Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar  




Minggu 26 Januari 2020

22:12 WIB

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
@prfmnews

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
PRFMNewsChannel

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
Rabu 17 Juli 2019, 21:24 WIB

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar




Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Humas Pemprov Jabar

BANDUNG, (PRFM) - Potenzi zakat Provinsi Jawa Barat yang mencapai Rp 26,845 triliun per tahun merupakan jumlah ketiga terbesar di Indonesia setelah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur. Bahkan dari hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjukkan potensi zakat nasional mencapai Rp 233,8 triliun per tahun. 

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk membayar zakat setiap tahunnya terus meningkat.  Baznas Jawa Barat (Jabar) sendiri menyebut pengumpulan zakat di Jabar  setiap tahunnya meningkat antara 25% hingga 30%.

"Zakat di Jabar sangat potensial maka perlu dikelola dengan baik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan," kata Uu saat ditemui usai membuka Gebyar Festival Zakat ke-3 dan Rapat Kerja Daerah (Rekerda) Baznas Jabar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (17/07/19) dalam siaran pers yang diterima PRFM.

Selain kesadaran masyarakat, lanjut Uu, harus ada sedikit unsur pemaksaan untuk membayar zakat khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan tersebut sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memotong sebagian gaji ASN-nya untuk dibayarkan zakat. Uu pun mengimbau 27 kepala daerah di Jabar untuk melakukan hal serupa seperti di Pemerintah Provinsi Jabar.

"Kami sudah buat Pergub (Peraturan Gubernur) untuk ASN dan seperti yang diumumkan pada Idul Fitri kemarin, penerimaan zakatnya yaitu Rp 300 miliar," ujar Uu.

"Nanti akan saya sampaikan ke Pak Emil (Ridwan Kamil) harus ada penekanan kepada kepala daerah untuk membuat aturan kepada ASN mewajibkan membayar zakat dipotong dari gaji. Seperti di Garut Rp 2,5 milyar perbulan ini berkat keberanian kepala daerahnya," imbuhnya.

Potensi zakat Provinsi Jabar sebesar Rp 26,845 triliun per tahun ini hampir mendekati jumlah (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) APBD Jabar per tahun yang mencapai lebih dari Rp 34 triliun. 

Bila dikelola dengan optimal, Ketua Baznas Jabar, Arif Ramdani, mengatakan potensi zakat itu bisa mengentaskan kemiskinan di Jabar.

"Mudah-mudahan bisa mengoptimalkan potensi tersebut sehingga kita bisa membantu mengentaskan kemiskinan dan mendukung visi Jabar juara lahir batin," ujar Arif Ramdani.

Adapun, laporan keuangan Baznas Jabar yang diikuti 80% Baznas kota dan kabupaten dari tahun 2015-2018 sudah diaudit dan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dalam kelembagaan, Baznas Jabar juga telah mendapat akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Kepercayaan masyarakat kepada kami juga telah dibuktikan dengan diraihnya penghargaan pelopor kebangitan ekonomi umat berbasis zakat," tutup Arif.










 

BERITA TERKAIT


Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
 

BERITA PILIHAN


Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

 

BERITA LAINNYA

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Akibat Rem Mendadak, Empat Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Flyover Kircon
Minggu 26 Januari 2020


Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Kemenlu Terbitkan Travel Advice Ke Tiongkok
Minggu 26 Januari 2020 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Tega! Bayi Perempuan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan Kerabat
Minggu 26 Januari 2020 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Dewan Tuding Proyek KCIC dan Tol Cisumdawu Penyebab Banjir Rancaekek Kian Parah
Minggu 26 Januari 2020 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar PSSI Sahkan Perubahan Nama Blitar Bandung United Jadi Bandung United
Minggu 26 Januari 2020 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

 

 

BERITA TERKAIT

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
Rabu 17 Juli 2019, 21:24 WIB

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar


Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Humas Pemprov Jabar


BANDUNG, (PRFM) - Potenzi zakat Provinsi Jawa Barat yang mencapai Rp 26,845 triliun per tahun merupakan jumlah ketiga terbesar di Indonesia setelah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur. Bahkan dari hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjukkan potensi zakat nasional mencapai Rp 233,8 triliun per tahun. 

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk membayar zakat setiap tahunnya terus meningkat.  Baznas Jawa Barat (Jabar) sendiri menyebut pengumpulan zakat di Jabar  setiap tahunnya meningkat antara 25% hingga 30%.

"Zakat di Jabar sangat potensial maka perlu dikelola dengan baik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan," kata Uu saat ditemui usai membuka Gebyar Festival Zakat ke-3 dan Rapat Kerja Daerah (Rekerda) Baznas Jabar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (17/07/19) dalam siaran pers yang diterima PRFM.

Selain kesadaran masyarakat, lanjut Uu, harus ada sedikit unsur pemaksaan untuk membayar zakat khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan tersebut sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memotong sebagian gaji ASN-nya untuk dibayarkan zakat. Uu pun mengimbau 27 kepala daerah di Jabar untuk melakukan hal serupa seperti di Pemerintah Provinsi Jabar.

"Kami sudah buat Pergub (Peraturan Gubernur) untuk ASN dan seperti yang diumumkan pada Idul Fitri kemarin, penerimaan zakatnya yaitu Rp 300 miliar," ujar Uu.

"Nanti akan saya sampaikan ke Pak Emil (Ridwan Kamil) harus ada penekanan kepada kepala daerah untuk membuat aturan kepada ASN mewajibkan membayar zakat dipotong dari gaji. Seperti di Garut Rp 2,5 milyar perbulan ini berkat keberanian kepala daerahnya," imbuhnya.

Potensi zakat Provinsi Jabar sebesar Rp 26,845 triliun per tahun ini hampir mendekati jumlah (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) APBD Jabar per tahun yang mencapai lebih dari Rp 34 triliun. 

Bila dikelola dengan optimal, Ketua Baznas Jabar, Arif Ramdani, mengatakan potensi zakat itu bisa mengentaskan kemiskinan di Jabar.

"Mudah-mudahan bisa mengoptimalkan potensi tersebut sehingga kita bisa membantu mengentaskan kemiskinan dan mendukung visi Jabar juara lahir batin," ujar Arif Ramdani.

Adapun, laporan keuangan Baznas Jabar yang diikuti 80% Baznas kota dan kabupaten dari tahun 2015-2018 sudah diaudit dan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dalam kelembagaan, Baznas Jabar juga telah mendapat akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Kepercayaan masyarakat kepada kami juga telah dibuktikan dengan diraihnya penghargaan pelopor kebangitan ekonomi umat berbasis zakat," tutup Arif.






 

BERITA LAINNYA



Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Kakek Penjual Kopi di Ciwidey Ditemukan Tak Bernyawa di Kiosnya
Minggu 26 Januari 2020
Berita 26 Januari 2020


Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Banjir di Kabupaten Bandung Meluas, Warga Terdampak Jadi 60.055 Jiwa
Minggu 26 Januari 2020
Banjir Kabupaten Bandung 2020