Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori  




Minggu 26 Januari 2020

22:08 WIB

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori
@prfmnews

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori
PRFMNewsChannel

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori
Rabu 17 Juli 2019, 17:24 WIB

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori
Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori




Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Tommy Riyadi-PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Kota Bandung kembali melakukan terobosan baru untuk menanggulangi masalah banjir. Salah satunya membuat program menabung air hujan dengan teknik drumpori.

Drumpori sendiri merupakan wadah tampungan air yang akan ditampung saat hujan turun. Tampungan ini nantinya dapat dipanen saat musim kemarau, sehingga aliran air tetap bisa digunakan masyarakat. 

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, drumpori ini sendiri merupakan program lanjutan setelah Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan). Oded mengaku selain masalah sampah, kota bandung juga masih dihantui persoalan banjir.

"Saya harap dengan upaya ini, air ke hilir tidak terlalu banyak. Di bandung ini kan soal sampah dan banjir belum selesai," ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/7/2019). 

Sementara itu di tempat yang sama, Penggagas Drumpori,Rahim Asyik Budisantoso mengatakan program drumpori ini tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. 

"Jadi tidak bisa semua dipasang seperti daerah selatan, buah batu itu tidak bisa. Tapi kalau di daerah utara bandung bisa efektif.

Rahim menjelaskan, satu drum drumpori ini dapat menampung air sebanyak 220 liter per 10 menit. Maka bila hujan turun dengan intensitas lebat, maka volume air pun akan semakin banyak tertampung.

"Bayangkan kalau ada 1000 drum ada 22.000 liter dalam 10 menit pertama," tambahnya. 

Untuk satu buah drumpori ini, lanjut dia warga bandung tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Harga di pasar loak memang tidak lebih dari Rp 100 ribu. 

"Biaya belum pernah hitung real, tapi ya kalau di pasar loak drump bekas itu Rp.100-200an," tuturnya.

Selain dapat membantu warga bandung terkait ketersediaan air saat kemarau, keberadaan drumpori ini pun bisa menjadi acuan wilayah mana yang masih terkendala persoalan banjir.

"Dengan kegiatan ini kita tahu daerah mana yang belum selesai masalah banjirnya. Sehingga bisa terpetakan," tutupnya.










 

BERITA TERKAIT


Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori
 

BERITA PILIHAN


Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

 

BERITA LAINNYA

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

Akibat Rem Mendadak, Empat Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Flyover Kircon
Minggu 26 Januari 2020


Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020 Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020 Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Kemenlu Terbitkan Travel Advice Ke Tiongkok
Minggu 26 Januari 2020 Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
Minggu 26 Januari 2020 Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori Dewan Tuding Proyek KCIC dan Tol Cisumdawu Penyebab Banjir Rancaekek Kian Parah
Minggu 26 Januari 2020 Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori PSSI Sahkan Perubahan Nama Blitar Bandung United Jadi Bandung United
Minggu 26 Januari 2020 Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

 

 

BERITA TERKAIT

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori
Rabu 17 Juli 2019, 17:24 WIB

Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori
Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori


Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Tommy Riyadi-PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Pemerintah Kota Bandung kembali melakukan terobosan baru untuk menanggulangi masalah banjir. Salah satunya membuat program menabung air hujan dengan teknik drumpori.

Drumpori sendiri merupakan wadah tampungan air yang akan ditampung saat hujan turun. Tampungan ini nantinya dapat dipanen saat musim kemarau, sehingga aliran air tetap bisa digunakan masyarakat. 

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, drumpori ini sendiri merupakan program lanjutan setelah Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan). Oded mengaku selain masalah sampah, kota bandung juga masih dihantui persoalan banjir.

"Saya harap dengan upaya ini, air ke hilir tidak terlalu banyak. Di bandung ini kan soal sampah dan banjir belum selesai," ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/7/2019). 

Sementara itu di tempat yang sama, Penggagas Drumpori,Rahim Asyik Budisantoso mengatakan program drumpori ini tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. 

"Jadi tidak bisa semua dipasang seperti daerah selatan, buah batu itu tidak bisa. Tapi kalau di daerah utara bandung bisa efektif.

Rahim menjelaskan, satu drum drumpori ini dapat menampung air sebanyak 220 liter per 10 menit. Maka bila hujan turun dengan intensitas lebat, maka volume air pun akan semakin banyak tertampung.

"Bayangkan kalau ada 1000 drum ada 22.000 liter dalam 10 menit pertama," tambahnya. 

Untuk satu buah drumpori ini, lanjut dia warga bandung tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Harga di pasar loak memang tidak lebih dari Rp 100 ribu. 

"Biaya belum pernah hitung real, tapi ya kalau di pasar loak drump bekas itu Rp.100-200an," tuturnya.

Selain dapat membantu warga bandung terkait ketersediaan air saat kemarau, keberadaan drumpori ini pun bisa menjadi acuan wilayah mana yang masih terkendala persoalan banjir.

"Dengan kegiatan ini kita tahu daerah mana yang belum selesai masalah banjirnya. Sehingga bisa terpetakan," tutupnya.






 

BERITA LAINNYA



Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020
Berita 26 Januari 2020


Usai Kang Pisman, Pemkot Canangkan Program Drumpori

Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020
Banjir Kabupaten Bandung 2020