Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar  




Jumat 23 Agustus 2019

23:06 WIB

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
@prfmnews

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
PRFMNewsChannel

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
Rabu 17 Juli 2019, 21:24 WIB

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar




Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Humas Pemprov Jabar

BANDUNG, (PRFM) - Potenzi zakat Provinsi Jawa Barat yang mencapai Rp 26,845 triliun per tahun merupakan jumlah ketiga terbesar di Indonesia setelah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur. Bahkan dari hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjukkan potensi zakat nasional mencapai Rp 233,8 triliun per tahun. 

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk membayar zakat setiap tahunnya terus meningkat.  Baznas Jawa Barat (Jabar) sendiri menyebut pengumpulan zakat di Jabar  setiap tahunnya meningkat antara 25% hingga 30%.

"Zakat di Jabar sangat potensial maka perlu dikelola dengan baik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan," kata Uu saat ditemui usai membuka Gebyar Festival Zakat ke-3 dan Rapat Kerja Daerah (Rekerda) Baznas Jabar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (17/07/19) dalam siaran pers yang diterima PRFM.

Selain kesadaran masyarakat, lanjut Uu, harus ada sedikit unsur pemaksaan untuk membayar zakat khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan tersebut sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memotong sebagian gaji ASN-nya untuk dibayarkan zakat. Uu pun mengimbau 27 kepala daerah di Jabar untuk melakukan hal serupa seperti di Pemerintah Provinsi Jabar.

"Kami sudah buat Pergub (Peraturan Gubernur) untuk ASN dan seperti yang diumumkan pada Idul Fitri kemarin, penerimaan zakatnya yaitu Rp 300 miliar," ujar Uu.

"Nanti akan saya sampaikan ke Pak Emil (Ridwan Kamil) harus ada penekanan kepada kepala daerah untuk membuat aturan kepada ASN mewajibkan membayar zakat dipotong dari gaji. Seperti di Garut Rp 2,5 milyar perbulan ini berkat keberanian kepala daerahnya," imbuhnya.

Potensi zakat Provinsi Jabar sebesar Rp 26,845 triliun per tahun ini hampir mendekati jumlah (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) APBD Jabar per tahun yang mencapai lebih dari Rp 34 triliun. 

Bila dikelola dengan optimal, Ketua Baznas Jabar, Arif Ramdani, mengatakan potensi zakat itu bisa mengentaskan kemiskinan di Jabar.

"Mudah-mudahan bisa mengoptimalkan potensi tersebut sehingga kita bisa membantu mengentaskan kemiskinan dan mendukung visi Jabar juara lahir batin," ujar Arif Ramdani.

Adapun, laporan keuangan Baznas Jabar yang diikuti 80% Baznas kota dan kabupaten dari tahun 2015-2018 sudah diaudit dan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dalam kelembagaan, Baznas Jabar juga telah mendapat akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Kepercayaan masyarakat kepada kami juga telah dibuktikan dengan diraihnya penghargaan pelopor kebangitan ekonomi umat berbasis zakat," tutup Arif.







Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar




 

BERITA TERKAIT


Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
 

BERITA PILIHAN


Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

 

BERITA LAINNYA

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Diduga Beri Miras Kepada Mahasiswa Papua, Kapolsek Sukajadi Dimutasi
Jumat 23 Agustus 2019


Lawan Persebaya, Persija Tak Masalah Tanpa Bruno Matos
Jumat 23 Agustus 2019 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Ikut Kembangkan Ekonomi Kreatif, Disbudpar Kota Bandung Gelar Rempug Jukung
Jumat 23 Agustus 2019 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Uu Minta Koperasi dan UMKM Gandeng Generasi Muda
Jumat 23 Agustus 2019 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Siapkan Rp 778 Milyar, Pemprov Jabar Berencana Gratiskan SPP SMA dan SMK
Jumat 23 Agustus 2019 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Save Our Soccer: Hati-Hati Janji Manis Caketum PSSI
Jumat 23 Agustus 2019 Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

 

 

BERITA TERKAIT

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
Rabu 17 Juli 2019, 21:24 WIB

Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar
Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar


Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Humas Pemprov Jabar


BANDUNG, (PRFM) - Potenzi zakat Provinsi Jawa Barat yang mencapai Rp 26,845 triliun per tahun merupakan jumlah ketiga terbesar di Indonesia setelah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur. Bahkan dari hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjukkan potensi zakat nasional mencapai Rp 233,8 triliun per tahun. 

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk membayar zakat setiap tahunnya terus meningkat.  Baznas Jawa Barat (Jabar) sendiri menyebut pengumpulan zakat di Jabar  setiap tahunnya meningkat antara 25% hingga 30%.

"Zakat di Jabar sangat potensial maka perlu dikelola dengan baik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan," kata Uu saat ditemui usai membuka Gebyar Festival Zakat ke-3 dan Rapat Kerja Daerah (Rekerda) Baznas Jabar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (17/07/19) dalam siaran pers yang diterima PRFM.

Selain kesadaran masyarakat, lanjut Uu, harus ada sedikit unsur pemaksaan untuk membayar zakat khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan tersebut sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memotong sebagian gaji ASN-nya untuk dibayarkan zakat. Uu pun mengimbau 27 kepala daerah di Jabar untuk melakukan hal serupa seperti di Pemerintah Provinsi Jabar.

"Kami sudah buat Pergub (Peraturan Gubernur) untuk ASN dan seperti yang diumumkan pada Idul Fitri kemarin, penerimaan zakatnya yaitu Rp 300 miliar," ujar Uu.

"Nanti akan saya sampaikan ke Pak Emil (Ridwan Kamil) harus ada penekanan kepada kepala daerah untuk membuat aturan kepada ASN mewajibkan membayar zakat dipotong dari gaji. Seperti di Garut Rp 2,5 milyar perbulan ini berkat keberanian kepala daerahnya," imbuhnya.

Potensi zakat Provinsi Jabar sebesar Rp 26,845 triliun per tahun ini hampir mendekati jumlah (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) APBD Jabar per tahun yang mencapai lebih dari Rp 34 triliun. 

Bila dikelola dengan optimal, Ketua Baznas Jabar, Arif Ramdani, mengatakan potensi zakat itu bisa mengentaskan kemiskinan di Jabar.

"Mudah-mudahan bisa mengoptimalkan potensi tersebut sehingga kita bisa membantu mengentaskan kemiskinan dan mendukung visi Jabar juara lahir batin," ujar Arif Ramdani.

Adapun, laporan keuangan Baznas Jabar yang diikuti 80% Baznas kota dan kabupaten dari tahun 2015-2018 sudah diaudit dan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dalam kelembagaan, Baznas Jabar juga telah mendapat akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

"Kepercayaan masyarakat kepada kami juga telah dibuktikan dengan diraihnya penghargaan pelopor kebangitan ekonomi umat berbasis zakat," tutup Arif.






 

BERITA LAINNYA



Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019
Komunitas


Zakat Bisa Pecahkan Masalah Kemiskinan di Jabar

Uu Minta Koperasi dan UMKM Gandeng Generasi Muda
Jumat 23 Agustus 2019
Jawa Barat