Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar  




Senin 09 Desember 2019

01:57 WIB

Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar
@prfmnews

Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar
PRFMNewsChannel

Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar
Selasa 06 Agustus 2019, 21:44 WIB
Kesehatan
Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar
Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar




Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Ilustrasi - Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Konsumsi daging saat momen Idul Adha pada 11 Agustus mendatang, dipastikan meningkat. Soalnya, daging sapi merupakan sumber nutrisi penting bagi tubuh seperti protein dan mineral. 

Namun, daging sapi juga bisa menjadi sumber lemak dan kolesterol jahat. Cara mengolah, cara mengonsumsi, hingga cara penyimpanan daging sapi yang baik dan benar bisa mengurangi dampak buruk dari mengonsumsi daging sapi.

Melansir alodokter, daging sapi merupakan sumber protein, vitamin B, dan mineral seperti zinc, fosfor, selenium, dan zat besi yang baik dan penting untuk tubuh. 

Daging sapi juga mengandung berbagai jenis lemak, terutama lemak jenuh dan lemak tak jenuh tunggal. 

Jika sering mengonsumsi daging sapi, tidak hanya kadar protein dalam tubuh yang meningkat, tetapi juga lemak.

Tingginya kadar lemak dalam tubuh akan meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan terjadinya obesitas. Makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol mampu meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL. Akibatnya, risiko terjadinya aterosklerosis, penyakit jantung, dan stroke pun akan meningkat. 

Selain itu, terlalu sering makan daging merah, termasuk daging sapi, diduga dapat memicu peradangan yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kanker, seperti kanker kolorektal, lambung, payudara, dan endometrium.

Tak hanya jumlah konsumsi daging sapi yang harus diawasi, cara menyimpan dan mengolahnya pun harus diperhatikan. Berikut beberapa cara sehat untuk memilih, menyimpan, mengolah, hingga mengonsumsi daging sapi:

Pilih

Pilih bagian daging sapi yang lemaknya sedikit seperti paha belakang, paha depan, has luar (sirloin), atau pinggang.

Pilih daging sapi yang berwarna merah segar dan bersih. Jauhi daging sapi yang sudah berwarna kecokelatan, berlendir, atau tampak kotor.

Sebaiknya konsumsi daging sapi asli, bukan daging olahan seperti daging asap, hot dog, atau sosis.

Simpan

Simpan daging sapi di kulkas bersuhu 1 derajat Celcius atau di freezer bersuhu -18 derajat Celcius segera setelah membeli Hal ini berguna untuk menjaga daging tetap segar, mempertahankan nutrisi daging sapi, dan memperpanjang umur simpan makanan.

Jika disimpan di kulkas, daging sapi mentah sebaiknya hanya disimpan selama satu atau dua hari. Sedangkan daging sapi masak, dapat bertahan selama tiga hingga empat hari.

Apabila disimpan dalam freezer, daging sapi mentah bisa bertahan hingga tiga atau empat bulan, sedangkan daging sapi matang dua hingga enam bulan.

Simpan daging sapi dalam wadah bersih dan tertutup rapat. Jika ingin mencairkan daging sapi yang beku, taruh dalam lemari es untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Olah

Sebelum dan setelah memegang daging sapi, jangan lupa cuci tangan selama setidaknya 20 detik dengan air bersih dan sabun agar bakteri di tangan tidak menyebar.

Gunakan pisau dan talenan yang berbeda ketika mengolah daging sapi agar bakteri tidak menyebar ke bahan makanan lain.

Buang lemak daging terlebih dahulu sebelum dimasak, terutama jika ingin membuat sup atau semur.

Jika ingin memasak daging sapi, disarankan untuk memanggangnya atau merebusnya, bukan menggoreng.

Jika digoreng, gunakan minyak yang sehat bagi jantung, seperti minyak bunga matahari, minyak kanola, minyak kedelai, atau minyak zaitun. Masak daging sapi dalam penggorengan, oven, atau air bersuhu setidaknya 71 derajat Celcius untuk membunuh bakteri.

Konsumsi

Konsumsi sayuran berserat yang dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol setelah mengonsumsi daging sapi. Batasi konsumsi daging sapi yang tinggi zat besi jika sedang diberikan suplemen zat besi oleh dokter. Hal ini guna mencegah kelebihan zat besi dalam darah.

Dengan cara-cara di atas, kita dapat menyantap menu daging sapi tanpa rasa khawatir akan mengalami gangguan kesehatan usai perayaan Idul Adha. 










