Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila  




Jumat 23 Juni 2017

05:26 WIB

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila
@prfmnews

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila
PRFMNewsChannel

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila
Rabu 11 Januari 2017, 21:16 WIB
Purwakarta Istimewa

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila
Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila




Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi hari ini, Rabu (11/1/2017) membentuk lembaga Institut Pancasila sebagai bentuk upayanya menerapkan Pancasila menjadi Garda Kebudayaan masyarakat di kehidupan sehari-hari.

Menurut Dedi, selama ini Pancasila lebih dikenal dari aspek doktriner dan seolah terlepas dari akar kebudayaan bangsa Indonesia. Oleh karenanya dalam peluncuran ini, Dedi merumuskan bersama lima tokoh berlatar belakang berbeda yaitu, Budayawan Sudjiwo Tedjo, Akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Prof Asep Muhtadi, Akademisi dari Universitas Paramadhina Dr Yudi Latif, Rohaniawan Romo Benny Susetyo dan Kolonel CZI Burlian Sjafei dari Sekolah Staff dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bale Janaka, kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta.

“Mulai hari ini, Pancasila harus dipahami melalui pendekatan kebudayaan dan kearifan lokal. Kami di Purwakarta membutuhkan gagasan para beliau ini untuk merumuskan gagasan berpikir tentang arah dan nilai Pancasila dalam pengamalannya di Purwakarta yang kental dengan nilai kesundaan,” ujar Dedi Mulyadi yang juga inisiator Institut Pancasila.

Dalam konteks kebijakan dirinya sebagai kepala daerah, Dedi mencontohkan program yang hari ini sedang ia kerjakan yakni pembersihan Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur Purwakarta dari Keramba Jaring Apung melalui "Operasi Jatiluhur Herang". Program ini dilakukan dalam rangka maksimalisasi tata kelola energi listrik yang diproduksi oleh PLTA di waduk buatan terbesar di Indonesia itu.

“Langkah kecil ini berimplikasi besar terhadap lingkungan,” tambahnya.

Prof Yudi Latif yang juga penulis buku "Negara Paripurna : Historisitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila" mengungkapkan hal serupa. Ia menilai, Pancasila tidak hanya cukup menjadi hafalan melainkan harus dijadikan laku hidup di seluruh tingkatan kehidupan anak bangsa baik pejabat hingga rakyat biasa.

“Ruh Pancasila itu harus menumbuhkan nilai kasih sayang bagi sesama manusia, menghargai setiap perbedaan yang ada di Indonesia. Komunitas adat di berbagai tempat konsisten menjalankan nilai ini sehingga lingkungan mereka terjaga. Dalam Pancasila itu terakomodir seluruh kepentingan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Institut Pancasila ini ke depan akan menyasar seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta sampai tingkat Ketua Rukun Warga dan Rukun Tetangga. Mereka bertugas menyebarkan nlai-nilai Pancasila sebagai Garda Kebudayaan kepada anggota masyarakat disekitarnya. Khusus untuk pegawai, kenaikan jenjang jabatan mereka akan ditentukan oleh sertifikasi pemahaman nilai Pancasila.

“Timnya kita buat, arahannya jelas tadi disampaikan Kang Dedi, untuk pegawai sampai Ketua RT/RW mereka harus mampu menginternalisasi secara personal juga menyebarkan nilai-nilai Pancasila ini,” tutur Direktur Institut Pancasila, Prof Asep Muhtadi.

