UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar  




Senin 10 Desember 2018

19:48 WIB

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar
@prfmnews

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar
PRFMNewsChannel

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar
Rabu 21 November 2018, 18:50 WIB
Pangandaran Jadi KEK

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar
UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar




UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Rizky Perdana - PRFM

Foto : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jawa Barat Ferry Sofwan Arief saat memaparkan UMK 2019 kota/kabupaten di Jabar dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Aula Gedung Sate, Rabu (21/11/2018).

BANDUNG,(PRFM) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2019 pada 1 November 2018 silam sebesar  Rp1 .668.372,83. Sedangkan untuk upah minimum kota/kabupaten (UMK) baru ditetapkan hari ini, Rabu (21/11/2018).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jawa Barat Ferry Sofwan Arief menyebutkan, kenikan UMK di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat naik sebesar 8,03 persen. Namun khusus untuk Kabupaten Pangandaran, dari hasil berbagai macam pertimbangan mengalami kenaikan sebesar 10 persen.

Dijelaskan Ferry, penetapan kenaikan UMK Kabupaten Pangandaran 10 persen, tak lepas dari rencana Pemprov Jabar yang akan menjadikan Pangandaran sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK), di bidang Pariwisata, dan kedepannya di bidang industri pengolahaan perikanan Jawa Barat.

"Pangandaran itu sedang digarap untuk ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK)," jelas Ferry saat on air di PRFM.

Kenaikan UMK Kabupaten Pangandaran yang mencapai 10 persen, lanjut Ferry, diharapkan bisa menarik profesional atau orang yang berkompeten untuk bekerja di Pangandaran. Hal ini tentunya ditujukan agar kabupaten Pangandaran bisa berkembang lebih cepat.

"Ini membutuhkan sesuatu yang menarik profesional dan orang-orang yang berkompeten, kalau upahnya paling rendah apakah tertarik? nah itu salah satu penilaiannya," jelasnya.

Dengan kenaikan sebesar 10 persen, UMK Kabupaten Pangandaran tidak lagi menjadi UMK terkecil di Jawa Barat. Pasalnya dengan UMK yang mengalami kenaikan sebesar 10 persen, kini UMK Kabupaten Pangandaran sebesar Rp 1.714.673,33, yang berada di atas UMK Kota Banjar yang hanya Rp 1.688.217,52. Sedangkan UMK tertinggi ada di Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.234.010,24.

Adapun rincian UMK Kota/kabupaten di Jawa Barat tahun 2019 adalah :


1. Kabupaten Karawang         : Rp 4.234.010,24

2. Kota Bekasi                 : Rp 4.229.756,61

3. Kabupaten Bekasi         : Rp 4.146.126,18

4. Kota Depok                 : Rp 3.872.551.72

5. Kota Bogor                 : Rp 3.842.785,54

6. Kabupaten Bogor          : Rp 3.763.405,88

7. Kabupaten Purwakarta         : Rp 3.722.299,94

8. Kota Bandung                 : Rp 3.339.580,61

9. Kabupaten Bandung Barat : Rp 2.898.744,63

10. Kabupaten Sumedang         : Rp 2.893.074,72

11. Kabupaten Bandung         : Rp 2.893.074,71

12. Kota Cimahi                 : Rp 2.893.074,13

13. Kabupaten Sukabumi         : Rp 2.791.016,23

14. Kabupaten Subang         : Rp 2.732.899,70

15. Kabupaten Cianjur         : Rp 2.336.044,97

16. Kota Sukabumi         : Rp 2.331.752,50

17. Kabupaten Indramayu         : Rp 2.117.713,68

18. Kota Tasikmalaya         : Rp 2.086.529,61

19. Kabupaten Tasikmalaya : Rp 2.075.189,31

20. Kota Cirebon                 : Rp 2.045.422,24

21. Kabupaten Cirebon         : Rp 2.024.160,07

22. Kabupaten Garut         : Rp 1.807.285,69

23. Kabupaten Majalengka : Rp 1.791.693,26

24. Kabupaten Kuningan         : Rp 1.734.994,34

25. Kabupaten Ciamis         : Rp 1.733.162,42

26. Kabupaten Pangandara : Rp 1.714.673,33

27. Kota Banjar                 : Rp 1.688.217,52



UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

 

BERITA TERKAIT


UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar
 

BERITA PILIHAN


UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

 

BERITA LAINNYA

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

Jelang Natal dan Tahun Baru, Menhub Intensifkan Ramp Check Bus Pariwisata
Senin 10 Desember 2018


