Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal  




Rabu 16 Oktober 2019

16:34 WIB

Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal
@prfmnews

Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal
PRFMNewsChannel

Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal

Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal
Kamis 11 Juli 2019, 21:55 WIB
Kota Bandung
Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal
Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal




Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Ilustrasi - Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Redaksi PRFM menerima puluhan laporan warga yang mengeluhkan uji coba rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan Sukajadi dan Cipaganti. 

Ringkasnya, para warga mengeluhkan kemacetan yang terjadi di beberapa titik akibat uji coba rekayasa lalin tesebut.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Rekayasa Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono Wibowo memastikan, hari pertama dan kedua diterapkannya rekayasa lalin akan menyebabkan kemacetan. 

Menurutnya, rekayasa lalin baru bisa dikatakan ideal atau tidak dalam seminggu ke depan.

"Uji coba yang dilakukan kita belum tahu baik atau tidak. Yang namanya uji coba pada hari pertama dan kedua pasti membuat orang-orang pada binggung. Karena belum paham dan belum biasa dengan pola-pola yang baru," katanya saat On Air di PRFM, Kamis (11/7/2019).

Namun demikian, Sonny tetap mengkritisi uji coba rekayasa lalin di Jalan Sukajadi dan Cipaganti. 

Ia menyatakan, sosialisasi yang dilakukan pihak-pihak terkait belum masif. Sehingga, tak semua warga yang terbiasa melintasi Jalan Sukajadi dan Cipaganti mengetahui perihal uji coba rekayasa lalin di sana.

"Dan yang sering terjadi adalah tidak adanya rambu yang mengingatkan di jalan bahwa ada rekayasa. Ini yang membuat orang-orang kebingungan, terlanjur masuk ke jalur yang salah sehingga terjebak. Seharusnya rambu sudah dipasang jauh-jauh hari sebelum melakukan uji coba," urai Sony.

Dijelaskan Sonny, Jalan Sukajadi dan Cipaganti merupakan jalan kolektor sekunder. Artinya, kedua jalan tersebut melayani perjalanan kendaraan dengan jarak sedang dan berkecepatan rata-rata sedang bagi masyarakat di dalam kota. 

Jika satu jalan sekunder mengalami kemacetan, nyaris setengah arus kendaraan di wilayah kota akan tersendat.

"Yang saya khawatirkan kalau pada saat weekend, ada beberapa titik yang akan terkunci (tersendat parah). Misalnya di wilayah atas (Setiabudi) yang selalu terkunci (tiap weekend) akan semakin parah," beber Sony.










 

BERITA TERKAIT


Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal
 

BERITA PILIHAN


Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal

 

BERITA LAINNYA

Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal

Dewan Sarankan Pemkot Bandung Danai Proyek LRT Melalui KPBU
Rabu 16 Oktober 2019


Tingkat Kunjungan Menurun, Pajak Hotel dan Restoran di Bandung Tak Capai Target
Rabu 16 Oktober 2019 Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal Pemkot Punya Waktu 20 Tahun Benahi Drainase Kota Cimahi
Rabu 16 Oktober 2019 Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal Termasuk Simulasi Soal, BKN: Banyak Modus Penipuan Jelang Penerimaan CPNS
Rabu 16 Oktober 2019 Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal Jokowi Minta Pelantikan Presiden & Wakil Presiden 2019-2024 Dilakukan Sederhana
Rabu 16 Oktober 2019 Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal Tommy Melaju Ke Babak Dua Denmark Terbuka 2019
Rabu 16 Oktober 2019 Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal Keberadaan Hotel Baru Bisa Tunjang Pariwisata Purwakarta
Rabu 16 Oktober 2019 Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal

Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal

 

 

BERITA TERKAIT

Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal

Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal
Kamis 11 Juli 2019, 21:55 WIB
Kota Bandung

Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal
Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal


Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Ilustrasi - Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Redaksi PRFM menerima puluhan laporan warga yang mengeluhkan uji coba rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan Sukajadi dan Cipaganti. 

Ringkasnya, para warga mengeluhkan kemacetan yang terjadi di beberapa titik akibat uji coba rekayasa lalin tesebut.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Rekayasa Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono Wibowo memastikan, hari pertama dan kedua diterapkannya rekayasa lalin akan menyebabkan kemacetan. 

Menurutnya, rekayasa lalin baru bisa dikatakan ideal atau tidak dalam seminggu ke depan.

"Uji coba yang dilakukan kita belum tahu baik atau tidak. Yang namanya uji coba pada hari pertama dan kedua pasti membuat orang-orang pada binggung. Karena belum paham dan belum biasa dengan pola-pola yang baru," katanya saat On Air di PRFM, Kamis (11/7/2019).

Namun demikian, Sonny tetap mengkritisi uji coba rekayasa lalin di Jalan Sukajadi dan Cipaganti. 

Ia menyatakan, sosialisasi yang dilakukan pihak-pihak terkait belum masif. Sehingga, tak semua warga yang terbiasa melintasi Jalan Sukajadi dan Cipaganti mengetahui perihal uji coba rekayasa lalin di sana.

"Dan yang sering terjadi adalah tidak adanya rambu yang mengingatkan di jalan bahwa ada rekayasa. Ini yang membuat orang-orang kebingungan, terlanjur masuk ke jalur yang salah sehingga terjebak. Seharusnya rambu sudah dipasang jauh-jauh hari sebelum melakukan uji coba," urai Sony.

Dijelaskan Sonny, Jalan Sukajadi dan Cipaganti merupakan jalan kolektor sekunder. Artinya, kedua jalan tersebut melayani perjalanan kendaraan dengan jarak sedang dan berkecepatan rata-rata sedang bagi masyarakat di dalam kota. 

Jika satu jalan sekunder mengalami kemacetan, nyaris setengah arus kendaraan di wilayah kota akan tersendat.

"Yang saya khawatirkan kalau pada saat weekend, ada beberapa titik yang akan terkunci (tersendat parah). Misalnya di wilayah atas (Setiabudi) yang selalu terkunci (tiap weekend) akan semakin parah," beber Sony.






 

BERITA LAINNYA



Warga Keluhkan Uji Coba Rekayasa Lalin, Pakar Transportasi: Seminggu Baru Ideal

Tommy Melaju Ke Babak Dua Denmark Terbuka 2019
Rabu 16 Oktober 2019
Bulutangkis