 



Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

 

BERITA TERKAIT


Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila
 

BERITA PILIHAN


Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

 

BERITA LAINNYA

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

H-3 Lebaran 2017, Jalur Tasikmalaya Kota Masih Terpantau Ramai Lancar
Kamis 22 Juni 2017


Lebaran 2017, Pemudik di Bandara Husein Sastranegara Alami Penurunan
Kamis 22 Juni 2017 Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila Lebaran 2017, Pemudik di Bandara Husein Sastranegara Alami Penurunan
Kamis 22 Juni 2017 Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila Pemerintah Kota Bandung Berikan BNPT Terakhir di Kelurahan Warung Muncang
Kamis 22 Juni 2017 Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila Motornya Dicuri, Warga Ini Janjikan Imbalan Rp 1 Juta Bagi yang Bisa Menemukan
Kamis 22 Juni 2017 Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila Motornya Dicuri, Warga Ini Janjikan Imbalan Rp 1 Juta Bagi yang Bisa Menemukan
Kamis 22 Juni 2017 Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila Final Liga Ngabuburit 2017 Turut Dihadiri Pemain Legendaris Persib
Kamis 22 Juni 2017 Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

 

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila
Rabu 11 Januari 2017, 21:16 WIB
Purwakarta Istimewa

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila
Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila


Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi hari ini, Rabu (11/1/2017) membentuk lembaga Institut Pancasila sebagai bentuk upayanya menerapkan Pancasila menjadi Garda Kebudayaan masyarakat di kehidupan sehari-hari.

Menurut Dedi, selama ini Pancasila lebih dikenal dari aspek doktriner dan seolah terlepas dari akar kebudayaan bangsa Indonesia. Oleh karenanya dalam peluncuran ini, Dedi merumuskan bersama lima tokoh berlatar belakang berbeda yaitu, Budayawan Sudjiwo Tedjo, Akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Prof Asep Muhtadi, Akademisi dari Universitas Paramadhina Dr Yudi Latif, Rohaniawan Romo Benny Susetyo dan Kolonel CZI Burlian Sjafei dari Sekolah Staff dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bale Janaka, kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta.

“Mulai hari ini, Pancasila harus dipahami melalui pendekatan kebudayaan dan kearifan lokal. Kami di Purwakarta membutuhkan gagasan para beliau ini untuk merumuskan gagasan berpikir tentang arah dan nilai Pancasila dalam pengamalannya di Purwakarta yang kental dengan nilai kesundaan,” ujar Dedi Mulyadi yang juga inisiator Institut Pancasila.

Dalam konteks kebijakan dirinya sebagai kepala daerah, Dedi mencontohkan program yang hari ini sedang ia kerjakan yakni pembersihan Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur Purwakarta dari Keramba Jaring Apung melalui "Operasi Jatiluhur Herang". Program ini dilakukan dalam rangka maksimalisasi tata kelola energi listrik yang diproduksi oleh PLTA di waduk buatan terbesar di Indonesia itu.

“Langkah kecil ini berimplikasi besar terhadap lingkungan,” tambahnya.

Prof Yudi Latif yang juga penulis buku "Negara Paripurna : Historisitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila" mengungkapkan hal serupa. Ia menilai, Pancasila tidak hanya cukup menjadi hafalan melainkan harus dijadikan laku hidup di seluruh tingkatan kehidupan anak bangsa baik pejabat hingga rakyat biasa.

“Ruh Pancasila itu harus menumbuhkan nilai kasih sayang bagi sesama manusia, menghargai setiap perbedaan yang ada di Indonesia. Komunitas adat di berbagai tempat konsisten menjalankan nilai ini sehingga lingkungan mereka terjaga. Dalam Pancasila itu terakomodir seluruh kepentingan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Institut Pancasila ini ke depan akan menyasar seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta sampai tingkat Ketua Rukun Warga dan Rukun Tetangga. Mereka bertugas menyebarkan nlai-nilai Pancasila sebagai Garda Kebudayaan kepada anggota masyarakat disekitarnya. Khusus untuk pegawai, kenaikan jenjang jabatan mereka akan ditentukan oleh sertifikasi pemahaman nilai Pancasila.

“Timnya kita buat, arahannya jelas tadi disampaikan Kang Dedi, untuk pegawai sampai Ketua RT/RW mereka harus mampu menginternalisasi secara personal juga menyebarkan nilai-nilai Pancasila ini,” tutur Direktur Institut Pancasila, Prof Asep Muhtadi.

 



 

BERITA LAINNYA



Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila

 

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Terapkan Pancasila Garda Kebudayaan, Bupati Purwakarta Bentuk Institut Pancasila