Desa Digital Bakal Dikembangkan ke 5.300 Desa di Seluruh Jabar
Senin 10 Desember 2018 UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar STNK 5 Tahunan Tak Diperpanjang, Siap-siap Kendaraan Jadi Bodong
Senin 10 Desember 2018 UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar STNK 5 Tahunan Tak Diperpanjang, Siap-siap Kendaraan Jadi Bodong
Senin 10 Desember 2018 UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar Mayjen TNI Tri Soewandono Resmi Menjabat Pangdam III/Siliwangi
Senin 10 Desember 2018 UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar ITB Buka 3 Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru 2019/2020
Senin 10 Desember 2018 UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar Jokowi Lantik Gubernur Riau dan Bengkulu
Senin 10 Desember 2018 UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

 

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar
Rabu 21 November 2018, 18:50 WIB
Pangandaran Jadi KEK

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar
UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar


UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Rizky Perdana - PRFM


Foto : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jawa Barat Ferry Sofwan Arief saat memaparkan UMK 2019 kota/kabupaten di Jabar dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Aula Gedung Sate, Rabu (21/11/2018).

BANDUNG,(PRFM) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2019 pada 1 November 2018 silam sebesar  Rp1 .668.372,83. Sedangkan untuk upah minimum kota/kabupaten (UMK) baru ditetapkan hari ini, Rabu (21/11/2018).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jawa Barat Ferry Sofwan Arief menyebutkan, kenikan UMK di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat naik sebesar 8,03 persen. Namun khusus untuk Kabupaten Pangandaran, dari hasil berbagai macam pertimbangan mengalami kenaikan sebesar 10 persen.

Dijelaskan Ferry, penetapan kenaikan UMK Kabupaten Pangandaran 10 persen, tak lepas dari rencana Pemprov Jabar yang akan menjadikan Pangandaran sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK), di bidang Pariwisata, dan kedepannya di bidang industri pengolahaan perikanan Jawa Barat.

"Pangandaran itu sedang digarap untuk ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK)," jelas Ferry saat on air di PRFM.

Kenaikan UMK Kabupaten Pangandaran yang mencapai 10 persen, lanjut Ferry, diharapkan bisa menarik profesional atau orang yang berkompeten untuk bekerja di Pangandaran. Hal ini tentunya ditujukan agar kabupaten Pangandaran bisa berkembang lebih cepat.

"Ini membutuhkan sesuatu yang menarik profesional dan orang-orang yang berkompeten, kalau upahnya paling rendah apakah tertarik? nah itu salah satu penilaiannya," jelasnya.

Dengan kenaikan sebesar 10 persen, UMK Kabupaten Pangandaran tidak lagi menjadi UMK terkecil di Jawa Barat. Pasalnya dengan UMK yang mengalami kenaikan sebesar 10 persen, kini UMK Kabupaten Pangandaran sebesar Rp 1.714.673,33, yang berada di atas UMK Kota Banjar yang hanya Rp 1.688.217,52. Sedangkan UMK tertinggi ada di Kabupaten Karawang sebesar Rp 4.234.010,24.

Adapun rincian UMK Kota/kabupaten di Jawa Barat tahun 2019 adalah :


1. Kabupaten Karawang         : Rp 4.234.010,24

2. Kota Bekasi                 : Rp 4.229.756,61

3. Kabupaten Bekasi         : Rp 4.146.126,18

4. Kota Depok                 : Rp 3.872.551.72

5. Kota Bogor                 : Rp 3.842.785,54

6. Kabupaten Bogor          : Rp 3.763.405,88

7. Kabupaten Purwakarta         : Rp 3.722.299,94

8. Kota Bandung                 : Rp 3.339.580,61

9. Kabupaten Bandung Barat : Rp 2.898.744,63

10. Kabupaten Sumedang         : Rp 2.893.074,72

11. Kabupaten Bandung         : Rp 2.893.074,71

12. Kota Cimahi                 : Rp 2.893.074,13

13. Kabupaten Sukabumi         : Rp 2.791.016,23

14. Kabupaten Subang         : Rp 2.732.899,70

15. Kabupaten Cianjur         : Rp 2.336.044,97

16. Kota Sukabumi         : Rp 2.331.752,50

17. Kabupaten Indramayu         : Rp 2.117.713,68

18. Kota Tasikmalaya         : Rp 2.086.529,61

19. Kabupaten Tasikmalaya : Rp 2.075.189,31

20. Kota Cirebon                 : Rp 2.045.422,24

21. Kabupaten Cirebon         : Rp 2.024.160,07

22. Kabupaten Garut         : Rp 1.807.285,69

23. Kabupaten Majalengka : Rp 1.791.693,26

24. Kabupaten Kuningan         : Rp 1.734.994,34

25. Kabupaten Ciamis         : Rp 1.733.162,42

26. Kabupaten Pangandara : Rp 1.714.673,33

27. Kota Banjar                 : Rp 1.688.217,52



 

BERITA LAINNYA



UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar

 

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

UMK Pangandaran Tidak Lagi Terendah, Ini Besaran UMK 2019 di Jabar