar. Bahkan, PBB melonjak hingga Rp543 miliar," katanya.

Untuk lebih mengoptimalkan pendapatan PAD, tambah Ema, BPPD Kota Bandung melakukan sensus PBB, untuk memastikan data wajib pajak di Kota Bandung. "Dengan data yang akurat, tak ada lagi kekeliruan data PBB dengan fakta di lapangan. Karena kadang-kadang ada data yang belum diperbaharui oleh wajib pajak. Di data masih bangunan 1 lantai, ketika disensus bangunan sudah dua lantai. Data itu lalu kita perbarui,” kata Ema.



 

BERITA LAINNYA



Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Trase LRT Pertama Sudah Masuk KPBU
Minggu 18 November 2018
Jawa Barat


Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Ini Penyebab LRT Bandung Raya Masih Belum Terealisasi
Minggu 18 November 2018
Jawa Barat


Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui

 

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Target PAD Rp 2,64 Triliun, BPPD Optimis Terlampaui