 

BERITA TERKAIT


Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar
 

BERITA PILIHAN


Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

 

BERITA LAINNYA

Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

Walhi Jabar Pesimistis Dengan Pembentukan Badan Otorita Cekungan Bandung
Minggu 08 Desember 2019


Puntung Rokok adalah Masalah Banyaknya Orang yang Terpapar Asap Rokok
Minggu 08 Desember 2019 Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar Kontribusi PAD Minim, Dewan Dukung Pemkot Bandung Evaluasi Semua BUMD
Minggu 08 Desember 2019 Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar Wagub Uu: Program Satu Desa Satu Hafidz untuk Jaga Nuansa Islami di Jabar
Minggu 08 Desember 2019 Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar Kesantuyan Tahun Baru Ala Havana di Santika Garut
Minggu 08 Desember 2019 Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar Indonesia Kokoh di Posisi Dua Klasemen Medali SEA Games 2019
Minggu 08 Desember 2019 Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar Pembangunan Asrama Haji di Kawasan Kertajati Harus Dipikirkan Matang
Minggu 08 Desember 2019 Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

 

 

BERITA TERKAIT

Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar
Selasa 06 Agustus 2019, 21:44 WIB
Kesehatan

Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar
Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar


Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Ilustrasi - Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Konsumsi daging saat momen Idul Adha pada 11 Agustus mendatang, dipastikan meningkat. Soalnya, daging sapi merupakan sumber nutrisi penting bagi tubuh seperti protein dan mineral. 

Namun, daging sapi juga bisa menjadi sumber lemak dan kolesterol jahat. Cara mengolah, cara mengonsumsi, hingga cara penyimpanan daging sapi yang baik dan benar bisa mengurangi dampak buruk dari mengonsumsi daging sapi.

Melansir alodokter, daging sapi merupakan sumber protein, vitamin B, dan mineral seperti zinc, fosfor, selenium, dan zat besi yang baik dan penting untuk tubuh. 

Daging sapi juga mengandung berbagai jenis lemak, terutama lemak jenuh dan lemak tak jenuh tunggal. 

Jika sering mengonsumsi daging sapi, tidak hanya kadar protein dalam tubuh yang meningkat, tetapi juga lemak.

Tingginya kadar lemak dalam tubuh akan meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan terjadinya obesitas. Makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol mampu meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL. Akibatnya, risiko terjadinya aterosklerosis, penyakit jantung, dan stroke pun akan meningkat. 

Selain itu, terlalu sering makan daging merah, termasuk daging sapi, diduga dapat memicu peradangan yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kanker, seperti kanker kolorektal, lambung, payudara, dan endometrium.

Tak hanya jumlah konsumsi daging sapi yang harus diawasi, cara menyimpan dan mengolahnya pun harus diperhatikan. Berikut beberapa cara sehat untuk memilih, menyimpan, mengolah, hingga mengonsumsi daging sapi:

Pilih

Pilih bagian daging sapi yang lemaknya sedikit seperti paha belakang, paha depan, has luar (sirloin), atau pinggang.

Pilih daging sapi yang berwarna merah segar dan bersih. Jauhi daging sapi yang sudah berwarna kecokelatan, berlendir, atau tampak kotor.

Sebaiknya konsumsi daging sapi asli, bukan daging olahan seperti daging asap, hot dog, atau sosis.

Simpan

Simpan daging sapi di kulkas bersuhu 1 derajat Celcius atau di freezer bersuhu -18 derajat Celcius segera setelah membeli Hal ini berguna untuk menjaga daging tetap segar, mempertahankan nutrisi daging sapi, dan memperpanjang umur simpan makanan.

Jika disimpan di kulkas, daging sapi mentah sebaiknya hanya disimpan selama satu atau dua hari. Sedangkan daging sapi masak, dapat bertahan selama tiga hingga empat hari.

Apabila disimpan dalam freezer, daging sapi mentah bisa bertahan hingga tiga atau empat bulan, sedangkan daging sapi matang dua hingga enam bulan.

Simpan daging sapi dalam wadah bersih dan tertutup rapat. Jika ingin mencairkan daging sapi yang beku, taruh dalam lemari es untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Olah

Sebelum dan setelah memegang daging sapi, jangan lupa cuci tangan selama setidaknya 20 detik dengan air bersih dan sabun agar bakteri di tangan tidak menyebar.

Gunakan pisau dan talenan yang berbeda ketika mengolah daging sapi agar bakteri tidak menyebar ke bahan makanan lain.

Buang lemak daging terlebih dahulu sebelum dimasak, terutama jika ingin membuat sup atau semur.

Jika ingin memasak daging sapi, disarankan untuk memanggangnya atau merebusnya, bukan menggoreng.

Jika digoreng, gunakan minyak yang sehat bagi jantung, seperti minyak bunga matahari, minyak kanola, minyak kedelai, atau minyak zaitun. Masak daging sapi dalam penggorengan, oven, atau air bersuhu setidaknya 71 derajat Celcius untuk membunuh bakteri.

Konsumsi

Konsumsi sayuran berserat yang dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol setelah mengonsumsi daging sapi. Batasi konsumsi daging sapi yang tinggi zat besi jika sedang diberikan suplemen zat besi oleh dokter. Hal ini guna mencegah kelebihan zat besi dalam darah.

Dengan cara-cara di atas, kita dapat menyantap menu daging sapi tanpa rasa khawatir akan mengalami gangguan kesehatan usai perayaan Idul Adha. 






 

BERITA LAINNYA



Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

Walhi Jabar Pesimistis Dengan Pembentukan Badan Otorita Cekungan Bandung
Minggu 08 Desember 2019
Wacana Pembentukan Badan Otorita Cekungan Bandung


Tetap Sehat Usai Momen Idul Adha, Begini Cara Olah Daging Sapi dengan Benar

Kesantuyan Tahun Baru Ala Havana di Santika Garut
Minggu 08 Desember 2019
Advertorial