Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat  




Rabu 19 Februari 2020

14:47 WIB

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
@prfmnews

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
PRFMNewsChannel

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
Minggu 26 Januari 2020, 18:17 WIB
Berita 26 Januari 2020
Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat




Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Bayi perempuan berusia 16 bulan diduga menjadi korban kekerasan seksual pria dewasa di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pelaku yang juga kerabat korban berinisial R (34), kini sudah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencabulan dan kekerasan terhadap anak.

Meski begitu, belum diketahui secara pasti motif pelaku berbuat kekerasan seksual kepada bayi malang tersebut. Hingga saat ini, Polres Tasikmalaya Kota yang menangani kasus ini masih melakukan penyelidikan.

Namun berdasarkan informasi diperoleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, perbuatan pelaku yang juga kakak ipar dari orang tua korban itu dipicu sakit hati.

"Sementara dugaan motif ini karena kecemburuan dan sakit hati, takut orang tuanya lebih sayang kepada bungsunya (orang tua korban). Meski begitu sudah kami sampaikan ke pihak kepolisian agar terduga pelaku ini diperiksa psikisnya khawatir ada kelainan," ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Minggu (26/1/2020).

Kasus dugaan kekerasan seksual ini dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota pada Kamis (16/1/2020). Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Ato, peristiwa tersebut berlangsung saat orang tua korban pindah rumah, Senin (13/1/2020).

Saat itu, ibu korban sedang beres-beres barang yang akan dibawa. Sementara ayah korban belum pulang dari pekerjaannya sebagai kuli bangunan. 

“Jadi, orang tua korban ini sudah 3 tahun tinggal bareng dengan kakaknya (istri dari pelaku) sekeluarga. Lalu, saat itu ibu korban sedang beres-beres mau pindahan rumah, sedangkan bapak korban sibuk bekerja jadi kuli bangunan, dan korban sedang di kamar karena tidur. Setelah selesai beres-beres barang, ibu korban bermaksud menggendong korban. Tapi ternyata korban menangis dan dari kemaluannya keluar darah," katanya.

Dari kejadian itu, ibu korban terkejut dan panik. Ia segera membawa korban ke tetangganya. Korban dilakukan pemeriksaan, ternyata darah itu memang keluar dari dalam kemaluan korban. 

"Kami yang mendapat laporan kejadian itu, langsung melakukan pendampingan," ungkap Ato.

Bayi 16 bulan itu langsung dibawa ke RSU SMC Singaparna untuk mendapatkan perawatan sekaligus visum.

Sementara ibu korban, kata Ato, melaporkan kejadian itu ke Polres Tasikmalaya Kota. Dari kronologis tersebut, lanjut Ato, kemudian terkuak ternyata pelakunya adalah kakak ipar dari orang tua korban.

"Karena memang di rumah itu yang ada kakak orang tua korban yang berinisial I, dan suaminya berinisial R, sehingga itu yang diperiksa intensif oleh kepolisian, yang selanjutnya dari hasil pemeriksaan intensif itu saudara R yang merupakan suami dari kakaknya orang tua korban ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tasikmalaya Kota," kata Ato.

Ato memaparkan, hingga saat ini KPAID Kabupaten Tasikmalaya masih memberikan pendampingan kepada korban untuk memulihkan fisik dan psikisnya. Sedangkan pelaku sudah ditahan di Mapolres Tasikmalaya Kota.

"Kami intens memberikan pendampingan, dimana pendampingan ini kami lakukan dengan dua cara, yang pertama bagaimana menyehatkan secara fisik kondisi korban. Karena kemarin setelah mengalami pemeriksaan kesehatannya mengalami penurunan drastis. Kemudian kedua dalam waktu dekat ketika kesehatannya kembali bugar kami melakukan pendampingan psikis melibatan tim psikolog untuk bisa mendampingi korban secara kontinu," pungkasnya.










