Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi  




Sabtu 24 Februari 2018

19:09 WIB

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi
@prfmnews

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi
PRFMNewsChannel

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi
Sabtu 07 Oktober 2017, 11:37 WIB

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi
Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi




Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Redaksi Oleh : Maynolitta
Foto Oleh : Istimewa

Bandung, (PRFM) - Sejumlah bahasa daerah di Indonesia saat ini terancam punah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu hilangnya fungsi dari bahasa daerah itu sendiri. Hal ini disampaikan Pengamat pendidikan sekaligus Ketua Komisi Informasi Publik, Dan Satriana saat on air di PRFM, Sabtu (7/10/2017).


Dan mengungkapkan, bahasa-bahasa daerah tersebut sudah tidak mampu lagi memberi makna terhadap perkembangan lingkungan. Hal ini membuat masyarakat mengadopsi istilah-istilah di luar bahasa daerah.


“Tentu zaman dulu ketika bahasa ibu hadir, tidak mengenal namanya motor, kamera, internet dan lain lain. Kita mengadopsi bahasa-bahasa dari luar yang menemukan benda-benda tersebut,” ucapnya.


Dia menambahkan, jika masyarakat bisa mampu mengadopsi, maka bahasa daerah mampu bertahan. Sebaliknya, jika dibatasi, maka bahasa daerah akan kehilangan fungsinya.


“Justru kekuatan bahasa menurut saya adalah ketika dia mampu berkembang, mampu beradaptasi, mampu memperkaya bahasanya sendiri dengan dinamika kehidupan yang mau tidak mau akan terus berkembang,” ungkapnya.


Editor: Desy Viani



Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

 

BERITA TERKAIT


Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi
 

BERITA PILIHAN


Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

 

BERITA LAINNYA

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Awali Kampanye di Bogor, Demiz Blusukan di Pasar Leuwi Liang
Sabtu 24 Februari 2018


Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada, Pemkab Garut Tidak Angkat Pejabat Definitif
Sabtu 24 Februari 2018 Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi Jika Terpilih, Oded Agendakan Pertemuan Dengan Para Ketua RW Tiga Bulan Sekali
Jumat 23 Februari 2018 Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi Kang Hasan Prihatin Dengan Musibah Yang Melanda Jawa Barat
Jumat 23 Februari 2018 Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi PW Persis Jabar Bantah Dukung Salah Satu Paslon Cagub-Cawagub Jabar
Kamis 22 Februari 2018 Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi Sambangi Kebon Jeruk, Yana: Insya Allah Ke Depan Akan Bangun Rusun
Kamis 22 Februari 2018 Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi Kunjungi Warga Arcamanik, Oded Sosialisasikan Visi Misi
Kamis 22 Februari 2018 Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

 

 

BERITA TERKAIT

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi
Sabtu 07 Oktober 2017, 11:37 WIB

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi
Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi


Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Redaksi Oleh : Maynolitta
Sumber Foto : Istimewa


Bandung, (PRFM) - Sejumlah bahasa daerah di Indonesia saat ini terancam punah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu hilangnya fungsi dari bahasa daerah itu sendiri. Hal ini disampaikan Pengamat pendidikan sekaligus Ketua Komisi Informasi Publik, Dan Satriana saat on air di PRFM, Sabtu (7/10/2017).


Dan mengungkapkan, bahasa-bahasa daerah tersebut sudah tidak mampu lagi memberi makna terhadap perkembangan lingkungan. Hal ini membuat masyarakat mengadopsi istilah-istilah di luar bahasa daerah.


“Tentu zaman dulu ketika bahasa ibu hadir, tidak mengenal namanya motor, kamera, internet dan lain lain. Kita mengadopsi bahasa-bahasa dari luar yang menemukan benda-benda tersebut,” ucapnya.


Dia menambahkan, jika masyarakat bisa mampu mengadopsi, maka bahasa daerah mampu bertahan. Sebaliknya, jika dibatasi, maka bahasa daerah akan kehilangan fungsinya.


“Justru kekuatan bahasa menurut saya adalah ketika dia mampu berkembang, mampu beradaptasi, mampu memperkaya bahasanya sendiri dengan dinamika kehidupan yang mau tidak mau akan terus berkembang,” ungkapnya.


Editor: Desy Viani



 

BERITA LAINNYA



Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Awali Kampanye di Bogor, Demiz Blusukan di Pasar Leuwi Liang
Sabtu 24 Februari 2018
Pilgub Jabar 2018


Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Kang Hasan Prihatin Dengan Musibah Yang Melanda Jawa Barat
Jumat 23 Februari 2018
Pilgub Jabar 2018


Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Sambangi Kebon Jeruk, Yana: Insya Allah Ke Depan Akan Bangun Rusun
Kamis 22 Februari 2018
Pilwalkot Bandung 2018


Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi

 

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Terancam Punah, Bahasa Daerah Harus Mampu Beradaptasi