 

BERITA TERKAIT


Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
 

BERITA PILIHAN


Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

 

BERITA LAINNYA

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020


Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020 Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020 Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat Dua Tahun Citarum Harum, Pabrik di Sekitar DAS Berlomba-Lomba Buat IPAL
Minggu 09 Februari 2020 Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

 

 

BERITA TERKAIT


Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Mau Perpanjang SIM? Yuk Datang ke CFD Dago
Minggu 26 Januari 2020, 06:24 WIB Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Ini Beberapa Wilayah yang Masih Tergenang Banjir
Minggu 26 Januari 2020, 07:17 WIB Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Duo Brazil Ikut TC Persib di Lembang
Minggu 26 Januari 2020, 07:28 WIB Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

DPR Apresiasi Polda Jabar Antisipasi Sunda Empire
Minggu 26 Januari 2020, 08:03 WIB

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
Minggu 26 Januari 2020, 18:17 WIB
Berita 26 Januari 2020

Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat


Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Bayi perempuan berusia 16 bulan diduga menjadi korban kekerasan seksual pria dewasa di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pelaku yang juga kerabat korban berinisial R (34), kini sudah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencabulan dan kekerasan terhadap anak.

Meski begitu, belum diketahui secara pasti motif pelaku berbuat kekerasan seksual kepada bayi malang tersebut. Hingga saat ini, Polres Tasikmalaya Kota yang menangani kasus ini masih melakukan penyelidikan.

Namun berdasarkan informasi diperoleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, perbuatan pelaku yang juga kakak ipar dari orang tua korban itu dipicu sakit hati.

"Sementara dugaan motif ini karena kecemburuan dan sakit hati, takut orang tuanya lebih sayang kepada bungsunya (orang tua korban). Meski begitu sudah kami sampaikan ke pihak kepolisian agar terduga pelaku ini diperiksa psikisnya khawatir ada kelainan," ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Minggu (26/1/2020).

Kasus dugaan kekerasan seksual ini dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota pada Kamis (16/1/2020). Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Ato, peristiwa tersebut berlangsung saat orang tua korban pindah rumah, Senin (13/1/2020).

Saat itu, ibu korban sedang beres-beres barang yang akan dibawa. Sementara ayah korban belum pulang dari pekerjaannya sebagai kuli bangunan. 

“Jadi, orang tua korban ini sudah 3 tahun tinggal bareng dengan kakaknya (istri dari pelaku) sekeluarga. Lalu, saat itu ibu korban sedang beres-beres mau pindahan rumah, sedangkan bapak korban sibuk bekerja jadi kuli bangunan, dan korban sedang di kamar karena tidur. Setelah selesai beres-beres barang, ibu korban bermaksud menggendong korban. Tapi ternyata korban menangis dan dari kemaluannya keluar darah," katanya.

Dari kejadian itu, ibu korban terkejut dan panik. Ia segera membawa korban ke tetangganya. Korban dilakukan pemeriksaan, ternyata darah itu memang keluar dari dalam kemaluan korban. 

"Kami yang mendapat laporan kejadian itu, langsung melakukan pendampingan," ungkap Ato.

Bayi 16 bulan itu langsung dibawa ke RSU SMC Singaparna untuk mendapatkan perawatan sekaligus visum.

Sementara ibu korban, kata Ato, melaporkan kejadian itu ke Polres Tasikmalaya Kota. Dari kronologis tersebut, lanjut Ato, kemudian terkuak ternyata pelakunya adalah kakak ipar dari orang tua korban.

"Karena memang di rumah itu yang ada kakak orang tua korban yang berinisial I, dan suaminya berinisial R, sehingga itu yang diperiksa intensif oleh kepolisian, yang selanjutnya dari hasil pemeriksaan intensif itu saudara R yang merupakan suami dari kakaknya orang tua korban ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tasikmalaya Kota," kata Ato.

Ato memaparkan, hingga saat ini KPAID Kabupaten Tasikmalaya masih memberikan pendampingan kepada korban untuk memulihkan fisik dan psikisnya. Sedangkan pelaku sudah ditahan di Mapolres Tasikmalaya Kota.

"Kami intens memberikan pendampingan, dimana pendampingan ini kami lakukan dengan dua cara, yang pertama bagaimana menyehatkan secara fisik kondisi korban. Karena kemarin setelah mengalami pemeriksaan kesehatannya mengalami penurunan drastis. Kemudian kedua dalam waktu dekat ketika kesehatannya kembali bugar kami melakukan pendampingan psikis melibatan tim psikolog untuk bisa mendampingi korban secara kontinu," pungkasnya.






 

BERITA LAINNYA



Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat

Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020